{"id":51897,"date":"2025-08-16T18:52:37","date_gmt":"2025-08-16T11:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51897"},"modified":"2025-08-18T19:24:47","modified_gmt":"2025-08-18T12:24:47","slug":"upacara-hut-ke-80-ri-di-atas-laut-iyay-mirza-catat-rekor-muri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/16\/upacara-hut-ke-80-ri-di-atas-laut-iyay-mirza-catat-rekor-muri\/","title":{"rendered":"Upacara HUT Ke-80 RI di Atas Laut, Iyay Mirza Catat Rekor MURI"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara unik, yakni di atas permukaan laut Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (16\/8\/2025).<\/p>\n<p>Upacara tersebut diikuti ratusan peserta dari Komunitas Perenang Antar Pulau yang membentuk formasi angka \u201c80\u201d di tengah laut sebagai simbol usia kemerdekaan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta Danrem 043\/Gatam Brigjen TNI Haryantana.<\/p>\n<p>Atas pelaksanaan upacara ini, Mirza menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gubernur Pertama di Dunia yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut. MURI juga mencatat peristiwa ini sebagai Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak.<\/p>\n<p>Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan pelaksanaan upacara di laut ini merupakan wujud cinta Tanah Air dengan cara yang kreatif dan penuh semangat serta menjadi simbol keberanian, kebersamaan, dan kreativitas bangsa.<\/p>\n<p>\u201cBila umumnya upacara bendera dilakukan di darat, kali ini kita adakan di tengah laut. Ini adalah simbol keberanian, kebersamaan, sekaligus inovasi terhadap nilai luhur kemerdekaan itu sendiri,\u201d kata Gubernur.<\/p>\n<p>Dia juga mengatakan kemerdekaan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjuangan bangsa. Mengutip Bung Karno, Gubernur menyampaikan bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya tidak akan mampu berdiri sebagai bangsa merdeka.<\/p>\n<p>\u201cHari ini kita menunjukkan kepercayaan diri sebagai bangsa pemberani, sekaligus bangsa yang kuat dan siap menghadapi masa depan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Gubernur juga menyinggung potensi Lampung sebagai daerah maritim dengan kekayaan wisata bahari. Ia menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan sektor ini secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>\u201cLampung akan menjadi model pembangunan maritim yang kuat, mandiri, dan membanggakan. Harapan kami, Lampung tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan, inklusif, dan partisipatif,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Gubernur juga mengapresiasi Komunitas Perenang Antar Pulau yang kembali berhasil mencatatkan rekor MURI. Sebelumnya pada tahun yang lalu, Komunitas Perenang Antar Pulau memecahkan rekor MURI dengan berenang di perairan terbuka sejauh 8 KM sambil membawa Bendera Merah Putih.<\/p>\n<p>\u201cTeruslah berkreasi, teruslah menjadi inspirasi, karena kemerdekaan dihidupkan melalui karya dan pengabdian nyata. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Direktur Marketing MURI, Awan Raharjo, mengapresiasi kreativitas dan antusiasme peserta. Ia mengungkapkan sebelumnya peserta upacara yang tercatat sebanyak 511 peserta, namun karena animo yang meningkat, jumlah peserta upacara bertambah.<\/p>\n<p>\u201cKami mendapat catatan ada 511 peserta, tapi animo dan antusiasme para peserta yang ikut ambil bagian pada peristiwa hari ini bertambah, dan terakhir kami mendapat data menjadi 565 peserta,&#8221; ujarnya. (kmf).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara unik, yakni di atas permukaan laut Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (16\/8\/2025). Upacara tersebut diikuti ratusan peserta dari Komunitas Perenang Antar Pulau yang membentuk formasi angka \u201c80\u201d di tengah laut sebagai simbol usia kemerdekaan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta Danrem 043\/Gatam Brigjen TNI Haryantana. Atas pelaksanaan upacara ini, Mirza menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gubernur Pertama di Dunia yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut. MURI juga mencatat peristiwa ini sebagai Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak. Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan pelaksanaan upacara di laut ini merupakan wujud cinta Tanah Air dengan cara yang kreatif dan penuh semangat serta menjadi simbol keberanian, kebersamaan, dan kreativitas bangsa. \u201cBila umumnya upacara bendera dilakukan di darat, kali ini kita adakan di tengah laut. Ini adalah simbol keberanian, kebersamaan, sekaligus inovasi terhadap nilai luhur kemerdekaan itu sendiri,\u201d kata Gubernur. Dia juga mengatakan kemerdekaan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjuangan bangsa. Mengutip Bung Karno, Gubernur menyampaikan bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya tidak akan mampu berdiri sebagai bangsa merdeka. \u201cHari ini kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8],"tags":[],"class_list":["post-51897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-apresiasi-dan-inspirasi","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51897"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51904,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51897\/revisions\/51904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}