{"id":52101,"date":"2025-08-30T08:34:28","date_gmt":"2025-08-30T01:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=52101"},"modified":"2025-08-30T08:34:28","modified_gmt":"2025-08-30T01:34:28","slug":"sikapi-sri-mulyani-guru-beban-negara-fp3l-gelar-diskusi-dengan-pakar-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/30\/sikapi-sri-mulyani-guru-beban-negara-fp3l-gelar-diskusi-dengan-pakar-pendidikan\/","title":{"rendered":"\u200eSikapi Sri Mulyani &#8216;Guru Beban Negara&#8217;, FP3L Gelar Diskusi dengan Pakar Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Forum Pemuda Peduli Pendidikan Lampung (FP3L) menggelar diskusi dengan tema, Guru Menjadi Beban Negara bersama pakar dan pengamat pendidikan di Nuwono Tasya Guesthouse, Jl. Perwira No.9\u00a0 Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (29\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara ini menghadirkan narasumber Ketua Dewan Pakar Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) sekaligus Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Gino Vanolie, S.Pd., M.H., Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.M., dan Ketua Komisi V DPRD Lampung Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M.,\u00a0Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung Hamda Sukma, S.Si, M.Pd.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGino menyampaikan statemen Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru menjadi beban negara sangat mengecewakan. Sejatinya peran guru, ucap Gino, sangat penting namun kesejahteraannya jauh dari kata layak, khususnya guru honorer.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya merasa pernyataan Sri Mulyani terkait guru menjadi beban negara menjadi pemicu kebalikannya karena pada dasarnya guru honorer jauh dari kata layak,&#8221; ujar Gino.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut Gino menambahkan kurang sepakat terhadap kebijkan pemerintah yang menghapus dana komite sekolah, sebab pemerintah belum memberikan solusi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kami tidak sepakat komite sekolah dihapus, kalau pun kebijakan ini diterapkan pemerintah harus mecari solusi untuk kelayakan dunia pendidikan. Gubernur harus mencari solusi untuk mengcover dana BOS agar dunia pendidikan menjadi berkualitas,&#8221; tambah Gino.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah menyampaikan masalah dunia pendidikan yang komplek sehingga harus dicari solusi yang tepat. Menurut Iqbal Pemerintah Provinsi Lampung harus mampu menyiaokan anggaran untuk Pendidikan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya menanggapi masalah pendidikan yang komplek. Masalah ini harus diluruskan dan mencari solusi dari pemangku kebijakan. Seharusnya Pemerintah Lampung memikirkan anggaran untuk menangani dunia pendidikan sehingga tercipta SDM yang berkualitas,&#8221; ungkap Iqbal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200elebih lanjut Iqbal menekankan ada anggaran infrastruktur yang kurang efisien dan dapat dialihkan ke dunia pendidikan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya berharap pemangku kebijakan dapat memikirkan dan mencari solusi untuk kemajuan dunia pendidikan terkhusus di Lampung secara global untuk Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua FP3L, Ahmad Tohamudin, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap pernyataan Menteri Keuangan yang menyebut guru sebagai beban back negara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kita merasa prihatin atas penyataan Menteri ini. Sebagai masyarakat tentu kita kecewa. Kok bisa seorang menteri ngomong guru beban negara,&#8221; ucap Ahmad. (Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Forum Pemuda Peduli Pendidikan Lampung (FP3L) menggelar diskusi dengan tema, Guru Menjadi Beban Negara bersama pakar dan pengamat pendidikan di Nuwono Tasya Guesthouse, Jl. Perwira No.9\u00a0 Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (29\/8\/2025). \u200e \u200eAcara ini menghadirkan narasumber Ketua Dewan Pakar Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) sekaligus Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Gino Vanolie, S.Pd., M.H., Ketua KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.M., dan Ketua Komisi V DPRD Lampung Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M.,\u00a0Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung Hamda Sukma, S.Si, M.Pd. \u200e \u200eGino menyampaikan statemen Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru menjadi beban negara sangat mengecewakan. Sejatinya peran guru, ucap Gino, sangat penting namun kesejahteraannya jauh dari kata layak, khususnya guru honorer. \u200e \u200e&#8221;Saya merasa pernyataan Sri Mulyani terkait guru menjadi beban negara menjadi pemicu kebalikannya karena pada dasarnya guru honorer jauh dari kata layak,&#8221; ujar Gino. \u200e \u200eLebih lanjut Gino menambahkan kurang sepakat terhadap kebijkan pemerintah yang menghapus dana komite sekolah, sebab pemerintah belum memberikan solusi. \u200e \u200e&#8221;Kami tidak sepakat komite sekolah dihapus, kalau pun kebijakan ini diterapkan pemerintah harus mecari solusi untuk kelayakan dunia pendidikan. Gubernur harus mencari solusi untuk mengcover dana BOS agar dunia pendidikan menjadi berkualitas,&#8221; tambah Gino. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":52102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,11],"tags":[],"class_list":["post-52101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52103,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52101\/revisions\/52103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}