{"id":51927,"date":"2025-08-20T20:36:49","date_gmt":"2025-08-20T13:36:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51927"},"modified":"2025-08-20T20:36:49","modified_gmt":"2025-08-20T13:36:49","slug":"panjat-tiang-bendera-8-meter-perbaiki-tali-bendera-saat-upacara-hut-ri-bocah-sd-di-lampung-dapat-hadiah-dari-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/20\/panjat-tiang-bendera-8-meter-perbaiki-tali-bendera-saat-upacara-hut-ri-bocah-sd-di-lampung-dapat-hadiah-dari-gubernur\/","title":{"rendered":"\u200ePanjat Tiang Bendera 8 Meter Perbaiki Tali Bendera Saat Upacara HUT RI, Bocah SD di Lampung Dapat Hadiah dari Gubernur"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi atas keberanian Raihan Diaz Rinawi, siswa sekolah dasar yang viral setelah aksinya memanjat tiang bendera pada Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (17\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRaihan menjadi perhatian publik setelah secara spontan memanjat tiang bendera setinggi hampir delapan meter di Lapangan Merpati. Saat itu, jalannya upacara sempat terhenti karena tali pengait bendera tersangkut di pucuk tiang. Tanpa ragu, Raihan maju dan memanjat tiang hingga berhasil memperbaiki tali tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAksi heroik ini disaksikan aparat TNI, petugas upacara, hingga masyarakat yang hadir. Usai turun, tubuhnya langsung dipapah dan diberi minum serta makanan ringan karena napasnya terengah-engah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai bentuk apresiasi, Gubernur mengundang Raihan bersama kedua orang tua dan adiknya ke Rumah Dinas Gubernur, Mahan Agung, Senin (18\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda, serta perwakilan Bank Lampung memberikan hadiah kepada Raihan atas keberaniannya, di antaranya uang tunai, tabungan Bank Lampung senilai Rp2.500.000, pakaian, makanan ringan, serta satu unit sepeda.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKehadiran Raihan juga disambut hangat keluarga besar Gubernur. Ibunda Gubernur, Hj. Yurtati Djausal, dan adiknya, Dewi Mayang Suri, yang turut hadir dan tampak bahagia dengan kedatangan Raihan bersama keluarganya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cRaihan ini mirip sekali dengan Mirza waktu kecil. Dulu Mirza juga sangat aktif, sampai saya bawa ke psikolog di Jakarta untuk tes IQ. Hasilnya di atas rata-rata, 141 waktu itu,\u201d kenang Hj. Yurtati sambil mendoakan Raihan kelak menjadi anak yang sukses.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam suasana penuh keakraban Gubernur menanyakan cita-cita Raihan, yang dijawab lantang bocah kelas sekolah dasar itu ingin menjadi polisi. Raihan tampak semringah saat mencoba sepeda pemberian Gubernur meskipun sempat mendapat candaan karena ukuran sepeda yang sedikit tinggi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cWah, masih ketinggian ya, kalau gitu nggak jadi ya,\u201d ujar Gubernur sambil bercanda.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSudah bisa kok ini cukup,\u201d sahut Raihan penuh percaya diri, yang disambut semua yang hadir.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetika ditanya soal keberaniannya memanjat tiang bendera, Raihan dengan polos mengaku melakukannya tanpa arahan siapa pun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya sendiri saja, <em>nggak<\/em> ada yang <em>nyuruh<\/em>,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menyampaikan rasa bangganya atas keberanian Raihan yang menurutnya menjadi teladan bagi anak-anak lainnya. \u201cAksi Raihan menjadi teladan bagi anak-anak lain bahwa keberanian, kepedulian, dan cinta Tanah Air bisa ditunjukkan dengan cara sederhana namun berarti,\u201d ujar Gubernur. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi atas keberanian Raihan Diaz Rinawi, siswa sekolah dasar yang viral setelah aksinya memanjat tiang bendera pada Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (17\/8\/2025). \u200e \u200eRaihan menjadi perhatian publik setelah secara spontan memanjat tiang bendera setinggi hampir delapan meter di Lapangan Merpati. Saat itu, jalannya upacara sempat terhenti karena tali pengait bendera tersangkut di pucuk tiang. Tanpa ragu, Raihan maju dan memanjat tiang hingga berhasil memperbaiki tali tersebut. \u200e \u200eAksi heroik ini disaksikan aparat TNI, petugas upacara, hingga masyarakat yang hadir. Usai turun, tubuhnya langsung dipapah dan diberi minum serta makanan ringan karena napasnya terengah-engah. \u200e \u200eSebagai bentuk apresiasi, Gubernur mengundang Raihan bersama kedua orang tua dan adiknya ke Rumah Dinas Gubernur, Mahan Agung, Senin (18\/8\/2025). \u200e \u200eDalam pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bappeda, serta perwakilan Bank Lampung memberikan hadiah kepada Raihan atas keberaniannya, di antaranya uang tunai, tabungan Bank Lampung senilai Rp2.500.000, pakaian, makanan ringan, serta satu unit sepeda. \u200e \u200eKehadiran Raihan juga disambut hangat keluarga besar Gubernur. Ibunda Gubernur, Hj. Yurtati Djausal, dan adiknya, Dewi Mayang Suri, yang turut hadir dan tampak bahagia dengan kedatangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8],"tags":[],"class_list":["post-51927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apresiasi-dan-inspirasi","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51929,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51927\/revisions\/51929"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}