{"id":52107,"date":"2025-08-30T15:21:25","date_gmt":"2025-08-30T08:21:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52107"},"modified":"2025-08-30T15:22:49","modified_gmt":"2025-08-30T08:22:49","slug":"hujan-deras-desa-sukajaya-lempasing-pesawaran-dihantam-banjir-dan-tanah-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/30\/hujan-deras-desa-sukajaya-lempasing-pesawaran-dihantam-banjir-dan-tanah-longsor\/","title":{"rendered":"\u200eHujan Deras, Desa Sukajaya Lempasing Pesawaran Dihantam Banjir Dan Tanah Longsor"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Banjir merendam beberapa dusun di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran setelah hujan deras mengguyur Hujan deras mengguyur pada Sabtu (30\/8\/2025) pagi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAdapun dusun yang terendam banjir, yakni Dusun II, Dusun III, Dusun V, dan Dusun VIII dengan ketinggian air berkisar 30 sampai 50 cm sehingga sempat mengganggu aktivitas warga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerdasarkan pantauan di lokasi, di dalam rumah warga genangan air mencapai betis orang dewasa sehingga mengakibatkan beberapa barang mengalami kerusakan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain mengakibatkan banjir, hujan juga menyebabkan tanah longsor di ruas jalan provinsi yang berlokasi di sekitar Tempat Pelekangan Ikan (TPI) Lempasing dan ruas jalan pantai Mutun yang mengakibatkan arus lalu lintas macet akibat material longsor sempat menutup badan jalan.<\/p>\n<p>\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, genangan air juga terjadi di ruas jalan tepatnya di lokasi destinasi wisata Pantai Tirtayasa. Genangan banjir yang cukup tinggi sempat membuat laju kendaraan terhambat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePemkab Pesawaran; jajaran BPBD, camat, dan perangkat daerah bergerak cepat turun ke lokasi untuk menangani bencana dan membantu evakuasi warga terdampak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eCamat Teluk Pandan, Salpani, mengatakan BPBD Pesawaran bersama Polrestabes Bandar Lampung sudah melakukan evakuasi dan mengatur lalu lintas sehingga kendaraan bisa kembali melintas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Jajaran BPBD Pesawaran bersama Anggota Polresta Bandar Lampung sudah turun ke lokasi melakukan penanganan dan evakuasi warga terdampak,&#8221; ungkap Salpani.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaat ini fokusnya adalah keselamatan warga dan memastikan arus lalu lintas kembali lancar. Diimbau kepada warga untuk selalu waspada karena cuaca ekstrem masih terjadi,\u201d ujarnya. (Ansori)<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Banjir merendam beberapa dusun di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran setelah hujan deras mengguyur Hujan deras mengguyur pada Sabtu (30\/8\/2025) pagi. \u200e \u200eAdapun dusun yang terendam banjir, yakni Dusun II, Dusun III, Dusun V, dan Dusun VIII dengan ketinggian air berkisar 30 sampai 50 cm sehingga sempat mengganggu aktivitas warga. \u200e \u200eBerdasarkan pantauan di lokasi, di dalam rumah warga genangan air mencapai betis orang dewasa sehingga mengakibatkan beberapa barang mengalami kerusakan. \u200e \u200eSelain mengakibatkan banjir, hujan juga menyebabkan tanah longsor di ruas jalan provinsi yang berlokasi di sekitar Tempat Pelekangan Ikan (TPI) Lempasing dan ruas jalan pantai Mutun yang mengakibatkan arus lalu lintas macet akibat material longsor sempat menutup badan jalan. \u200e \u200eSelain itu, genangan air juga terjadi di ruas jalan tepatnya di lokasi destinasi wisata Pantai Tirtayasa. Genangan banjir yang cukup tinggi sempat membuat laju kendaraan terhambat. \u200e \u200ePemkab Pesawaran; jajaran BPBD, camat, dan perangkat daerah bergerak cepat turun ke lokasi untuk menangani bencana dan membantu evakuasi warga terdampak. \u200e \u200eCamat Teluk Pandan, Salpani, mengatakan BPBD Pesawaran bersama Polrestabes Bandar Lampung sudah melakukan evakuasi dan mengatur lalu lintas sehingga kendaraan bisa kembali melintas. \u200e \u200e&#8221;Jajaran BPBD Pesawaran bersama Anggota Polresta Bandar Lampung sudah turun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-52107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52107"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52111,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52107\/revisions\/52111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}