{"id":52372,"date":"2025-09-19T09:53:21","date_gmt":"2025-09-19T02:53:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52372"},"modified":"2025-10-06T20:07:21","modified_gmt":"2025-10-06T13:07:21","slug":"lampung-jadi-target-program-hilirisasi-dan-investasi-besar-sektor-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/19\/lampung-jadi-target-program-hilirisasi-dan-investasi-besar-sektor-pangan\/","title":{"rendered":"\u200eLampung Jadi Target Program Hilirisasi dan Investasi Besar Sektor Pangan \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Pada Desember 2025 ini, akan dilakukan peremajaan tanaman di sektor hulu dengan kucuran dana Rp180 miliar dan tahun depan akan dibangun pabrik pengolahan di sektor hilir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Dirjenbun Kementan RI Abdul Roni Angkat beserta jajaran dan perwakilan perusahaan di ruang kerja Gubernur, Bandar Lampung, Kamis (18\/9\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAbdul Roni Angkat menyampaikan saat ini Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Sesuai instruksi Pak Menteri, insya Allah kita akan usung program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu yaitu proses peremajaan, kita sediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah,&#8221; ungkap Roni.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menjelaskan nilai investasinya yaitu bahan baku yang diberikan itu akan menjadi sebuah ekosistem dan menjadi bahan baku yang bisa diperhitungkan untuk dibuat produk hilirisasi perkebunan seperti pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik coklat, pabrik gula dan lain sebagainya. Dia juga menyebut pada tahap awal Kementan akan langsung mengeksekusi proses hilirisasi di bagian hulu (proses peremajaan).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSeptember ini akan langsung kita eksekusi dengan dana Rp180 miliar dan ditargetkan selesai Desember, kemudian untuk pembangunan pabrik pengolahan kemungkinan tahun depan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePada kesempatan ini Gubernur menyampaikan mayoritas hasil produk perkebunan dan pertanian di Lampung sudah diekspor ke berbagai negara dalam bentuk mentah. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Lampung sangat lamban dikarenakan rasio keuntungan yang didapatkan dari petani sangat kecil.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKurang lebih 60 persen ekspor kopi Indonesia ke negara luar ini sumber kopinya dari Lampung, coklat juga kurang lebih demikian. Jadi Lampung ini berdasarkan analisis saya, 70 persen uangnya keluar dari Lampung. Artinya apabila 70 persen uang itu dikelola dan hanya berputar di Lampung, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita sangat cepat dan signifikan,\u201d ujar Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMirza juga meyakini akan terwujudnya Lampung sebagai daerah sentra hilirisasi produk pangan karena saat ini setiap perusahaan yang berencana akan membangun pabrik pengolahan produk pangan semuanya melirik Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHasil perkebunan kita melimpah, lahan kita luas, lokasi kita strategis tidak terlalu jauh dengan Jakarta, jadi banyak perusahaan yang ingin membangun pabrik itu melirik daerah kita,\u201d ujarnya. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Provinsi Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi besar yang akan dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Pada Desember 2025 ini, akan dilakukan peremajaan tanaman di sektor hulu dengan kucuran dana Rp180 miliar dan tahun depan akan dibangun pabrik pengolahan di sektor hilir. \u200e \u200eHal itu terungkap dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Dirjenbun Kementan RI Abdul Roni Angkat beserta jajaran dan perwakilan perusahaan di ruang kerja Gubernur, Bandar Lampung, Kamis (18\/9\/2025). \u200e \u200eAbdul Roni Angkat menyampaikan saat ini Lampung menjadi target program hilirisasi dan investasi. \u200e \u200e&#8221;Sesuai instruksi Pak Menteri, insya Allah kita akan usung program hilirisasi dan investasi yang besar untuk Lampung. Hilirisasi produk pangan di bagian hulu yaitu proses peremajaan, kita sediakan benih, jasa penanaman hingga pengolahan tanah,&#8221; ungkap Roni. \u200e \u200eDia menjelaskan nilai investasinya yaitu bahan baku yang diberikan itu akan menjadi sebuah ekosistem dan menjadi bahan baku yang bisa diperhitungkan untuk dibuat produk hilirisasi perkebunan seperti pabrik tapioka, pabrik kopi, pabrik coklat, pabrik gula dan lain sebagainya. Dia juga menyebut pada tahap awal Kementan akan langsung mengeksekusi proses hilirisasi di bagian hulu (proses peremajaan). \u200e \u200e\u201cSeptember ini akan langsung kita eksekusi dengan dana Rp180 miliar dan ditargetkan selesai Desember, kemudian untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-52372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52374,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52372\/revisions\/52374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}