{"id":52444,"date":"2025-09-24T11:18:39","date_gmt":"2025-09-24T04:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52444"},"modified":"2025-10-06T13:57:28","modified_gmt":"2025-10-06T06:57:28","slug":"jembatan-gantung-tampang-muda-pematang-sawa-mulai-terbentang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/24\/jembatan-gantung-tampang-muda-pematang-sawa-mulai-terbentang\/","title":{"rendered":"\u200eJembatan Gantung Tampang Muda Pematang Sawa Mulai Terbentang \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tanggamus (LB):<\/strong> Semangat gotong royong kembali menjadi energi utama dalam membangun Lampung. Hari pertama proses perbaikan Jembatan Gantung Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, berjalan dengan cepat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelalui kolaborasi berbagai pihak, jembatan gantung yang vital bagi akses warga ini mulai terbentang kembali. Masyarakat Pekon Tampang Muda, dengan penuh antusias bergabung bersama relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI), BPBD dan Tagana Tanggamus, anggota TNI dan Polri, pelajar, serta para relawan lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMereka bahu-membahu memperbaiki jembatan yang menjadi jalur penghubung penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga sekitar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePerbaikan ini mendapat dukungan penuh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, unsur organisasi masyarakat, serta pihak swasta.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKegiatan perbaikan jembatan gantung di Tampang Muda saya harapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi antara unsur pemerintah dan non-pemerintah dapat menjadi senjata kita untuk menyelesaikan masalah-masalah krusial di masyarakat dengan cepat dan tuntas,\u201d ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKerja kolektif ini adalah wujud nyata kepedulian semua pihak terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Semangat kebersamaan membuat proses perbaikan berjalan lancar dan lebih cepat dari perkiraan. Keberhasilan gotong royong hari pertama perbaikan jembatan gantung ini menjadi bukti kekuatan kolaborasi mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJembatan Tampang Muda bukan hanya kembali terbentang, melainkan juga menguatkan jembatan kebersamaan antarwarga, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanggamus (LB): Semangat gotong royong kembali menjadi energi utama dalam membangun Lampung. Hari pertama proses perbaikan Jembatan Gantung Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, berjalan dengan cepat. \u200e \u200eMelalui kolaborasi berbagai pihak, jembatan gantung yang vital bagi akses warga ini mulai terbentang kembali. Masyarakat Pekon Tampang Muda, dengan penuh antusias bergabung bersama relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI), BPBD dan Tagana Tanggamus, anggota TNI dan Polri, pelajar, serta para relawan lainnya. \u200e \u200eMereka bahu-membahu memperbaiki jembatan yang menjadi jalur penghubung penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga sekitar. \u200e \u200ePerbaikan ini mendapat dukungan penuh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, unsur organisasi masyarakat, serta pihak swasta. \u200e \u200e\u201cKegiatan perbaikan jembatan gantung di Tampang Muda saya harapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi antara unsur pemerintah dan non-pemerintah dapat menjadi senjata kita untuk menyelesaikan masalah-masalah krusial di masyarakat dengan cepat dan tuntas,\u201d ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. \u200e \u200eKerja kolektif ini adalah wujud nyata kepedulian semua pihak terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Semangat kebersamaan membuat proses perbaikan berjalan lancar dan lebih cepat dari perkiraan. Keberhasilan gotong royong hari pertama perbaikan jembatan gantung ini menjadi bukti kekuatan kolaborasi mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52445,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-52444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52446,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52444\/revisions\/52446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}