{"id":51208,"date":"2025-07-10T20:14:48","date_gmt":"2025-07-10T13:14:48","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51208"},"modified":"2025-07-10T20:15:08","modified_gmt":"2025-07-10T13:15:08","slug":"rembug-warga-kemenko-pm-dorong-petani-tingkatkan-nilai-tambah-hasil-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/10\/rembug-warga-kemenko-pm-dorong-petani-tingkatkan-nilai-tambah-hasil-pertanian\/","title":{"rendered":"\u200eRembug Warga, Kemenko PM Dorong Petani Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Selatan (LB)<\/strong>: Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Abdul Haris dorong petani meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHal itu disampaikan pada kegiatan \u201cRembug Warga: Peningkatan Nilai Tambah dan Pengembangan Produk Hasil Pertanian\u201d di Gedung Olah Raga Desa Sidoharjo, Way Panji, Lampung Selatan, Kamis (10\/7\/2024).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUntuk mendorong produktivitas pertanian, Haris mengusulkan penerapan metode <em>resource sharing<\/em> atau berbagi sumber daya. Hal ini agar penggunaan alat pertanian massal, seperti combine harvester dan pengering gabah, dapat dimanfaatkan secara maksimal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPada prinsipnya kita juga mendorong upaya resource sharing, penggunaan fasilitas bersama, misalnya peralatan ini kan kapasitasnya berapa sekali panen dalam sehari terus nanti dari Gapoktan Sidoharjo dan Bumi Daya ini bisa dimaksimalkan, nanti dari pemda, dari kecamatan juga akan membantu,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKemenko PM juga terus mendukung program-program pemberdayaan berbasis ketahanan pangan yang dilakukan kementerian\/lembaga maupun pemerintah daerah, termasuk Program Desaku Maju oleh Pemerintah Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePelaksanaan Program Desaku Maju ini membawa dampak langsung yang dirasakan masyarakat melalui penyediaan alat pengering gabah dan produksi pupuk organik. Program ini dapat mendorong peningkatan pendapatan petani dan efisiensi usaha tani.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam keaempatan ini, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan keberadaan sumber pangan dari pertanian di Lampung sangat mendukung kesuksesan program ketahanan pangan pemerintah melalui Makan Bergizi Gratis (MBG).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral Kementerian Pertanian (Kementan) Pamuji Lestari juga mendorong pengeringan gabah sebagai upaya untuk peningkatan nilai tambah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cBulog juga, kalau dibeli Bulog, dan itu kering, harganya pasti lebih bagus. Sekarang ini Bulog banyak membeli beras basah saja karena penugasan dari pemerintah, tapi petani, Gapoktan saya minta bantu Bulog agar berasnya nanti adalah beras yang kering yang bisa langsung disimpan di gudang Bulog,\u201d ujar Lestari.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain dialog, acara juga meliputi pemberian bantuan berupa combine harvester dan alat produksi pertanian lainnya yang merupakan kolaborasi antara Kemenko PM, Kementan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Bank BRI.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan Rembug Warga ini dihadiri oleh pelaku UMKM, masyarakat setempat, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kabupaten Lampung Selatan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHadir juga dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Staf Khusus Menko PM Lukmanul Hakim, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, serta perwakilan kementerian\/lembaga di bawah koordinasi Kemenko PM. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan (LB): Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Abdul Haris dorong petani meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan. \u200e \u200eHal itu disampaikan pada kegiatan \u201cRembug Warga: Peningkatan Nilai Tambah dan Pengembangan Produk Hasil Pertanian\u201d di Gedung Olah Raga Desa Sidoharjo, Way Panji, Lampung Selatan, Kamis (10\/7\/2024). \u200e \u200eUntuk mendorong produktivitas pertanian, Haris mengusulkan penerapan metode resource sharing atau berbagi sumber daya. Hal ini agar penggunaan alat pertanian massal, seperti combine harvester dan pengering gabah, dapat dimanfaatkan secara maksimal. \u200e \u200e\u201cPada prinsipnya kita juga mendorong upaya resource sharing, penggunaan fasilitas bersama, misalnya peralatan ini kan kapasitasnya berapa sekali panen dalam sehari terus nanti dari Gapoktan Sidoharjo dan Bumi Daya ini bisa dimaksimalkan, nanti dari pemda, dari kecamatan juga akan membantu,\u201d ujarnya. \u200e \u200eKemenko PM juga terus mendukung program-program pemberdayaan berbasis ketahanan pangan yang dilakukan kementerian\/lembaga maupun pemerintah daerah, termasuk Program Desaku Maju oleh Pemerintah Provinsi Lampung. \u200e \u200ePelaksanaan Program Desaku Maju ini membawa dampak langsung yang dirasakan masyarakat melalui penyediaan alat pengering gabah dan produksi pupuk organik. Program ini dapat mendorong peningkatan pendapatan petani dan efisiensi usaha tani. \u200e \u200eDalam keaempatan ini, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,2],"tags":[],"class_list":["post-51208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pertanian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51208"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51211,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51208\/revisions\/51211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}