{"id":51253,"date":"2025-07-15T09:19:56","date_gmt":"2025-07-15T02:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51253"},"modified":"2025-07-15T09:25:29","modified_gmt":"2025-07-15T02:25:29","slug":"layar-berkembang-melihat-arsip-arsip-gresik-movie-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/15\/layar-berkembang-melihat-arsip-arsip-gresik-movie-bekerja\/","title":{"rendered":"\u200eLayar Berkembang: Melihat Arsip-Arsip Gresik Movie Bekerja"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eGresik (LB): <\/strong>Membaca ulang proses kerja kolektif, dan menyadari arsip tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang lampau\u2014ia bisa hidup, bergerak, dan terus tumbuh bersama komunitas yang mencintai tempat tinggalnya. Demikian juga yang dilakukan Gresik Movie, komunitas film yang berdiri sejak 28 Oktober 2011.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenuju tahun ke-14 berkarya, komunitas film dari Kabupaten Gresik tersebut menggelar pameran &#8220;Layar Berkembang&#8221;, sebuah upaya menelusuri kembali perjalanan kolektif Gresik Movie dari perkampungan, alat terbatas, dan layar seadanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDigelar mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2025 di Loteng Galeri, Sualoka.Hub, Kampung Kemasan, pameran ini menjadi bagian dari refleksi yang tak henti-henti.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLayar Berkembang bukan sekadar menghadirkan dokumentasi masa lalu. Ia menawarkan pengalaman membaca arsip sebagai sesuatu yang aktif, dalam menghidupkan ingatan, membuka ruang tafsir, dan menumbuhkan rasa memiliki. Dalam hal ini tak hanya terbatas pada kebendaan, namun juga peristiwa, keterhubungan, proses berkarya, membangun jejaring dan membentuk ekosistem kultural.<\/p>\n<div id=\"attachment_51255\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-51255\" class=\"wp-image-51255 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250715-WA0016.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250715-WA0016.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250715-WA0016-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250715-WA0016-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250715-WA0016-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-51255\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>LAYAR BERKEMBANG.<\/strong> Gresik Movie menggelar pameran Layar Berkembang dengan kurator Raja Iqbal Islamy, 14 Juli &#8211; 14 Agustus 2025.<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eDi dalamnya terdapat poster film, foto-foto produksi, kumpulan skenario, kaos komunitas, catatan rapat, serta atribut-atribut lain yang pernah mengisi ruang kolektif. Semuanya merekam semangat yang sama, yakni bagaimana film dipilih sebagai cara untuk mencintai kota ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDikuratori Raja Iqbal Islamy, pameran ini juga menunjukkan bahwa kerja komunitas tak pernah selesai. Ia terus berlangsung, berpindah bentuk, dan menyesuaikan diri dengan ruang yang tersedia. Dari satu layar ke layar yang lain, dari satu pemutaran ke diskusi warga, Gresik Movie telah menyadari kokunitas lebih dari sekadar pembuat film\u2014ia adalah pengarsip hidup dari kota yang terus tumbuh.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam arsip Gresik Movie sejak dibentuk hingga sekarang, ditemukan setidaknya 150 kolaborator, 120 kegiatan terselenggara, 117 liputan media cetak maupun daring, jurnal, 48 Film yang diproduksi, didukung, maupun berkolaborasi, kemudian 135 video dokumentasi, 80 iklan layanan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelama satu bulan penuh, pengunjung pameran Layar Berkembang tidak hanya diajak melihat, tapi juga terlibat. Akan ada beragam program yang membuka kemungkinan temu dan pertukaran gagasan, di antaranya adalah Workshop kuratorial, Pemutaran film di rooftop Sualoka, Lokakarya Memasak Ide Cerita, Tur dan talkshow bersama kurator, Pertunjukan monolog, Diskusi buku dan Layar tancap bersama warga Kampung Kemasan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSemua program dirancang untuk mengajak publik, terutama warga Gresik, terlibat aktif dalam mengimajinasikan masa depan sebuah kota sebagai ruang tumbuh melalui arsip, film, dan komunitas. (rilis\/waja)<br \/>\n\u200e<br \/>\n<em><strong>\u200ePameran Layar Berkembang<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>\u200eLokasi: Loteng Galeri, Sualoka.Hub,<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>\u200eKampung Kemasan, Gresik.<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>\u200eWaktu: 14 Juli \u2013 14 Agustus 2025<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>\u200ePameran buka setiap hari, Pukul 12.00 &#8211; 22.00 WIB.<\/strong><\/em><br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eGresik (LB): Membaca ulang proses kerja kolektif, dan menyadari arsip tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang lampau\u2014ia bisa hidup, bergerak, dan terus tumbuh bersama komunitas yang mencintai tempat tinggalnya. Demikian juga yang dilakukan Gresik Movie, komunitas film yang berdiri sejak 28 Oktober 2011. \u200e \u200eMenuju tahun ke-14 berkarya, komunitas film dari Kabupaten Gresik tersebut menggelar pameran &#8220;Layar Berkembang&#8221;, sebuah upaya menelusuri kembali perjalanan kolektif Gresik Movie dari perkampungan, alat terbatas, dan layar seadanya. \u200e \u200eDigelar mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2025 di Loteng Galeri, Sualoka.Hub, Kampung Kemasan, pameran ini menjadi bagian dari refleksi yang tak henti-henti. \u200e \u200eLayar Berkembang bukan sekadar menghadirkan dokumentasi masa lalu. Ia menawarkan pengalaman membaca arsip sebagai sesuatu yang aktif, dalam menghidupkan ingatan, membuka ruang tafsir, dan menumbuhkan rasa memiliki. Dalam hal ini tak hanya terbatas pada kebendaan, namun juga peristiwa, keterhubungan, proses berkarya, membangun jejaring dan membentuk ekosistem kultural. \u200eDi dalamnya terdapat poster film, foto-foto produksi, kumpulan skenario, kaos komunitas, catatan rapat, serta atribut-atribut lain yang pernah mengisi ruang kolektif. Semuanya merekam semangat yang sama, yakni bagaimana film dipilih sebagai cara untuk mencintai kota ini. \u200e \u200eDikuratori Raja Iqbal Islamy, pameran ini juga menunjukkan bahwa kerja komunitas tak pernah selesai. Ia terus berlangsung, berpindah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-51253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51253"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51258,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51253\/revisions\/51258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}