{"id":51496,"date":"2025-08-06T15:18:19","date_gmt":"2025-08-06T08:18:19","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51496"},"modified":"2025-08-06T15:18:19","modified_gmt":"2025-08-06T08:18:19","slug":"teguh-santosa-dinilai-figur-ideal-satukan-dan-pulihkan-marwah-pwi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/08\/06\/teguh-santosa-dinilai-figur-ideal-satukan-dan-pulihkan-marwah-pwi\/","title":{"rendered":"\u200eTeguh Santosa Dinilai Figur Ideal Satukan dan Pulihkan Marwah PWI \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eMedan (LB)<\/strong>: Di tengah memanasnya dinamika internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), nama Teguh Santosa mengemuka sebagai figur ideal untuk memulihkan kembali citra, marwah, dan kepercayaan publik terhadap organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePernyataan dukungan terhadap Teguh datang dari berbagai tokoh pers dan pengurus organisasi wartawan daerah, termasuk Penasehat PWI Sumatera Utara, Rianto, S.H., M.H. yang menilai Teguh Santosa adalah sosok tepat untuk menakhodai PWI ke depan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya menilai Teguh Santosa adalah pilihan tepat untuk menjadi Ketua Umum PWI. Ini bukan tanpa alasan. Teguh sudah berpuluh tahun mengabdi di dunia jurnalistik dan aktif dalam berbagai struktur organisasi kewartawanan,\u201d ujar Rianto dalam keterangannya di Medan, Selasa (5\/8\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, PWI sedang membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika organisasi, tapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan visi untuk membawa PWI kembali ke jalur perjuangan sebagai pilar keempat demokrasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan pentingnya pemulihan soliditas internal PWI agar organisasi ini bisa berkontribusi dalam mendorong cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya pribadi mendorong Teguh maju dalam Kongres PWI akhir Agustus ini. Banyak rekan-rekan dari PWI Pusat dan Daerah yang merindukan sosok pemersatu. Teguh adalah tokoh yang bisa menjembatani berbagai kepentingan, membawa PWI kembali ke khitahnya,\u201d jelas Anto, yang juga dikenal sebagai mantan Bendahara Umum JMSI Pusat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eCEO Media Sumut24 Group ini, yang juga menjabat Wakil Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kepemimpinan yang dapat menghilangkan sekat-sekat konflik internal yang menghambat kemajuan organisasi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKongres mendatang adalah momentum krusial. Kami berharap ketua umum yang terpilih nantinya adalah sosok yang mampu mempersatukan. Sebagai wartawan dan pengurus PWI, saya sangat merindukan suasana kebersamaan di organisasi ini. Seperti pepatah: \u2018Bercerai kita runtuh, bersatu kita teguh\u2019,\u201d ujar Ketua Forum Pimred Sumut ini penuh harap.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDikenal sebagai wartawan senior dengan rekam jejak panjang, Teguh Santosa pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat (2013\u20132018), Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2016, serta anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018\u20132020). Dia juga menyandang status Wartawan Utama dan pemegang Press Card Number One (PCNO), simbol pengakuan tertinggi di dunia pers nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelihat pengalaman dan dedikasinya dalam dunia jurnalistik serta organisasi, banyak pihak menilai Teguh bukan hanya layak, tapi juga urgent untuk tampil sebagai pemimpin baru yang akan membawa PWI keluar dari masa-masa sulit. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eMedan (LB): Di tengah memanasnya dinamika internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), nama Teguh Santosa mengemuka sebagai figur ideal untuk memulihkan kembali citra, marwah, dan kepercayaan publik terhadap organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut. \u200e \u200ePernyataan dukungan terhadap Teguh datang dari berbagai tokoh pers dan pengurus organisasi wartawan daerah, termasuk Penasehat PWI Sumatera Utara, Rianto, S.H., M.H. yang menilai Teguh Santosa adalah sosok tepat untuk menakhodai PWI ke depan. \u200e \u200e\u201cSaya menilai Teguh Santosa adalah pilihan tepat untuk menjadi Ketua Umum PWI. Ini bukan tanpa alasan. Teguh sudah berpuluh tahun mengabdi di dunia jurnalistik dan aktif dalam berbagai struktur organisasi kewartawanan,\u201d ujar Rianto dalam keterangannya di Medan, Selasa (5\/8\/2025). \u200e \u200eMenurutnya, PWI sedang membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika organisasi, tapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan visi untuk membawa PWI kembali ke jalur perjuangan sebagai pilar keempat demokrasi. \u200e \u200eIa menegaskan pentingnya pemulihan soliditas internal PWI agar organisasi ini bisa berkontribusi dalam mendorong cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. \u200e \u200e\u201cSaya pribadi mendorong Teguh maju dalam Kongres PWI akhir Agustus ini. Banyak rekan-rekan dari PWI Pusat dan Daerah yang merindukan sosok pemersatu. Teguh adalah tokoh yang bisa menjembatani berbagai kepentingan, membawa PWI kembali ke khitahnya,\u201d jelas Anto, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51497,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-51496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51496"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51496\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51498,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51496\/revisions\/51498"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}