{"id":51159,"date":"2025-07-07T17:52:22","date_gmt":"2025-07-07T10:52:22","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51159"},"modified":"2025-07-07T17:53:39","modified_gmt":"2025-07-07T10:53:39","slug":"usung-tema-nemui-nyimah-pembukaan-krakatau-festival-2025-meriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/07\/usung-tema-nemui-nyimah-pembukaan-krakatau-festival-2025-meriah\/","title":{"rendered":"\u200eUsung Tema &#8216;Nemui Nyimah&#8217; Pembukaan Krakatau Festival 2025 Meriah \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Krakatau Festival \u200e(K-Fest) Ke-34 Tahun 2025 dibuka dengan meriah oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nova Arisne, Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnawa Wulan Sari Mirza dan Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (5\/7\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara tersebut juga dihadiri Forkopimda serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eFestival tahunan ini mengangkat tema \u201cNemui Nyimah\u201d, yang mencerminkan sikap ramah, terbuka, dan rendah hati masyarakat Lampung dalam menyambut tamu serta merayakan keberagaman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePembukaan K-Fest dimeriahkan Mask Street Carnival, karnaval budaya yang menampilkan kekayaan tradisi daerah dari berbagai kabupaten\/kota di Lampung yang mengangkat inspirasi dari keluhuran budaya penutup wajah khas Lampung, seperti Sekura dari Lampung Barat, Tuping dari Lampung Selatan, serta adat Nyubuk Manjau yang sarat nilai estetika dan filosofi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWakil Gubernur mengatakan festival ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan momentum penting yang merefleksikan identitas, semangat, dan harapan masyarakat Lampung untuk masa depan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHari ini lebih dari sekadar festival. Ini adalah perayaan jati diri kita sebagai masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi budaya, menghargai keragaman, dan selalu terbuka menyambut siapa pun yang datang,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJihan menjelaskan tema \u201cNemui Nyimah\u201d yang diangkat tahun ini tidak dipilih secara kebetulan, melainkan mewakili filosofi hidup masyarakat Lampung yang sangat relevan dalam konteks pembangunan pariwisata masa kini\u2014yaitu sikap rendah hati, inklusif, dan terbuka terhadap perubahan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cNemui Nyimah bukan hanya ungkapan adat. Ia adalah cermin dari karakter masyarakat kita yang ramah, penuh toleransi, dan siap bersanding dengan kemajuan zaman tanpa kehilangan akar budaya,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLebih lanjut, Wagub juga menyampaikan Festival Krakatau merupakan ajang penting untuk menunjukkan Lampung memiliki daya saing pariwisata yang kuat. Di tengah gempuran festival dan event budaya dari berbagai provinsi lain, ucapnya, Krakatau Festival tetap bertahan bahkan berkembang hingga memasuki usia ke-34 tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni adalah bukti kita memiliki konsistensi, dedikasi, dan semangat yang tak pernah pudar dalam melestarikan dan mengangkat budaya kita sendiri. Festival Krakatau bukan hanya eksis, tapi terus memberi dampak nyata baik secara sosial, budaya, maupun ekonomi,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menekankan kesiapan Provinsi Lampung sebagai daerah strategis yang memiliki infrastruktur pendukung pariwisata yang lengkap. Ia menyebut Bandara Radin Inten II, Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Bakauheni, hingga kawasan pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai bagian dari keunggulan yang menjadikan Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dan destinasi unggulan di bagian barat Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNamun, menurutnya, pembangunan fisik saja tidak cukup, lebih penting dari itu adalah membangun karakter dan kebanggaan masyarakat sebagai orang Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPariwisata dan ekonomi kreatif bukan hanya tentang destinasi. Ia adalah tentang bagaimana kita membentuk masyarakat yang tangguh, inovatif, bangga pada budayanya, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan. Ini tentang bagaimana kita merangkai mimpi, lalu menjadikannya nyata melalui kerja bersama,\u201d tuturnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu dari luar daerah yang hadir di Bumi Ruwa Jurai.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cNikmatilah keindahan alam Lampung, warisan budaya yang luar biasa, kuliner yang menggoda, dan keramahan masyarakat yang tulus menyambut. Festival ini adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita terus melangkah bersama, membangun masa depan Lampung yang lebih maju, berkarakter, dan berkelas dunia,\u201d pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, dalam laporannya menyampaikan Krakatau Festival 2025 tidak hanya menjadi ajang seni dan budaya, tetapi telah berkembang menjadi simbol kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKrakatau Festival bukan hanya milik Dinas Pariwisata. Ini adalah milik seluruh masyarakat Lampung. Ini etalase besar yang menampilkan wajah Lampung di panggung pariwisata nasional, bahkan internasional,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBobby mengatakan Festival Krakatau juga menjadi salah satu dari 110 event unggulan nasional yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025, sebuah penghargaan tersendiri yang menunjukkan kualitas dan konsistensi penyelenggaraan K-Fest dari tahun ke tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga memaparkan berbagai kegiatan unggulan yang menjadi bagian dari rangkaian festival tahun ini, mulai dari Festival Kuliner dengan 60 tenant UMKM yang telah dikurasi, Pameran Parekraf oleh dinas kabupaten\/kota, Lomba Sambal Uleg yang diikuti ratusan peserta, hingga hiburan musik dari artis lokal dan nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu yang paling ditunggu adalah Mask Street Carnival, yang menurutnya merupakan bentuk pelestarian budaya visual dan tradisi lokal yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata kelas dunia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKami ingin membawa warisan budaya Lampung seperti sekura, tuping, dan nyubuk manjau menjadi inspirasi visual yang kuat. Bukan hanya dikenal masyarakat lokal, tapi bisa tampil di ruang-ruang internasional,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBobby juga menyampaikan tahun ini penyelenggaraan lomba lari Krakatau Run turut digelar dengan konsep sport tourism yang dibundling dengan akomodasi hotel dan paket wisata.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBobby menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, komunitas, OPD, tokoh budaya, media, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Krakatau Festival.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nova Arisne memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi dan kualitas pelaksanaan Krakatau Festival dari tahun ke tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya menyampaikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang terus menunjukkan dedikasi dalam menjadikan Festival Krakatau sebagai contoh event daerah yang tidak hanya bertahan, tapi terus berkembang dan naik kelas,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Nova, even pariwisata berkualitas adalah instrumen promosi yang paling efektif dalam membentuk persepsi positif sebuah daerah di tengah persaingan antardestinasi yang makin ketat, even seperti Krakatau Festival menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cLampung dikenal dengan kekayaan wisata alam dan budayanya. Tapi agar potensi ini benar-benar berdampak secara ekonomi, perlu dikemas dan disampaikan dengan cara yang menarik dan berkualitas\u2014di sinilah peran festival seperti K-Fest menjadi sangat penting,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKrakatau Festival, dalam pandangannya, selaras dengan target pembangunan pariwisata nasional: 14,6 juta wisatawan mancanegara, 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara, dan terbukanya 25,8 juta lapangan kerja sektor pariwisata pada 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNova berharap Festival Krakatau 2025 dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan membawa manfaat luas tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga dalam pelestarian seni budaya, peningkatan kreativitas anak muda, dan kesejahteraan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cEven ini bukan hanya milik Provinsi Lampung, tapi juga menjadi bagian dari misi besar Indonesia untuk menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi kreatif nasional,\u201d (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Krakatau Festival \u200e(K-Fest) Ke-34 Tahun 2025 dibuka dengan meriah oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nova Arisne, Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnawa Wulan Sari Mirza dan Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (5\/7\/2025). \u200e \u200eAcara tersebut juga dihadiri Forkopimda serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo. \u200e \u200eFestival tahunan ini mengangkat tema \u201cNemui Nyimah\u201d, yang mencerminkan sikap ramah, terbuka, dan rendah hati masyarakat Lampung dalam menyambut tamu serta merayakan keberagaman. \u200e \u200ePembukaan K-Fest dimeriahkan Mask Street Carnival, karnaval budaya yang menampilkan kekayaan tradisi daerah dari berbagai kabupaten\/kota di Lampung yang mengangkat inspirasi dari keluhuran budaya penutup wajah khas Lampung, seperti Sekura dari Lampung Barat, Tuping dari Lampung Selatan, serta adat Nyubuk Manjau yang sarat nilai estetika dan filosofi. \u200e \u200eWakil Gubernur mengatakan festival ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan momentum penting yang merefleksikan identitas, semangat, dan harapan masyarakat Lampung untuk masa depan. \u200e \u200e\u201cHari ini lebih dari sekadar festival. Ini adalah perayaan jati diri kita sebagai masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi budaya, menghargai keragaman, dan selalu terbuka menyambut siapa pun yang datang,\u201d ujarnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51160,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,15],"tags":[],"class_list":["post-51159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51159"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51162,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51159\/revisions\/51162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}