{"id":52507,"date":"2025-09-29T10:05:05","date_gmt":"2025-09-29T03:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52507"},"modified":"2025-09-29T10:05:05","modified_gmt":"2025-09-29T03:05:05","slug":"setapak-nature-dan-pokdarwis-pesona-jaya-desa-harapan-jaya-adakan-reforest-camp-di-bukit-lantana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/29\/setapak-nature-dan-pokdarwis-pesona-jaya-desa-harapan-jaya-adakan-reforest-camp-di-bukit-lantana\/","title":{"rendered":"\u200eSetapak Nature dan Pokdarwis Pesona Jaya Desa Harapan Jaya Adakan Reforest Camp di Bukit Lantana \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB):<\/strong> Setapak Nature Jungle Activities (SNJA) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Jaya Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menyelenggarakan Reforest Camp di destinasi wisata Bukit Lantana, Desa Harapan Jaya, 27\u201328 September 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini disambut antusias para pencinta alam. Terbukti, kegiatan yang akan digelar selama dua hari ini, diikuti ratusan peserta dari berbagai komunitas pencinta alam di Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si. didampingi KPHK Tahura Wan Abdul Rahman Eny Puspita Sari, M.Si., Kepala Desa Harapan Jaya Sulalit Cokro Aminoto, dan Ketua Pokdarwis Pesona Jaya, Jaenal Alidin pada Kamis (25\/9\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap bisa membangun kecintaan masyarakat terhadap alam. Dia juga mengatakan saat ini kondisi hutan di Lampung memprihatinkan dan luasnya semakin berkurang karena adanya akin fungsi menjadi perkebunan atau lainnya.<br \/>\n\u200e<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-52508\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250929-WA0027.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"540\" \/><\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kondisi hutan di Lampung memprihatinkan, karena kerusakan hutan di Lampung bisa lebih dari 37 persen. Sebab saat ini, 80 persen dari total Kawasan hutan yang dikelola Dinas Kehutanan, sudah ada aktivitas manusia. Artinya hanya tersisa 20 persen hutan yang masih murni atau belum terjamah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk itu, ia menekankan pentingnya menjadikan manusia atau masyrakat yang tinggal di kawasan hutan sebagai subjek pelestarian hutan. Salah satu cara yang ditempuh melalui mekanisme perhutanan sosial. Lewat program tersebut, masyarakat tidak hanya mengambil manfaat dari hutan namun juga berupaya mengembalikan fungsi Kawasan hutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami berkomitmen mengupayakan akses kelola Kawasan hutan kepada masyarakat melalui perhutanan sosial. Meskipun masih belum optimal, namun prosesnya terus berjalan,\u201d kata Yanyan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Sudah ada 2.900 hektar hutan yang dijadikan kawasan hutan sosial,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e Sementara itu, Kepala Desa Harapan Jaya S. Cokro Aminoto, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk membangkitkan destinasi wisata alam di Desa Harapan Jaya sekaligus tetap menjaga kelestarian alam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga hitam semakin tinggi. Di sisi lain kunjungan wisatawan juga meningkat sehingga roda ekonomi masyarakat bisa meningkat tanpa harus merusak alam,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya: pendakian, diskusi, penanaman pohon, dan pemberian santunan. (*\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Setapak Nature Jungle Activities (SNJA) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Jaya Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menyelenggarakan Reforest Camp di destinasi wisata Bukit Lantana, Desa Harapan Jaya, 27\u201328 September 2025. \u200e \u200eKegiatan ini disambut antusias para pencinta alam. Terbukti, kegiatan yang akan digelar selama dua hari ini, diikuti ratusan peserta dari berbagai komunitas pencinta alam di Lampung. \u200e \u200eKegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si. didampingi KPHK Tahura Wan Abdul Rahman Eny Puspita Sari, M.Si., Kepala Desa Harapan Jaya Sulalit Cokro Aminoto, dan Ketua Pokdarwis Pesona Jaya, Jaenal Alidin pada Kamis (25\/9\/2025). \u200e \u200eDalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap bisa membangun kecintaan masyarakat terhadap alam. Dia juga mengatakan saat ini kondisi hutan di Lampung memprihatinkan dan luasnya semakin berkurang karena adanya akin fungsi menjadi perkebunan atau lainnya. \u200e \u200e&#8221;Kondisi hutan di Lampung memprihatinkan, karena kerusakan hutan di Lampung bisa lebih dari 37 persen. Sebab saat ini, 80 persen dari total Kawasan hutan yang dikelola Dinas Kehutanan, sudah ada aktivitas manusia. Artinya hanya tersisa 20 persen hutan yang masih murni atau belum terjamah. \u200e \u200eUntuk itu, ia menekankan pentingnya menjadikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52509,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,1196],"tags":[],"class_list":["post-52507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa","category-barometer-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52510,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52507\/revisions\/52510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}