{"id":51969,"date":"2025-08-24T21:46:26","date_gmt":"2025-08-24T14:46:26","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51969"},"modified":"2025-08-24T21:53:09","modified_gmt":"2025-08-24T14:53:09","slug":"40-perupa-lampung-dari-3-generasi-gelar-pameran-di-taman-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/24\/40-perupa-lampung-dari-3-generasi-gelar-pameran-di-taman-budaya\/","title":{"rendered":"\u200e40 Perupa Lampung dari 3 Generasi Gelar Pameran di Taman Budaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Sebanyak 40 perupa Lampung lintas generasi mempresentasikan 43 karya lukisan dalam pameran bertajuk \u201cWe Take Action\u201d di Taman Budaya Lampung, 23-29 Agustus 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePameran resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mewakili Gubernur Lampung, Sabtu (23\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Thomas menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya. \u201cKami akan selalu mendorong kegiatan kesenian yang positif demi kemajuan kebudayaan di daerah yang kita cintai ini, khususnya Lampung,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Taman Budaya Lampung, Ingga Setiawati, menambahkan pihaknya mendukung penuh kegiatan para seniman daerah. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif sebagai wadah menggali potensi perupa Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPameran ini menjadi wadah positif sekaligus menghimpun potensi perupa Lampung dalam kerja-kerja kreatifnya,\u201d katanya.<\/p>\n<div id=\"attachment_51975\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-51975\" class=\"size-full wp-image-51975\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250824-WA01691.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250824-WA01691.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250824-WA01691-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250824-WA01691-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250824-WA01691-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-51975\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>FOTO BERSAMA.<\/strong> Para perupa foto bersama usai pembukaan, Sabtu (23\/8\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200ePelukis senior, Pulung Swandaru, mengaku terharu dapat kembali tampil dalam ajang seni rupa murni bersama perupa muda. \u201cSudah lama sekali kegiatan seperti ini vakum. Semoga menjadi awal semangat baru bagi generasi muda untuk terus berkarya,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, salah satu perupa peserta pameran, Zulfikar Maradona, mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dalam pameran ini. Dia mengaku ini kali pertama karyanya dipamerkan bersama dengan para perupa Lampung. Dalam pameran ini, dia memamerkan sebuah karya lukis seekor induk gajah bersama anaknya ukuran 1&#215;1 meter, berjudul &#8220;Ibu&#8221;.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya merasa bersyukur dan senang bisa bertemu langsung dan menimba ilmu dari perupa-perupa keren di Lampung,&#8221; ucap Dona, Minggu (24\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua pelaksana, Damsi Tarmizi, menjelaskan pameran ini menghadirkan tiga generasi seniman dengan beragam gaya dan teknik meskipun didominasi oleh perupa muda. Salah satu karya yang menonjol adalah garapan kolektif Komunitas Kombir 24 yang menampilkan kritik sosial melalui lukisan berbentuk gedung menyerupai keong kembar berwarna hijau, sarat simbol kebijakan, uang, dan penderitaan rakyat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, karya \u201cLampung\u201d milik Bunga Ilalang berukuran 150 x 150 cm yang dibuat dengan teknik akrilik di atas kanvas, berhasil terjual pada hari pertama kepada seorang kolektor.<br \/>\n\u200ePameran yang dihadiri ratusan pengunjung dari kalangan Generasi Z hingga milenial ini dinilai sukses dan memberi semangat baru bagi perkembangan seni rupa di Lampung. (CH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Sebanyak 40 perupa Lampung lintas generasi mempresentasikan 43 karya lukisan dalam pameran bertajuk \u201cWe Take Action\u201d di Taman Budaya Lampung, 23-29 Agustus 2025. \u200e \u200ePameran resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mewakili Gubernur Lampung, Sabtu (23\/8\/2025). \u200e \u200eDalam sambutannya, Thomas menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya. \u201cKami akan selalu mendorong kegiatan kesenian yang positif demi kemajuan kebudayaan di daerah yang kita cintai ini, khususnya Lampung,\u201d ujarnya. \u200e \u200eKepala Taman Budaya Lampung, Ingga Setiawati, menambahkan pihaknya mendukung penuh kegiatan para seniman daerah. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif sebagai wadah menggali potensi perupa Lampung. \u200e \u200e\u201cPameran ini menjadi wadah positif sekaligus menghimpun potensi perupa Lampung dalam kerja-kerja kreatifnya,\u201d katanya. \u200ePelukis senior, Pulung Swandaru, mengaku terharu dapat kembali tampil dalam ajang seni rupa murni bersama perupa muda. \u201cSudah lama sekali kegiatan seperti ini vakum. Semoga menjadi awal semangat baru bagi generasi muda untuk terus berkarya,\u201d ungkapnya. \u200e \u200eSementara itu, salah satu perupa peserta pameran, Zulfikar Maradona, mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dalam pameran ini. Dia mengaku ini kali pertama karyanya dipamerkan bersama dengan para perupa Lampung. Dalam pameran ini, dia memamerkan sebuah karya lukis seekor induk gajah bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-51969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51969","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51969"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51977,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51969\/revisions\/51977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}