{"id":51746,"date":"2025-08-13T11:22:17","date_gmt":"2025-08-13T04:22:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51746"},"modified":"2025-08-13T12:16:07","modified_gmt":"2025-08-13T05:16:07","slug":"sepasang-sejoli-gasak-laptop-milik-supervisor-di-parkiran-klinik-kosasih-kemiling-terekam-cctv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/13\/sepasang-sejoli-gasak-laptop-milik-supervisor-di-parkiran-klinik-kosasih-kemiling-terekam-cctv\/","title":{"rendered":"\u200eSepasang Sejoli Gasak Laptop Milik Supervisor di Parkiran Klinik Kosasih Kemiling Terekam CCTV"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Diduga sepasang sejoli terekam CCTV\u00a0nekat mencuri laptop milik supervisor Klinik Kosasih, Eka Fitriyana (28) yang tergantung di dashboard motor di area parkir Klinik Kosasih Jl. Teuku Cik Ditiro, Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa (12\/8\/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepada <em><strong>lampungbarometer.id<\/strong><\/em>, korban menceritakan, saat itu dia baru tiba di klinik dengan mengendarai sepeda motor dan membawa laptop Merk Lenovo Thinkpad tipe x260 yang digantung di dashboard sepeda motor miliknya. Setelah memarkirkan motor, dia langsung masuk sedangkan laptop masih tergantung di motor. Menurutnya, saat itu dia hanya sebentar dan akan segera kembali mengambil laptopnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Jadi saya baru sampai, motor saya parkirkan di parkiran depan lalu saya turun ke bagian teras depan klinik. Saat itu laptop masih di motor, sebab saya pikir hanya sebentar dan berinisiatif akan segera saya ambil,&#8221; ungkap Eka, Rabu (13\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menerangkan hampir bersamaan datanglah diduga pelaku mengendarai motor berboncengan laki-laki dan perempuan. Salah satu terduga menunggu di motor, sedangkan yang perempuan masuk ke bagian penjaga meminta brosur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Posisi saya duduk di kursi bagian depan menghadap motor, dan tidak jauh dari motor. Hanya terhalang rolling door sedikit. Saya pikir para terduga pelaku adalah pelanggan yang akan berobat di klinik kami, jadi saya sama sekali tidak curiga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_51748\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-51748\" class=\"wp-image-51748 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250813-WA0048.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"672\" \/><p id=\"caption-attachment-51748\" class=\"wp-caption-text\"><em>RAWAN. Lokasi parkir rawan menjadi tempat aksi kejahatan.<\/em><\/p><\/div>\n<p dir=\"ltr\">\u200eLebih lanjut dia mengungkapkan, setelah pelaku pergi dia bermaksud akan mengambil laptopnya. Saat itulah korban baru menyadari jika laptop miliknya sudah raib.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya baru sadar laptop saya hilang saat saya kembali ke motor dan ternyata laptop yang saya sudah tidak ada. Saat kami cek CCTV, diduga pelakunya adalah pasangan sejoli yang tadi sempat berpura-pura sebagai pelanggan dan meminta brosur,&#8221; ungkap Eka.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu pegawai klinik, Aan Hudori (26), membenarkan kejadian pencurian yang menimpa supervisornya. &#8220;Benar Supervisor kami kehilangan laptop,&#8221; ucap Aan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 2 menit 13 detik yang diterima <em><strong>lampungbarometer.id<\/strong><\/em>, terlihat sebuah sepeda motor warna hitam yang dikendarai seorang laki-laki mengenakan baju lengan panjang warna krem serta memakai helm dan masker, membonceng perempuan berjilbab yang mengenakan helm warna merah, baju hitam dan bawahan celana panjang waena putih, memasuki area parkir Klinik Kosasih.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya motor tersebut berhenti tepat di sebelah motor korban, lalu perempuan yang dibonceng turun dan masuk klinik, pada saat bersamaan korban sempat menuju motornya dan meletakkan helm di bagian spion dan kembali masuk.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKurang dari satu menit kemudian, terlihat perempuan yang dibonceng keluar dari ruang klinik. Sempat berdiri di teras klinik sambil melihat handphone, dia lalu menuju motor, dimana pelaku lain sudah menunggu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSaat itulah, terlihat pelaku yang menunggu di motor mengambil diduga laptop dari motor korban, kemudian kedua tersangka kabur membawa hasil curiannya. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta. (Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Diduga sepasang sejoli terekam CCTV\u00a0nekat mencuri laptop milik supervisor Klinik Kosasih, Eka Fitriyana (28) yang tergantung di dashboard motor di area parkir Klinik Kosasih Jl. Teuku Cik Ditiro, Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung, Selasa (12\/8\/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. \u200e \u200eKepada lampungbarometer.id, korban menceritakan, saat itu dia baru tiba di klinik dengan mengendarai sepeda motor dan membawa laptop Merk Lenovo Thinkpad tipe x260 yang digantung di dashboard sepeda motor miliknya. Setelah memarkirkan motor, dia langsung masuk sedangkan laptop masih tergantung di motor. Menurutnya, saat itu dia hanya sebentar dan akan segera kembali mengambil laptopnya. \u200e \u200e&#8221;Jadi saya baru sampai, motor saya parkirkan di parkiran depan lalu saya turun ke bagian teras depan klinik. Saat itu laptop masih di motor, sebab saya pikir hanya sebentar dan berinisiatif akan segera saya ambil,&#8221; ungkap Eka, Rabu (13\/8\/2025). \u200e \u200eDia menerangkan hampir bersamaan datanglah diduga pelaku mengendarai motor berboncengan laki-laki dan perempuan. Salah satu terduga menunggu di motor, sedangkan yang perempuan masuk ke bagian penjaga meminta brosur. \u200e \u200e&#8221;Posisi saya duduk di kursi bagian depan menghadap motor, dan tidak jauh dari motor. Hanya terhalang rolling door sedikit. Saya pikir para terduga pelaku adalah pelanggan yang akan berobat di klinik kami, jadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51747,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,17],"tags":[],"class_list":["post-51746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-hukum-dan-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51746"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51757,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51746\/revisions\/51757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}