{"id":51537,"date":"2025-08-08T23:29:02","date_gmt":"2025-08-08T16:29:02","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51537"},"modified":"2025-08-08T23:29:02","modified_gmt":"2025-08-08T16:29:02","slug":"hut-ke-13-desa-trimulyo-terus-berkembang-dan-siap-bersaing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/08\/hut-ke-13-desa-trimulyo-terus-berkembang-dan-siap-bersaing\/","title":{"rendered":"\u200eHUT Ke-13, Desa Trimulyo Terus Berkembang dan Siap Bersaing \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin menggelar syukuran memperingati Hari Jadi Ke-13 dengan tema &#8220;Merajut Kebersamaan dalam Membangun Desa Lebih Sejahtera&#8221;, Senin (5\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara yang digelar di ruang aula desa ini, dihadiri warga, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, BPD, LPM, Karang Taruna, kader PKK dan ratusan warga.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Desa Tasman mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Menurut Tasman, kekuatan terbesar yang dapat memajukan Desa Trimulyo adalah masyarakatnya kompak, guyub dan rukun serta berani berkorban tenaga, harta, dan ide pemikiran demi kemajuan desa. Oleh karena itu, dia meminta seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Terima kasih kepada seluruh warga yang telah kompak, bergotong royong membangun desa, sehingga desa kita tercinta ini terus berkembang semakin baik sehingga bisa bersaing dengan desa-desa lain,&#8221; ujar Tasman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Camat Padang Cermin, Eko Novian, S.T.P. yang hadir dalam kegiatan ini, mengatakan Desa Trimulyo adalah desa yang relatif masih sangat muda. Meskipun demikian, Desa Trimulyo bisa meraih kemajuan yang sangat pesat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Desa Trimulyo ini masih sangat muda, tapi bisa bersaing dengan desa lain sudah lama bersiri. Ini terjadi karena leadership yang bagus dan semangat mengabdi aparatur desa serta kekompakan masyarakatnya luar biasa. Istilahnya dandang ketemu tutup. Klop,&#8221; ucap Eko Novian.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Kades dibagikan kepada para tokoh, BPD, dan tokoh pemekaran desa Lumadi. (*\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin menggelar syukuran memperingati Hari Jadi Ke-13 dengan tema &#8220;Merajut Kebersamaan dalam Membangun Desa Lebih Sejahtera&#8221;, Senin (5\/8\/2025). \u200e \u200eAcara yang digelar di ruang aula desa ini, dihadiri warga, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, BPD, LPM, Karang Taruna, kader PKK dan ratusan warga. \u200e \u200eKepala Desa Tasman mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Menurut Tasman, kekuatan terbesar yang dapat memajukan Desa Trimulyo adalah masyarakatnya kompak, guyub dan rukun serta berani berkorban tenaga, harta, dan ide pemikiran demi kemajuan desa. Oleh karena itu, dia meminta seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan. \u200e \u200e&#8221;Terima kasih kepada seluruh warga yang telah kompak, bergotong royong membangun desa, sehingga desa kita tercinta ini terus berkembang semakin baik sehingga bisa bersaing dengan desa-desa lain,&#8221; ujar Tasman. \u200e \u200eSementara itu, Camat Padang Cermin, Eko Novian, S.T.P. yang hadir dalam kegiatan ini, mengatakan Desa Trimulyo adalah desa yang relatif masih sangat muda. Meskipun demikian, Desa Trimulyo bisa meraih kemajuan yang sangat pesat. \u200e \u200e&#8221;Desa Trimulyo ini masih sangat muda, tapi bisa bersaing dengan desa lain sudah lama bersiri. Ini terjadi karena leadership yang bagus dan semangat mengabdi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-51537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51537"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51539,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51537\/revisions\/51539"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}