{"id":51156,"date":"2025-07-07T16:33:29","date_gmt":"2025-07-07T09:33:29","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51156"},"modified":"2025-07-07T16:33:29","modified_gmt":"2025-07-07T09:33:29","slug":"serius-tangani-perempuan-dan-anak-bupati-parosil-kukuhkan-satgas-ppa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/07\/07\/serius-tangani-perempuan-dan-anak-bupati-parosil-kukuhkan-satgas-ppa\/","title":{"rendered":"\u200eSerius Tangani Perempuan dan Anak, Bupati Parosil Kukuhkan Satgas PPA \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Barat (LB)<\/strong>: Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus semakin menunjukkan komitmen terhadap penanganan masalah perempuan dan anak dengan mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Tingkat Kabupaten hingga Pekon di Lamban Pancasila Kecamatan Balik Bukit, Senin (7\/72025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePengukuhan Satgas PPA tingkat Kabupaten berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Nomor: B\/251\/KPTS\/III.06\/2025, sedangkan tingkat Kelurahan dan Pekon berdasarkan Surat Keputusan ketua Satgas PPA Kabupaten Lampung Barat Nukman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eParosil mengatakan pembentukan Satgas PPA ini bermula dari kegelisahan dirinya terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak di Lampung Barat yang terus meningkat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya berpikir langkah dari Pemerintah harus diambil, agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun, bahkan diharapkan ke depan tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung Barat,&#8221; harap Parosil.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurutnya, selama ini Kabupaten Lampung Barat terkenal dengan daerah yang sangat nyaman dan aman, jarang terjadi kejadian konflik antartetangga bahkan kelompok, tapi beberapa waktu lalu terdengar adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di beberapa pekon sehingga membuat dirinya gelisah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Tentu ini harus segera kita tangani agar tidak terulang kembali dengan kasus yang sama,&#8221; ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Masalah perempuan dan anak tidak dapat dilakukan satu lembaga saja, tapi harus melibatkan berbagai unsur, tidak terkecuali tokoh agama, masyarakat, pemuda dan institusi pemerintah,&#8221; jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePria yang merupakan asli putra daerah itu meminta kepada Satgas PPA yang baru saja dilantik agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya serta meningkatkan kerjasama dari seluruh unsur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Harus bekerja keras dan bekerja sama dalam menjalankan tugas,&#8221; tuturnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara, Sekda, sekaligus ketua Satgas PPA Kabupaten Lampung Barat Nukman berpesan kepada Satgas PPA tingkat Kelurahan dan Pekon agar bekerja keras dengan ikhlas, karena menurutnya, kesuksesan dalam penanganan kasus perempuan dan anak merupakan salah satu langkah untuk mensejahterakan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Harus segera koordinasi dengan Camat dan seluruh unsur yang terlibat, setelah dilantik harus segera bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Lampung Barat, Danang Harisuseno mengatakan, tujuan dibentuknya Satgas PPA tersebut untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, untuk menekan kasus terhadap perempuan dan anak serta meningkatkan kerjasama antara lembaga dan pemerintah Lampung Barat terhadap penanganan masalah perempuan dan anak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBerikut nama Satgas PPA Kabupaten Lampung Barat yang baru dilantik :<br \/>\n\u200eKetua: Sekda Lampung Barat Nukman<br \/>\n\u200eWakil Ketua: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ahmad Hikami<br \/>\n\u200eSekretaris: Kadis PPKBPPPA Lampung Barat Danang Harisuseno.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSedangkan Satgas PPA tingkat kelurahan dan pekon masing-masing ditentukan peratin dan lurah<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePelantikan ini disaksikan Wakil Bupati Mad Hasnurin, anggota DPRD Bambang Kusmanto, Perwakilan Kejaksaan, TNI, Polri, Kemenag, Pengadilan Agama, Camat dan Peratin. (*\/sandori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Barat (LB): Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus semakin menunjukkan komitmen terhadap penanganan masalah perempuan dan anak dengan mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Tingkat Kabupaten hingga Pekon di Lamban Pancasila Kecamatan Balik Bukit, Senin (7\/72025). \u200e \u200ePengukuhan Satgas PPA tingkat Kabupaten berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Nomor: B\/251\/KPTS\/III.06\/2025, sedangkan tingkat Kelurahan dan Pekon berdasarkan Surat Keputusan ketua Satgas PPA Kabupaten Lampung Barat Nukman. \u200e \u200eParosil mengatakan pembentukan Satgas PPA ini bermula dari kegelisahan dirinya terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak di Lampung Barat yang terus meningkat. \u200e \u200e&#8221;Saya berpikir langkah dari Pemerintah harus diambil, agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun, bahkan diharapkan ke depan tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung Barat,&#8221; harap Parosil. \u200e \u200eMenurutnya, selama ini Kabupaten Lampung Barat terkenal dengan daerah yang sangat nyaman dan aman, jarang terjadi kejadian konflik antartetangga bahkan kelompok, tapi beberapa waktu lalu terdengar adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di beberapa pekon sehingga membuat dirinya gelisah. \u200e \u200e&#8221;Tentu ini harus segera kita tangani agar tidak terulang kembali dengan kasus yang sama,&#8221; ungkapnya. \u200e \u200e&#8221;Masalah perempuan dan anak tidak dapat dilakukan satu lembaga saja, tapi harus melibatkan berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51157,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194],"tags":[],"class_list":["post-51156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51156"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51158,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51156\/revisions\/51158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}