{"id":51237,"date":"2025-07-13T13:01:10","date_gmt":"2025-07-13T06:01:10","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51237"},"modified":"2025-07-13T13:01:53","modified_gmt":"2025-07-13T06:01:53","slug":"gubernur-lampung-budhayana-run-2025-wadah-harmoni-dan-kebugaran-lintas-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/13\/gubernur-lampung-budhayana-run-2025-wadah-harmoni-dan-kebugaran-lintas-komunitas\/","title":{"rendered":"\u200eGubernur Lampung: Budhayana Run 2025 Wadah Harmoni dan Kebugaran Lintas Komunitas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap Budhayana Run 2025 dapat menjadi salah satu upaya harmonisasi perbedaan dan menjadi wadah kebugaran lintas komunitas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal itu diungkapkan Gubernur Mirza saat melepas peserta Budhayana Run 2025 yang digelar di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Minggu (13\/7\/2025)<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menilai kegiatan yang diinisiasi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) sebagai ruang strategis membangun semangat kebersamaan, memperkuat harmoni sosial, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat yang majemuk.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur mengapresiasi kerja keras panitia serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan Budhayana Run bukan sekadar ajang lomba lari, namun merupakan perwujudan nyata dari semangat kolaborasi, persaudaraan, dan kepedulian antar komunitas di Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan. Provinsi Lampung tidak lagi hanya berbicara soal toleransi\u2014karena toleransi telah menjadi budaya kita sejak ratusan tahun lalu. Kini, kita bergerak menuju harmonisasi, di mana semua perbedaan bisa saling memainkan peran dan menyatu dalam satu harmoni yang indah,\u201d ujar Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus didorong dan dikembangkan karena menjadi wadah pertemuan lintas komunitas lintas agama, budaya dan usia yang berpartisipasi dalam suasana yang damai dan penuh kebajikan. Nilai-nilai Unity in Diversity atau Bhinneka Tunggal Ika tampak nyata dalam pelaksanaan Budhayana Run.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur juga menyampaikan Pemprov Lampung sangat terbuka terhadap berbagai inisiatif masyarakat yang memperkuat kebersamaan dan semangat hidup sehat. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan, bahkan dikembangkan ke dalam bentuk kegiatan olah raga atau budaya lainnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergandengan tangan dengan semua elemen masyarakat. Terima kasih kepada MBI yang terus menjadi motor penggerak harmoni sosial di Lampung,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAtas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan penyelenggara. &#8220;Semoga Budhayana Run 2025 menjadi inspirasi dan memperkuat semangat gotong royong di Bumi Ruwa Jurai,\u201d tutup Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua Pelaksana Budhayana Run 2025 Indra Halim mengaku bangga atas antusiasme peserta dari berbagai daerah serta dukungan dari para tokoh, relawan, donatur dan pemerintah daerah. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya lomba lari sejauh 5 kilometer, tapi juga menjadi simbol semangat generasi muda untuk hidup aktif, positif dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cTahun ini, kita patut berbangga karena Budhayana Run akan mencatatkan rekor MURI sebagai lomba lari seri dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia, yang diselenggarakan serentak di Medan, Lampung, Pekanbaru, Palembang dan Jakarta,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam ajang ini, kompetisi berlangsung ketat di berbagai kategori. Untuk Kategori 5K Pria, Juara 1 diraih Irsan dengan Nomor BIB 6202, Juara 2 Amat Sucipto Nomor BIB 5856, dan Juara 3 Panji Adi Putra dengan Nomor BIB 5776.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara untuk Kategori 5K Wanita, Juara 1 diraih Angel (BIB 5735), Juara 2 Putri (BIB 5857), Juara 3 Rachel (BIB 5731). Sedangkan pada Kategori Master, Juara 1 diraih Robi Nomor BIB 1068 asal Lubuk Linggau, Juara 2 Fauzi Momor BIB 1001, Juara 3 Sigit Nomor BIB 1051. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap Budhayana Run 2025 dapat menjadi salah satu upaya harmonisasi perbedaan dan menjadi wadah kebugaran lintas komunitas. \u200e \u200eHal itu diungkapkan Gubernur Mirza saat melepas peserta Budhayana Run 2025 yang digelar di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Minggu (13\/7\/2025) \u200e \u200eGubernur menilai kegiatan yang diinisiasi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) sebagai ruang strategis membangun semangat kebersamaan, memperkuat harmoni sosial, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat yang majemuk. \u200e \u200eGubernur mengapresiasi kerja keras panitia serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan Budhayana Run bukan sekadar ajang lomba lari, namun merupakan perwujudan nyata dari semangat kolaborasi, persaudaraan, dan kepedulian antar komunitas di Provinsi Lampung. \u200e \u200e\u201cKegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan. Provinsi Lampung tidak lagi hanya berbicara soal toleransi\u2014karena toleransi telah menjadi budaya kita sejak ratusan tahun lalu. Kini, kita bergerak menuju harmonisasi, di mana semua perbedaan bisa saling memainkan peran dan menyatu dalam satu harmoni yang indah,\u201d ujar Mirza. \u200e \u200eMenurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus didorong dan dikembangkan karena menjadi wadah pertemuan lintas komunitas lintas agama, budaya dan usia yang berpartisipasi dalam suasana yang damai dan penuh kebajikan. Nilai-nilai Unity in Diversity atau Bhinneka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-51237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51237"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51240,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51237\/revisions\/51240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}