{"id":51331,"date":"2025-07-21T22:13:46","date_gmt":"2025-07-21T15:13:46","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51331"},"modified":"2025-07-21T22:13:46","modified_gmt":"2025-07-21T15:13:46","slug":"purwopedia-wakili-pesawaran-lomba-perpustakaan-desa-tingkat-provinsi-lampung-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/21\/purwopedia-wakili-pesawaran-lomba-perpustakaan-desa-tingkat-provinsi-lampung-2025\/","title":{"rendered":"\u200ePurwopedia Wakili Pesawaran Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Lampung 2025"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB):<\/strong> Perpustakaan Desa Purworejo, yang dikenal dengan nama \u201cPurwopedia,\u201d terpilih mewakili Kabupaten Pesawaran dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Lampung 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan penilaian berlangsung Senin (21\/7\/2025), di lokasi perpustakaan yang ada di Kecamatan Negeri Katon dan diikuti 15 perwakilan kabupaten\/kota se-Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKeikutsertaan ini merupakan kelanjutan dari capaian membanggakan Purwopedia yang sebelumnya meraih Juara 1 dalam lomba Tingkat Kabupaten. Penilaian lomba turut dihadiri Plt. Camat Negeri Katon Data Trianda, Kepala Dinas PMD Nur Asikin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Halimah Zakaria, S.E., M.M., Pj. Kepala Desa Purworejo Dean Adi Nugroho, S.STP., M.M., jajaran pemerintah desa, serta tim penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, yakni Des Yulian, S.T. dan Liza Tri Handayani, S.I.Kom.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSesuai ketentuan, masing-masing daerah hanya mengirimkan satu perpustakaan desa unggulan yang telah melalui seleksi di tingkat kabupaten. Bagi daerah yang memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik, seleksi dilakukan secara sistematis sesuai mekanisme program, sedangkan bagi daerah tanpa DAK, penunjukan peserta dilakukan melalui evaluasi langsung terhadap desa yang dinilai paling layak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat desa serta memberikan apresiasi kepada para pengelola perpustakaan yang terus berinovasi meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran, Halimah Zakaria, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas keberhasilan Desa Purworejo dalam menghidupkan Purwopedia sebagai pusat literasi bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Halimah, literasi harus terus dijaga agar tidak terseret oleh derasnya arus informasi digital yang belum tentu edukatif. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Liza Tri Handayani menyampaikan perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, perpustakaan yang baik harus mampu menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa mengenal batasan usia, status sosial, atau waktu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia menilai, Purwopedia cukup berhasil membangun ruang terbuka yang inklusif dengan menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Melalui pendekatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan ini mampu menjadi tempat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga ruang pemberdayaan dan pertumbuhan komunitas,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePj. Kepala Desa Purworejo, Dean Adi Nugroho, menyampaikan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa, Karang Taruna, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Ia menyebut dukungan nyata dari berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun perpustakaan desa yang hidup dan berkembang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDesa Purworejo, menurutnya, dikenal memiliki potensi pendidikan yang kuat, dengan keberadaan pondok pesantren putra-putri dan satu SMK aktif. Pada 2023, desa ini juga menerima dukungan dari Perpustakaan Nasional berupa titik baca, koleksi buku, perangkat komputer, dan rak buku, yang memperkuat infrastruktur literasi di tingkat desa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenilaian lomba dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, seperti kelengkapan koleksi, sarana dan prasarana, mutu layanan, kompetensi tenaga pengelola, program literasi, inovasi, serta dampak langsung terhadap masyarakat. Desa yang meraih hasil terbaik akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional. (Lusi\/Ihwan).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Perpustakaan Desa Purworejo, yang dikenal dengan nama \u201cPurwopedia,\u201d terpilih mewakili Kabupaten Pesawaran dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Lampung 2025. \u200e \u200eKegiatan penilaian berlangsung Senin (21\/7\/2025), di lokasi perpustakaan yang ada di Kecamatan Negeri Katon dan diikuti 15 perwakilan kabupaten\/kota se-Provinsi Lampung. \u200e \u200eKeikutsertaan ini merupakan kelanjutan dari capaian membanggakan Purwopedia yang sebelumnya meraih Juara 1 dalam lomba Tingkat Kabupaten. Penilaian lomba turut dihadiri Plt. Camat Negeri Katon Data Trianda, Kepala Dinas PMD Nur Asikin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Halimah Zakaria, S.E., M.M., Pj. Kepala Desa Purworejo Dean Adi Nugroho, S.STP., M.M., jajaran pemerintah desa, serta tim penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, yakni Des Yulian, S.T. dan Liza Tri Handayani, S.I.Kom. \u200e \u200eSesuai ketentuan, masing-masing daerah hanya mengirimkan satu perpustakaan desa unggulan yang telah melalui seleksi di tingkat kabupaten. Bagi daerah yang memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik, seleksi dilakukan secara sistematis sesuai mekanisme program, sedangkan bagi daerah tanpa DAK, penunjukan peserta dilakukan melalui evaluasi langsung terhadap desa yang dinilai paling layak. \u200e \u200eKegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat desa serta memberikan apresiasi kepada para pengelola perpustakaan yang terus berinovasi meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. \u200e \u200eKepala Dinas Perpustakaan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,132],"tags":[],"class_list":["post-51331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51333,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51331\/revisions\/51333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}