{"id":52511,"date":"2025-09-29T10:12:17","date_gmt":"2025-09-29T03:12:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52511"},"modified":"2025-09-29T10:12:17","modified_gmt":"2025-09-29T03:12:17","slug":"lampung-literature-gelar-diskusi-sastra-mahasiswa-dan-sastra-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/29\/lampung-literature-gelar-diskusi-sastra-mahasiswa-dan-sastra-di-era-digital\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Literature Gelar Diskusi Sastra: Mahasiswa dan Sastra di Era Digital \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB):<\/strong> Lampung Literature dan Kemenkebud RI menggelar Diskusi Sastra #1 bertajuk \u201cPuisi dan Prosa di Era Digital\u201d, Rabu (1\/10\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBekerja sama dengan UKMF KSS Unila dan HMJ PBS FKIP Unila, kegiatan ini menghadirkan diskusi buku puisi &#8220;Hari-hari Bahagia&#8221; karya Ari Pahala Hutabarat, bertempat di Aula C FKIP Universitas Lampung pukul 09.00 WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiskusi menghadirkan narasumber Iswadi Pratama, Munaris, dan Ari Pahala Hutabarat, dengan Edi Siswanto sebagai moderator. Selain diskusi, acara juga menampilkan pembacaan puisi oleh tiga pembaca terpilih serta musikalisasi puisi oleh Orkes Bada Isya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Iskandar, Ketua Lampung Literature, kegiatan ini merupakan ruang untuk memperkuat kehadiran sastra di tengah generasi digital. \u201cSastra perlu tetap hadir sebagai medium ekspresi kultural dan intelektual. Melalui diskusi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sastra khususnya puisi terus relevan dan mampu menyentuh generasi muda,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAnggi, Ketua HMJ PBS FKIP Unila, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini.<br \/>\n\u200e\u201cBagi kami, diskusi sastra bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga ruang silaturahmi antar generasi. Mahasiswa PBS yang berasal dari berbagai prodi di jurusan bahasa dan seni bisa belajar langsung dari para praktisi.\u201d<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Marisha, Ketua UKMF KSS Unila, menekankan pentingnya sastra untuk mahasiswa. \u201cSekarang kita terbiasa dengan hal-hal serba cepat dan instan. Sastra bisa jadi penyeimbang\u2014membuat kita meluangkan waktu, merenung, dan lebih peka terhadap sekitar. Kolaborasi ini memberi kita ruang bagi pertukaran gagasan yang memperkaya cara pandang kita terhadap sastra,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini menargetkan 50 peserta, terdiri dari mahasiswa, komunitas literasi, seniman, hingga masyarakat umum. Program akan berlanjut dengan Diskusi Sastra 2 pada 11 Oktober 2025 di Metro, dengan fokus pada buku prosa &#8220;Rahasia Kesaktian Raja Tua&#8221; karya Zen Hae. (Rilis)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Lampung Literature dan Kemenkebud RI menggelar Diskusi Sastra #1 bertajuk \u201cPuisi dan Prosa di Era Digital\u201d, Rabu (1\/10\/2025). \u200e \u200eBekerja sama dengan UKMF KSS Unila dan HMJ PBS FKIP Unila, kegiatan ini menghadirkan diskusi buku puisi &#8220;Hari-hari Bahagia&#8221; karya Ari Pahala Hutabarat, bertempat di Aula C FKIP Universitas Lampung pukul 09.00 WIB. \u200e \u200eDiskusi menghadirkan narasumber Iswadi Pratama, Munaris, dan Ari Pahala Hutabarat, dengan Edi Siswanto sebagai moderator. Selain diskusi, acara juga menampilkan pembacaan puisi oleh tiga pembaca terpilih serta musikalisasi puisi oleh Orkes Bada Isya. \u200e \u200eMenurut Iskandar, Ketua Lampung Literature, kegiatan ini merupakan ruang untuk memperkuat kehadiran sastra di tengah generasi digital. \u201cSastra perlu tetap hadir sebagai medium ekspresi kultural dan intelektual. Melalui diskusi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sastra khususnya puisi terus relevan dan mampu menyentuh generasi muda,\u201d ujarnya. \u200e \u200eAnggi, Ketua HMJ PBS FKIP Unila, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini. \u200e\u201cBagi kami, diskusi sastra bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga ruang silaturahmi antar generasi. Mahasiswa PBS yang berasal dari berbagai prodi di jurusan bahasa dan seni bisa belajar langsung dari para praktisi.\u201d \u200e \u200eSementara itu, Marisha, Ketua UKMF KSS Unila, menekankan pentingnya sastra untuk mahasiswa. \u201cSekarang kita terbiasa dengan hal-hal serba [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52512,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-52511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52511"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52513,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52511\/revisions\/52513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}