{"id":52450,"date":"2025-09-24T19:47:02","date_gmt":"2025-09-24T12:47:02","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52450"},"modified":"2025-09-24T19:47:02","modified_gmt":"2025-09-24T12:47:02","slug":"hipmi-lampung-tegaskan-komitmen-jadi-ujung-tombak-hilirisasi-komoditas-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/24\/hipmi-lampung-tegaskan-komitmen-jadi-ujung-tombak-hilirisasi-komoditas-lokal\/","title":{"rendered":"\u200eHIPMI Lampung Tegaskan Komitmen Jadi Ujung Tombak Hilirisasi Komoditas Lokal"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak hilirisasi komoditas lokal dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV sekaligus Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (23\/9\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara ini dibuka Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mengolah hasil pertanian dan perkebunan Lampung agar tidak hanya diekspor mentah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHIPMI jangan hanya menonton. Jangan pasif. Ambil peran strategis karena hilirisasi bukan hanya soal industri, tapi soal masa depan kesejahteraan masyarakat Lampung,\u201d tegas Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, dalam sambutannya Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan melahirkan berbagai inisiatif.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-52452\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250924-WA0359.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"801\" \/><br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGilang juga menyinggung statistik ekonomi Lampung pada Triwulan I 2025 tumbuh 5,47%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 10,00% dan pengangguran berkurang, bahkan sektor industri pengolahan tumbuh hampir 10% pada Triwulan II tanda hilirisasi mulai berjalan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePotensi besar masih terbuka; padi yang berkontribusi 4,2% pada PDRB bisa naik menjadi 6,2% jika diolah maksimal, jagung dari 3,4% bisa mencapai 15%, kopi dari 2% bisa melonjak hingga 12,6% pada dimensi tata niaga kopi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHilirisasi adalah kunci. HIPMI Lampung berkomitmen menghadirkan inovasi agar komoditas kopi, singkong, jagung, hingga sawit tidak lagi sekadar bahan mentah, tetapi produk bernilai tambah yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing global,\u201d ujar Gilang Ramadhan. \u200e<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTriwulan II 2025 sudah mencatatkan pertumbuhan 5,09% dan penurunan kemiskinan hingga 10%. Dengan sinergi pemerintah, pengusaha, akademisi, dan dukungan TNI, HIPMI Lampung diyakini mampu menjadi katalis hilirisasi komoditas menuju Lampung Emas dan Indonesia Emas 2045.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Anak-anak muda pengusaha ini tidak hanya ingin sukses secara finansial, tetapi juga menjadi motor perubahan. Bayangkan di tahun 2030, kopi robusta Lampung tidak lagi diekspor mentah, melainkan dipasarkan global dalam bentuk brand lokal. Singkong tidak sekadar gaplek, tapi menjadi bioetanol yang menopang energi nasional. UMKM lokal bertransformasi digital dan menembus pasar ASEAN.&#8221;<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Masa depan sedang dirintis lewat Diklatda dan Rakerda HIPMI Lampung. Visi besar HIPMI Lampung sejalan dengan Indonesia Emas 2045 dan Lampung Emas,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHadir juga dalam kegiatan ini Kasdam XXI\/Radin Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto, yang menekankan kemandirian ekonomi berbasis semangat kebangsaan adalah bagian dari ketahanan nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, hadir juga Staf Ahli Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Budi Permana, sebagai salah satu pemateri dalam Diklatda HIPMI Lampung yang mengulas secara detail pelbagai program KUR dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang jadi program kerja andalan kementerian.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDiklatda HIPMI Lampung juga menghadirkan pengusaha muda yang sukses menggeluti kopi, Elkana Arlen Riswan, owner Els Coffee itu mengupas tema kewirausahaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRangkaian program strategis HIPMI pasca-Diklatda meliputi Agropreneur HIPMI, HIPMI Food Security Forum, UMKM Go Digital, Lampung Investment Forum, hingga HIPMI Academy. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak hilirisasi komoditas lokal dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIV sekaligus Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (23\/9\/2025). \u200e \u200eAcara ini dibuka Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mengolah hasil pertanian dan perkebunan Lampung agar tidak hanya diekspor mentah. \u200e \u200e\u201cHIPMI jangan hanya menonton. Jangan pasif. Ambil peran strategis karena hilirisasi bukan hanya soal industri, tapi soal masa depan kesejahteraan masyarakat Lampung,\u201d tegas Mirza. \u200e \u200eSementara itu, dalam sambutannya Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan melahirkan berbagai inisiatif. \u200e \u200eGilang juga menyinggung statistik ekonomi Lampung pada Triwulan I 2025 tumbuh 5,47%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 10,00% dan pengangguran berkurang, bahkan sektor industri pengolahan tumbuh hampir 10% pada Triwulan II tanda hilirisasi mulai berjalan. \u200e \u200ePotensi besar masih terbuka; padi yang berkontribusi 4,2% pada PDRB bisa naik menjadi 6,2% jika diolah maksimal, jagung dari 3,4% bisa mencapai 15%, kopi dari 2% bisa melonjak hingga 12,6% pada dimensi tata niaga kopi. \u200e \u200e\u201cHilirisasi adalah kunci. HIPMI Lampung berkomitmen menghadirkan inovasi agar komoditas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,412],"tags":[],"class_list":["post-52450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52453,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52450\/revisions\/52453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}