{"id":51171,"date":"2025-07-08T07:59:22","date_gmt":"2025-07-08T00:59:22","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51171"},"modified":"2025-07-08T07:59:22","modified_gmt":"2025-07-08T00:59:22","slug":"lindungi-bahasa-lampung-112-guru-sd-ikuti-bimtek-rbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/08\/lindungi-bahasa-lampung-112-guru-sd-ikuti-bimtek-rbd\/","title":{"rendered":"\u200eLindungi Bahasa Lampung, 112 Guru SD Ikuti Bimtek RBD \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB):<\/strong> Sebanyak 112 guru tingkat sekolah dasar se-Provinsi Lampung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, 7-9 Juli 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRevitalisasi Bahasa Daerah menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eProgram ini merupakan wujud nyata dari pelindungan terhadap keberagaman bahasa daerah yang telah diakui dan diatur dalam sejumlah undang-undang, antara lain Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, mengatakan pelaksanaan program RBD telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan RBD yang terdiri atas Rapat Koordinasi Pemangku Kebijakan, Penyusunan Model Pembelajaran, Bimtek Guru Utama, Pengimbasan Guru Sejawat dan Siswa, dan ditutup dengan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHalimi mengatakan peserta Bimtek harus memiliki komitmen untuk melaksanakan pengimbasan baik kepada teman sejawat maupun siswa.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Bila 1 guru utama melakukan pengimbasan pada 10 guru sejawat dan para guru sejawat melakukan pengajaran kepada para siswa, pelaksanaan RBD akan berjalan dengan maksimal,&#8221; ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8\/7\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cOleh karena itu, kami sangat berharap setelah pulang dari kegiatan ini, para guru harus benar-benar mendedikasikan diri untuk melindungi dan melestarikan bahasa Lampung, salah satunya melalui program RBD ini,\u201d harapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePlt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Lampung yang diwakili Dewi Anggraini mengatakan Kegiatan yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Lampung ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap pemerintah daerah dalam upaya melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Melalui kegiatan pelatihan ini saya berharap kita semua dapat terus berkolaborasi dan bersinergi untuk merumuskan strategi dan langkah konkret dalam memperkuat upaya revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Lampung,&#8221; ujar Dewi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Bimtek, Sustiyanti, menyampaikan guru yang mengikuti RBD merupakan perwakilan dari kabupaten\/kota se-Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Para peserta akan mendapat pengajaran dari para narasumber penyusun model. Materi yang akan diajarkan adalah model dongeng berbahasa Lampung, model bernyanyi lagu Lampung, model berpuisi tradisi, dan model mempelajari aksara Lampung,&#8221; bebernya. (*\/Rian)<\/p>\n<p><strong>Sumber: Badan Bahasa Provisi Lampung<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Sebanyak 112 guru tingkat sekolah dasar se-Provinsi Lampung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung, 7-9 Juli 2025. \u200e \u200eRevitalisasi Bahasa Daerah menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. \u200e \u200eProgram ini merupakan wujud nyata dari pelindungan terhadap keberagaman bahasa daerah yang telah diakui dan diatur dalam sejumlah undang-undang, antara lain Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. \u200e \u200eKepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, mengatakan pelaksanaan program RBD telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan RBD yang terdiri atas Rapat Koordinasi Pemangku Kebijakan, Penyusunan Model Pembelajaran, Bimtek Guru Utama, Pengimbasan Guru Sejawat dan Siswa, dan ditutup dengan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). \u200e \u200eHalimi mengatakan peserta Bimtek harus memiliki komitmen untuk melaksanakan pengimbasan baik kepada teman sejawat maupun siswa. \u200e \u200e&#8221;Bila 1 guru utama melakukan pengimbasan pada 10 guru sejawat dan para guru sejawat melakukan pengajaran kepada para siswa, pelaksanaan RBD akan berjalan dengan maksimal,&#8221; ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8\/7\/2025). \u200e \u200e\u201cOleh karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,11],"tags":[],"class_list":["post-51171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51171"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51173,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51171\/revisions\/51173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}