{"id":51013,"date":"2025-06-23T06:30:35","date_gmt":"2025-06-22T23:30:35","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=51013"},"modified":"2025-06-23T06:31:23","modified_gmt":"2025-06-22T23:31:23","slug":"gubernur-lemhanas-buka-munas-ke-2-jmsi-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/23\/gubernur-lemhanas-buka-munas-ke-2-jmsi-di-jakarta\/","title":{"rendered":"\u200eGubernur Lemhanas Buka Munas Ke-2 JMSI di Jakarta \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang mengusung tema &#8220;JMSI Bikin Terang Indonesia&#8221; pada 21\u201322 Juni 2025 di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTema yang mencerminkan komitmen JMSI untuk memperkuat peran media siber dalam mencerdaskan publik dan memperkuat demokrasi itu juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Teguh (Teguh Santosa, Ketua Umum JMSI, red) ini kawan baik dan sahabat saya. Jadi kalau dia mengundang maka jauh-jauh hari harus saya atur waktu untuk bisa hadir,\u201d kata Ace Hasan Syadzily dalam sambutannya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain Gubernur Lemhanas, hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, pengamat politik Hendra Satrio, serta 29 pengurus daerah JMSI dari seluruh Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kesempatan tersebut, Ace memaparkan materi mengenai Ketahanan Nasional dan Geopolitik Global. Ia menyoroti pentingnya isu keamanan siber dan penguatan ketahanan nasional di tengah kondisi global yang tidak menentu.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Dunia global sedang tidak baik-baik saja. Berbagai isu politik global kini memiliki dampak langsung terhadap kepentingan nasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penting bagi segenap bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat national interest,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAce berharap JMSI sebagai organisasi perusahaan pers berbasis digital dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat kepentingan nasional melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya mengucapkan selamat atas Munas Ke-2 JMSI, selamat bermunas,\u201d tutup Ace Hasan Syadzily.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMunas Ke-2 JMSI ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk menentukan arah organisasi ke depan, termasuk pemilihan ketua umum baru yang akan memimpin JMSI dalam periode selanjutnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Teguh Santosa kembali memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) untuk periode 2025-2030 setelah terpilih aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) II JMSI.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTeguh menyampaikan komitmennya menjadikan JMSI sebagai pilar utama dalam membangun ekosistem media digital yang kredibel, berdaya saing, dan berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cJMSI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah pers nasional. Profesionalisme menjadi fondasi utama agar media siber tetap dipercaya publik,\u201d ujar Teguh dalam sambutannya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTeguh menggarisbawahi tantangan utama media saat ini bukan hanya disrupsi teknologi, tetapi juga ancaman terhadap keberlanjutan ekonomi media itu sendiri. Dalam lanskap informasi yang semakin kompleks dan cepat, Teguh menyerukan perlunya transformasi dalam cara media dikelola.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita tidak bisa hanya bertahan dengan idealisme. Kita butuh inovasi dalam model bisnis, diversifikasi pendapatan, dan pemanfaatan teknologi untuk membuat media tetap relevan dan hidup,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTeguh juga menyoroti bagaimana platform digital global seperti media sosial dan agregator berita telah mendominasi distribusi informasi, yang berpotensi menggerus eksistensi media lokal dan jurnalisme yang bertanggung jawab.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita tidak bisa menutup mata terhadap dominasi platform digital. Tapi kita juga tidak boleh membiarkannya menggulung jurnalisme. Kita butuh regulasi yang adil dan perlindungan terhadap media lokal agar tidak mati perlahan di tengah arus algoritma global,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKe depan, Teguh menegaskan JMSI akan memperkuat sinergi strategis dengan Dewan Pers, pemerintah, serta lembaga-lembaga terkait dalam upaya membangun ekosistem pers yang sehat dan berpihak kepada kepentingan publik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai organisasi perusahaan media siber yang telah menjadi konstituen Dewan Pers sejak 2020, JMSI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan media digital Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi periode keduanya ini, Teguh menyatakan komitmennya untuk memperluas jaringan JMSI ke seluruh pelosok tanah air serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan sistem verifikasi media anggota.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Munas ini bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Ini adalah momentum konsolidasi nasional untuk menjawab tantangan zaman. Kita bukan sedang menanggung beban, tapi sedang menyongsong peluang untuk menjadikan JMSI lebih kuat, tangguh, dan terpercaya,&#8221; Katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMunas II JMSI menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk dorongan penyusunan regulasi yang berpihak pada keberlangsungan media nasional, Perlindungan terhadap jurnalis di era digital yang penuh risiko, Penguatan kapasitas kelembagaan JMSI dari pusat hingga daerah, serta Strategi penanggulangan konten hoaks dan peningkatan literasi media.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eTak kalah penting, JMSI juga meneguhkan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat media-media lokal di tengah gempuran informasi global yang serba cepat dan masif.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDari Provinsi Lampung, seluruh Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) JMSI turut serta menyukseskan perhelatan akbar ini. Kehadiran JMSI bukan hanya simbol partisipasi, tetapi juga bukti keseriusan daerah dalam mendorong profesionalisme media siber sebagai kekuatan demokrasi lokal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMunas JMSI ke-2 ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan posisi pers sebagai tiang penyangga demokrasi. Teguh Santosa, dengan rekam jejak dan pemikiran strategisnya, dipercaya mampu membawa JMSI menjawab tantangan era digital, bukan dengan keluhan, tetapi dengan karya dan kolaborasi. (*\/ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang mengusung tema &#8220;JMSI Bikin Terang Indonesia&#8221; pada 21\u201322 Juni 2025 di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat. \u200e \u200eTema yang mencerminkan komitmen JMSI untuk memperkuat peran media siber dalam mencerdaskan publik dan memperkuat demokrasi itu juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. \u200e \u200e&#8221;Teguh (Teguh Santosa, Ketua Umum JMSI, red) ini kawan baik dan sahabat saya. Jadi kalau dia mengundang maka jauh-jauh hari harus saya atur waktu untuk bisa hadir,\u201d kata Ace Hasan Syadzily dalam sambutannya. \u200e \u200eSelain Gubernur Lemhanas, hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, pengamat politik Hendra Satrio, serta 29 pengurus daerah JMSI dari seluruh Indonesia. \u200e \u200eDalam kesempatan tersebut, Ace memaparkan materi mengenai Ketahanan Nasional dan Geopolitik Global. Ia menyoroti pentingnya isu keamanan siber dan penguatan ketahanan nasional di tengah kondisi global yang tidak menentu. \u200e \u200e&#8221;Dunia global sedang tidak baik-baik saja. Berbagai isu politik global kini memiliki dampak langsung terhadap kepentingan nasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penting bagi segenap bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat national interest,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":51014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-51013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51013"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51016,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51013\/revisions\/51016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}