{"id":52375,"date":"2025-09-19T19:07:14","date_gmt":"2025-09-19T12:07:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52375"},"modified":"2025-10-06T20:05:24","modified_gmt":"2025-10-06T13:05:24","slug":"ketua-lkks-provinsi-lampung-salurkan-bantuan-sembako-kepada-lksa-ponpes-tahfidzul-quran-nurul-mutaqqin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/19\/ketua-lkks-provinsi-lampung-salurkan-bantuan-sembako-kepada-lksa-ponpes-tahfidzul-quran-nurul-mutaqqin\/","title":{"rendered":"\u200eKetua LKKS Provinsi Lampung Salurkan Bantuan Sembako Kepada LKSA Ponpes Tahfidzul Quran Nurul Mutaqqin"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eKotabumi (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, didampingi Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyerahkan bantuan paket sembako kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Mutaqqin di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Mutaqqin, Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (19\/9\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan LKSA merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi layak anak. Predikat ini, ujarnya, lahir dari kontribusi nyata lembaga sosial yang bekerja tulus dan ikhlas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDi balik capaian besar ini ada kerja senyap dan penuh keikhlasan dari para pengasuh, guru, dan pengurus LKSA. Mereka menghadirkan rumah yang penuh energi positif bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh nyaman dan percaya diri,\u201d kata Jihan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan saat ini terdapat 228 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Provinsi Lampung. Pemerintah, ujarnya, berkomitmen hadir sebagai mitra, karena keberhasilan pembangunan sosial hanya dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya berharap kegiatan ini menjadi stimulus untuk pembangunan jejaring kolaboratif untuk seluruh LKS. Dan semua pihak LKS selalu selaras dengan menghubungkan pemerintah dengan masyarakat,\u201d ujarnya. (kmf).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eKotabumi (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, didampingi Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyerahkan bantuan paket sembako kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Mutaqqin di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Mutaqqin, Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (19\/9\/2025). \u200e \u200eDalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan LKSA merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi layak anak. Predikat ini, ujarnya, lahir dari kontribusi nyata lembaga sosial yang bekerja tulus dan ikhlas. \u200e \u200e\u201cDi balik capaian besar ini ada kerja senyap dan penuh keikhlasan dari para pengasuh, guru, dan pengurus LKSA. Mereka menghadirkan rumah yang penuh energi positif bagi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh nyaman dan percaya diri,\u201d kata Jihan. \u200e \u200eIa menambahkan saat ini terdapat 228 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Provinsi Lampung. Pemerintah, ujarnya, berkomitmen hadir sebagai mitra, karena keberhasilan pembangunan sosial hanya dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat. \u200e \u200e\u201cSaya berharap kegiatan ini menjadi stimulus untuk pembangunan jejaring kolaboratif untuk seluruh LKS. Dan semua pihak LKS selalu selaras dengan menghubungkan pemerintah dengan masyarakat,\u201d ujarnya. (kmf).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[230,8],"tags":[],"class_list":["post-52375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-utara","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52375"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52377,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52375\/revisions\/52377"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}