{"id":52280,"date":"2025-09-12T16:12:59","date_gmt":"2025-09-12T09:12:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52280"},"modified":"2025-09-12T16:12:59","modified_gmt":"2025-09-12T09:12:59","slug":"menteri-agama-resmikan-masjid-raya-al-bakrie-pusat-ibadah-dan-ekonomi-umat-di-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/12\/menteri-agama-resmikan-masjid-raya-al-bakrie-pusat-ibadah-dan-ekonomi-umat-di-lampung\/","title":{"rendered":"\u200eMenteri Agama Resmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Pusat Ibadah dan Ekonomi Umat di Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Jumat (12\/09\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePeresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan tokoh nasional Aburizal Bakrie dari perwakilan keluarga Bakrie.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara peresmian diawali pembacaan ayat suci Al-Qur\u2019an, laporan pembangunan oleh Aninditha Anestya Bakrie, dan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Usai peresmian, dilaksanakan salat Jumat berjemaah, ramah tamah, serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik, tetapi juga aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas religius sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-52281\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250912-WA0161_2.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMasjid megah yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi ini mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial-ekonomi, dengan fasilitas ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah keluarga, serta lebih dari 70 gerai UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAburizal Bakrie yang mewakili keluarga besar Bakrie menyampaikan pesan terkait pemeliharaan masjid. Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Al-Bakrie harus dijaga bersama, tidak hanya sebagai bangunan megah, tapi juga agar tetap bersih, nyaman, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya sudah menitipkan kepada Bapak Gubernur agar masjid ini diolah dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Sesekali harus dibersihkan, jangan sampai orang beranggapan masjid besar tapi kurang terurus. Justru kita harus tunjukkan rumah Allah bisa dijaga tetap bersih, rapi, dan indah,\u201d ujar Aburizal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan masjid ini diharapkan menjadi pusat keberkahan bagi masyarakat Lampung. \u201cMudah-mudahan Masjid Raya Al-Bakrie memberi manfaat besar, mempersatukan umat, dan menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan bagi daerah ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_52282\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-52282\" class=\"wp-image-52282 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250912-WA0162_2.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-52282\" class=\"wp-caption-text\"><strong><em>SALAT JUMAT<\/em><\/strong><em>. Ribuan umat Muslim menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, USA I diresmikan pada Jumat (12\/9\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eGubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie yang ia sebut sebagai rumah besar umat Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Masjid ini kita harapkan menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur\u2019an, para pemuda menemukan jati diri dan arah hidup, orang tua bersujud memohon ampun, serta seluruh lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah rumah besar umat Lampung, yang akan terus melahirkan gagasan dan gerakan kebaikan,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menambahkan, kehadiran masjid ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun ikon-ikon daerah yang bermanfaat langsung bagi rakyat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMasjid ini bukan hanya kebanggaan secara fisik, tetapi harus hidup dengan sifat-sifat yang indah. Ketika sifat itu terwujud, masyarakat tidak hanya kagum, tapi akan cinta, dan cinta inilah yang membuat masjid terus diramaikan dan dimakmurkan,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur Mirza menekankan Masjid Raya Al-Bakrie tidak hanya diperuntukkan bagi ibadah, tetapi juga terbuka untuk kegiatan sosial, pendidikan Al-Qur\u2019an, bahkan menjadi ruang kebersamaan lintas umat. Beliau juga menggagas ide untuk menjadikan masjid ini destinasi utama bagi para pendatang ke Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya ingin setiap orang yang datang ke Lampung bisa singgah di Masjid Al-Bakri. Dari bandara, kita akan siapkan akses langsung ke sini. Sehingga yang diceritakan orang tentang Lampung nantinya adalah masjid yang indah ini,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai tindak lanjut, Masjid Raya Al-Bakrie juga akan menjadi pusat kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan, termasuk menjadi lokasi program nasional Damai Indonesiaku TV One pada 13\u201314 September 2025 yang menghadirkan penceramah nasional dan terbuka untuk masyarakat umum. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meresmikan Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Jumat (12\/09\/2025). \u200e \u200ePeresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan tokoh nasional Aburizal Bakrie dari perwakilan keluarga Bakrie. \u200e \u200eAcara peresmian diawali pembacaan ayat suci Al-Qur\u2019an, laporan pembangunan oleh Aninditha Anestya Bakrie, dan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Usai peresmian, dilaksanakan salat Jumat berjemaah, ramah tamah, serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan santunan. \u200e \u200eDengan hadirnya Masjid Raya Al-Bakrie, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik, tetapi juga aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas religius sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. \u200e \u200eMasjid megah yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi ini mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial-ekonomi, dengan fasilitas ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah keluarga, serta lebih dari 70 gerai UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. \u200e \u200eAburizal Bakrie yang mewakili keluarga besar Bakrie menyampaikan pesan terkait pemeliharaan masjid. Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Al-Bakrie harus dijaga bersama, tidak hanya sebagai bangunan megah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-52280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52280"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52284,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52280\/revisions\/52284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}