{"id":51074,"date":"2025-06-30T15:23:38","date_gmt":"2025-06-30T08:23:38","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51074"},"modified":"2025-06-30T15:23:38","modified_gmt":"2025-06-30T08:23:38","slug":"kades-mat-hamzah-hari-jadi-ke-89-desa-banjaran-momentum-kolaborasi-membangun-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/30\/kades-mat-hamzah-hari-jadi-ke-89-desa-banjaran-momentum-kolaborasi-membangun-desa\/","title":{"rendered":"\u200eKades Mat Hamzah: Hari Jadi Ke-89 Desa Banjaran Momentum Kolaborasi Membangun Desa"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin memperingati Hari Jadi Ke-89 yang diisi pengajian akbar dengan penceramah Ustaz Suparman dari Bandar Lampung, Sabtu (30\/6\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAcara ini dihadiri Camat Padang Cermin Ekonovian, Babinsa Desa Banjaran Juremi, Kades se-Kecamatan Padang Cermin dan masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Kades Banjaran Mat Hamzah menyampaikan pentingnya kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desa. Menurutnya, kekompakan aparatur dan masyarakat adalah modal utama untuk menyukseskan pembangunan.<\/p>\n<div id=\"attachment_51076\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-51076\" class=\"wp-image-51076 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250629-WA0095.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"540\" \/><p id=\"caption-attachment-51076\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PERINGATAN<\/strong> Hari Jadi Ke-89 Desa Banjaran diisi dengan pengajian yang dihadiri seluruh warga, Minggu (30\/6\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Ke depan kita harus berkolaborasi pemdes dan masyarakat dalam menjalin kekompakan untuk sampai ke cita-cita bersama dalam mewujudkan desa Banjaran yang lebih sejahtera,&#8221; ucap Mat Hamzah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan ini, camat Padang Cermin menyampaikan peringatan ini merupakan momentum untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Mari kita jalin kebersamaan, kekompakan, ketransparanan agar masyarakat yakin Desa Banjaran bisa lebih maju ke depan,&#8221; ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Ustaz Suparman dalam ceramahnya mengingatkan pemimpin harus punya komitmen untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menjadikan contoh tongkat nabi Musa sebagai filosofi dalam memimpin. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin memperingati Hari Jadi Ke-89 yang diisi pengajian akbar dengan penceramah Ustaz Suparman dari Bandar Lampung, Sabtu (30\/6\/2025). \u200e \u200eAcara ini dihadiri Camat Padang Cermin Ekonovian, Babinsa Desa Banjaran Juremi, Kades se-Kecamatan Padang Cermin dan masyarakat. \u200e \u200eDalam sambutannya, Kades Banjaran Mat Hamzah menyampaikan pentingnya kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desa. Menurutnya, kekompakan aparatur dan masyarakat adalah modal utama untuk menyukseskan pembangunan. \u200e&#8221;Ke depan kita harus berkolaborasi pemdes dan masyarakat dalam menjalin kekompakan untuk sampai ke cita-cita bersama dalam mewujudkan desa Banjaran yang lebih sejahtera,&#8221; ucap Mat Hamzah. \u200e \u200eDalam kesempatan ini, camat Padang Cermin menyampaikan peringatan ini merupakan momentum untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan. \u200e \u200e&#8221;Mari kita jalin kebersamaan, kekompakan, ketransparanan agar masyarakat yakin Desa Banjaran bisa lebih maju ke depan,&#8221; ungkapnya. \u200e \u200eSementara itu, Ustaz Suparman dalam ceramahnya mengingatkan pemimpin harus punya komitmen untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menjadikan contoh tongkat nabi Musa sebagai filosofi dalam memimpin. (Ansori)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-51074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51074"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51077,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51074\/revisions\/51077"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}