{"id":52408,"date":"2025-09-22T19:54:44","date_gmt":"2025-09-22T12:54:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52408"},"modified":"2025-09-22T19:54:44","modified_gmt":"2025-09-22T12:54:44","slug":"tinjau-anbk-di-sdn-14-padang-cermin-bupati-nanda-tekankan-pentingnya-melek-teknologi-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/22\/tinjau-anbk-di-sdn-14-padang-cermin-bupati-nanda-tekankan-pentingnya-melek-teknologi-sejak-dini\/","title":{"rendered":"Tinjau ANBK di SDN 14 Padang Cermin, Bupati Nanda Tekankan Pentingnya Melek Teknologi Sejak Dini"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Bupati Pesawaran Nanda Indira meninjau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di UPTD SDN 14 Padang Cermin, Senin (22\/9\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini, Bupati Nanda Indira menekankan pentingnya kesiapan generasi muda melek teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Nanda, ANBK tidak hanya menjadi instrumen evaluasi pendidikan, tapi juga sarana mengenalkan siswa pada teknologi sejak dini, salah satunya dengan pemanfaatan komputer atau laptop dalam proses belajar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cAnak-anak ini adalah calon penerus bangsa. Mereka harus cakap dalam teknologi, karena ke depan kita tidak bisa lepas dari itu. Semakin cepat mereka terbiasa, semakin siap mereka menghadapi masa depan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Monitoring ke sekolah menjadi langkah penting agar pelaksanaan asesmen berjalan lancar, serta hasilnya bisa menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u200eANBK merupakan program evaluasi nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan memotret mutu pendidikan melalui tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi dan numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Kepala SDN 14 Padang Cermin, Dewi Tasminah, menyampaikan ANBK tahun ini diikuti 30 siswa kelas 5, yang dibagi menjadi dua sesi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHari ini pelaksanaan AKM literasi, sementara besok untuk numerasi. Kami bersyukur atas perhatian Ibu Bupati yang hadir memberikan dukungan langsung. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi siswa maupun tenaga pendidik,\u201d katanya.\u00a0(*\/red)<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Bupati Pesawaran Nanda Indira meninjau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di UPTD SDN 14 Padang Cermin, Senin (22\/9\/2025). \u200e \u200eDalam kesempatan ini, Bupati Nanda Indira menekankan pentingnya kesiapan generasi muda melek teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. \u200e \u200eMenurut Nanda, ANBK tidak hanya menjadi instrumen evaluasi pendidikan, tapi juga sarana mengenalkan siswa pada teknologi sejak dini, salah satunya dengan pemanfaatan komputer atau laptop dalam proses belajar. \u200e \u200e\u201cAnak-anak ini adalah calon penerus bangsa. Mereka harus cakap dalam teknologi, karena ke depan kita tidak bisa lepas dari itu. Semakin cepat mereka terbiasa, semakin siap mereka menghadapi masa depan,\u201d ujarnya. Monitoring ke sekolah menjadi langkah penting agar pelaksanaan asesmen berjalan lancar, serta hasilnya bisa menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran. \u200eANBK merupakan program evaluasi nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan memotret mutu pendidikan melalui tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi dan numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar. \u200e \u200eSementara itu, Kepala SDN 14 Padang Cermin, Dewi Tasminah, menyampaikan ANBK tahun ini diikuti 30 siswa kelas 5, yang dibagi menjadi dua sesi. \u200e \u200e\u201cHari ini pelaksanaan AKM literasi, sementara besok untuk numerasi. Kami bersyukur atas perhatian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-52408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52410,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52408\/revisions\/52410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}