{"id":51231,"date":"2025-07-12T18:58:55","date_gmt":"2025-07-12T11:58:55","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51231"},"modified":"2025-07-12T18:58:55","modified_gmt":"2025-07-12T11:58:55","slug":"tumbuhkan-minat-baca-dan-cinta-sastra-sejak-dini-lampung-literature-luncurkan-taman-baca-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/12\/tumbuhkan-minat-baca-dan-cinta-sastra-sejak-dini-lampung-literature-luncurkan-taman-baca-anak\/","title":{"rendered":"\u200eTumbuhkan Minat Baca dan Cinta Sastra Sejak Dini, Lampung Literature Luncurkan Taman Baca Anak"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Dalam upaya mendorong budaya literasi, Lampung Literature meluncurkan Taman Baca Anak yang ditujukan untuk masyarakat di RT 7, LK II, Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, Sabtu (12\/7\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan ini merupakan tindak lanjut atas partisipasi Lampung Literature dalam Program Nasional \u201c1000 Buku untuk 1000 TBM\u201d yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLampung Literature menjadi salah satu dari seribu penerima bantuan buku dalam program tersebut, dan meresponsnya dengan menghadirkan ruang baca aktif untuk anak-anak di komunitas lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenanggung jawab kegiatan, Devin Nodeatyo, mengatakan hari ini merupakan acara perdana dan akan berlangsung rutin setiap akhir pekan. Dia juga mengungkapkan sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak usia 6 hingga 8 tahun, yang berasal dari warga sekitar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Program ini bertujuan menumbuhkan minat baca serta kecintaan terhadap sastra sejak usia dini,&#8221; ucap Devin.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSetiap sesi diisi dengan kegiatan membaca bersama, mendongeng, serta permainan sastra kreatif yang dirancang untuk membangkitkan imajinasi dan kegembiraan anak-anak dalam berinteraksi dengan cerita dan bahasa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami percaya sastra bukan sesuatu yang berat jika dikenalkan sejak kecil dengan cara yang menyenangkan. Taman baca ini menjadi ruang belajar dan bermain, sekaligus ruang tumbuhnya kecintaan terhadap literasi,\u201d ujar Devin.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLampung Literature berharap taman baca ini bisa menjadi cikal bakal hadirnya ruang-ruang literasi mandiri di lingkungan permukiman dan menjadi bagian dari gerakan literasi nasional yang bertumbuh dari akar rumput. (Dila)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Dalam upaya mendorong budaya literasi, Lampung Literature meluncurkan Taman Baca Anak yang ditujukan untuk masyarakat di RT 7, LK II, Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, Sabtu (12\/7\/2025). \u200e \u200eKegiatan ini merupakan tindak lanjut atas partisipasi Lampung Literature dalam Program Nasional \u201c1000 Buku untuk 1000 TBM\u201d yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). \u200e \u200eLampung Literature menjadi salah satu dari seribu penerima bantuan buku dalam program tersebut, dan meresponsnya dengan menghadirkan ruang baca aktif untuk anak-anak di komunitas lokal. \u200e \u200ePenanggung jawab kegiatan, Devin Nodeatyo, mengatakan hari ini merupakan acara perdana dan akan berlangsung rutin setiap akhir pekan. Dia juga mengungkapkan sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak usia 6 hingga 8 tahun, yang berasal dari warga sekitar. \u200e \u200e&#8221;Program ini bertujuan menumbuhkan minat baca serta kecintaan terhadap sastra sejak usia dini,&#8221; ucap Devin. \u200e \u200eSetiap sesi diisi dengan kegiatan membaca bersama, mendongeng, serta permainan sastra kreatif yang dirancang untuk membangkitkan imajinasi dan kegembiraan anak-anak dalam berinteraksi dengan cerita dan bahasa. \u200e \u200e\u201cKami percaya sastra bukan sesuatu yang berat jika dikenalkan sejak kecil dengan cara yang menyenangkan. Taman baca ini menjadi ruang belajar dan bermain, sekaligus ruang tumbuhnya kecintaan terhadap literasi,\u201d ujar Devin. \u200e \u200eLampung Literature berharap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,11],"tags":[],"class_list":["post-51231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51233,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51231\/revisions\/51233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}