{"id":52134,"date":"2025-09-01T08:51:21","date_gmt":"2025-09-01T01:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52134"},"modified":"2025-09-01T08:51:21","modified_gmt":"2025-09-01T01:51:21","slug":"pedagang-kecil-harap-demo-tidak-anarkis-dan-pemerintah-dengarkan-suara-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/09\/01\/pedagang-kecil-harap-demo-tidak-anarkis-dan-pemerintah-dengarkan-suara-rakyat\/","title":{"rendered":"\u200ePedagang Kecil Harap Demo Tidak Anarkis Dan Pemerintah Dengarkan Suara Rakyat \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB):<\/strong> Massa yang berasal dari berbagai aliansi dan mahasiswa menggelar aksi Gedung DPRD Provinsi Lampung dengan mengusung isu kenaikan tunjangan dewan yang fantastis serta poin-poin lainnya, hari ini, Senin (1\/9\/2025),<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBagi pedagang kecil yang tidak memahami apa itu kursi parlemen, hanya berharap dapur mereka tetap bisa mengebul sehingga anak istri tidal kelaparan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan pantauan media ini di sejumlah pasar di Bandar Lampung pagi ini suasana masih ramai meskipun ada rasa khawatir dampak demonstrasi. Para pedagang berharap demo tidak anarkis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDemo boleh saja, itu hak rakyat. Tapi harapan kami, jangan sampai rusuh. Kalau sampai anarkis, yang rugi tetap kami juga. Pembeli takut datang ke pasar, dagangan tidak laku,\u201d ujar Budianto, seorang pedagang Bakso keliling dengan wajah serius.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa mengaku memahami maksud para pendemo. Baginya, keresahan soal kebijakan pemerintah memang nyata terasa. Namun Budianto berharap aksi ini tidak keluar jalur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cFokus saja pada tuntutan. Jangan mau diprovokasi. Kalau fasilitas umum rusak, yang kena dampak tetap rakyat kecil,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBudi juga berharap pemerintah mendengar suara rakyat tanpa harus ada korban.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHarapan serupa datang dari pedagang lainnya, Sugiyanti. Wanita tua pedagang Warung Soto di depan Kantor Kajati Lampung<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMeskipun ada demo, saya tetap berjualan. Rezeki harus dicari, tidak bisa menunggu. Semoga tidak ada keributan, yang kami butuhkan sebenarnya perhatian pemerintah pada perekonomian rakyat kecil seperti kami,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJika situasi kacau, pembeli enggan keluar rumah. Jika jalan ditutup, distribusi barang terhambat. Dan jika kerusuhan pecah, mereka yang pertama kali merasakan sepinya pasar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKalau ribut, ya semua nanti kena dampak. Saya berdoa semoga demonya tetap damai. Karena bagi kami, satu hari tanpa jual beli berarti satu hari tanpa penghasilan,&#8221; tutupnya. (jam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Massa yang berasal dari berbagai aliansi dan mahasiswa menggelar aksi Gedung DPRD Provinsi Lampung dengan mengusung isu kenaikan tunjangan dewan yang fantastis serta poin-poin lainnya, hari ini, Senin (1\/9\/2025), \u200e \u200eBagi pedagang kecil yang tidak memahami apa itu kursi parlemen, hanya berharap dapur mereka tetap bisa mengebul sehingga anak istri tidal kelaparan. \u200e \u200eBerdasarkan pantauan media ini di sejumlah pasar di Bandar Lampung pagi ini suasana masih ramai meskipun ada rasa khawatir dampak demonstrasi. Para pedagang berharap demo tidak anarkis. \u200e \u200e\u201cDemo boleh saja, itu hak rakyat. Tapi harapan kami, jangan sampai rusuh. Kalau sampai anarkis, yang rugi tetap kami juga. Pembeli takut datang ke pasar, dagangan tidak laku,\u201d ujar Budianto, seorang pedagang Bakso keliling dengan wajah serius. \u200e \u200eIa mengaku memahami maksud para pendemo. Baginya, keresahan soal kebijakan pemerintah memang nyata terasa. Namun Budianto berharap aksi ini tidak keluar jalur. \u200e \u200e\u201cFokus saja pada tuntutan. Jangan mau diprovokasi. Kalau fasilitas umum rusak, yang kena dampak tetap rakyat kecil,\u201d tambahnya. \u200e \u200eBudi juga berharap pemerintah mendengar suara rakyat tanpa harus ada korban. \u200e \u200eHarapan serupa datang dari pedagang lainnya, Sugiyanti. Wanita tua pedagang Warung Soto di depan Kantor Kajati Lampung \u200e \u200e\u201cMeskipun ada demo, saya tetap berjualan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-52134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52134"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52136,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52134\/revisions\/52136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}