{"id":51215,"date":"2025-07-11T11:15:44","date_gmt":"2025-07-11T04:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51215"},"modified":"2025-07-11T11:15:44","modified_gmt":"2025-07-11T04:15:44","slug":"bbpl-gelar-bimtek-revitalisasi-bahasa-daerah-untuk-guru-bahasa-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/11\/bbpl-gelar-bimtek-revitalisasi-bahasa-daerah-untuk-guru-bahasa-lampung\/","title":{"rendered":"\u200eBBPL Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Guru Bahasa Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) selama tiga hari, 10-12 Juli 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan Bimtek yang bertujuan agar pembelajaran Bahasa Lampung lebih menyenangkan dan menjadi wahana ekspresi pemelajar ini, diikuti 112 guru Bahasa Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBimbingan Teknis RBD merupakan kegiatan rutin yang diadakan BBPL sejak tiga tahun terakhir. Sasaran kegiatan ini adalah guru Bahasa Lampung Tingkat SD dan SMP se-Provinsi Lampung. Sebelumnya, BBPL telah melaksanakan kegiatan serupa pada 7\u20149 Juli yang ditujukan bagi guru Bahasa Lampung tingkat SD.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H. Dalam sambutannya, Thomas menyambut baik kegiatan tersebut. Thomas juga mengharapkan para guru dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih adaptif, sesuai dengan kurikulum yang digunakan saat ini, yakni pembelajaran mendalam (deep learning).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHarapan kami, materi bahasa Lampung bisa diterima lebih baik. Tugas guru bukan hanya bekerja, tetapi juga mendidik para siswa. Oleh karena itu, para guru harus memiliki strategi dan kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd. menyampaikan RBD bertujuan mengubah sikap negatif masyarakat terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah menjadi sikap positif.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami sangat berharap RBD menjadi wahana ekspresi para pemelajar dalam menggunakan bahasa daerah, salah satunya melalui model pembelajaran komedi tunggal. Pembelajaran komedi tunggal memang tidak disebutkan secara eksplisit dalam kurikulum, tetapi kemampuan berkomedi tunggal mampu melatih keterampilan berbicara anak, terutama berbicara menggunakan bahasa Lampung,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua Pelaksana Bimtek, Sustiyanti, menjelaskan kegiatan RBD telah dilaksanakan sejak 2023. Setiap tahun, model pembelajaran dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan para siswa yang merupakan tunas bahasa ibu. Pada 2025, ujarnya, ada penambahan model pembelajaran baru, yaitu bernyanyi lagu Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHarapan kami, model ini dapat mengenalkan budaya Lampung lebih dekat dengan siswa dan membuat mereka senang belajar bahasa, sastra, dan\u00a0 Lampung,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSustiyanti berharap setelah mengikuti Bimtek, para guru dapat melakukan pengimbasan kepada guru sejawat di tempat tugas masing-masing. Para guru yang terimbas kemudian mengajarkan model-model yang ada kepada para siswa sehingga tumbuh tunas-tunas bahasa ibu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPuncak kegiatan RBD ini adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diselenggarakan Oktober mendatang,\u201d ucapnya.\u00a0(*\/rian)<br \/>\n\u200e<br \/>\n<strong>\u200eSumber: Balai Bahasa Provinsi Lampung<\/strong><br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) selama tiga hari, 10-12 Juli 2025. \u200e \u200eKegiatan Bimtek yang bertujuan agar pembelajaran Bahasa Lampung lebih menyenangkan dan menjadi wahana ekspresi pemelajar ini, diikuti 112 guru Bahasa Lampung. \u200e \u200eBimbingan Teknis RBD merupakan kegiatan rutin yang diadakan BBPL sejak tiga tahun terakhir. Sasaran kegiatan ini adalah guru Bahasa Lampung Tingkat SD dan SMP se-Provinsi Lampung. Sebelumnya, BBPL telah melaksanakan kegiatan serupa pada 7\u20149 Juli yang ditujukan bagi guru Bahasa Lampung tingkat SD. \u200e \u200eKegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H. Dalam sambutannya, Thomas menyambut baik kegiatan tersebut. Thomas juga mengharapkan para guru dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih adaptif, sesuai dengan kurikulum yang digunakan saat ini, yakni pembelajaran mendalam (deep learning). \u200e \u200e\u201cHarapan kami, materi bahasa Lampung bisa diterima lebih baik. Tugas guru bukan hanya bekerja, tetapi juga mendidik para siswa. Oleh karena itu, para guru harus memiliki strategi dan kreativitas dalam menyampaikan materi pembelajaran,\u201d ujarnya. \u200e \u200eDalam kesempatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd. menyampaikan RBD bertujuan mengubah sikap negatif masyarakat terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah menjadi sikap positif. \u200e \u200e\u201cKami sangat berharap RBD menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51217,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,11],"tags":[],"class_list":["post-51215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51218,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51215\/revisions\/51218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}