{"id":50998,"date":"2025-06-22T06:47:18","date_gmt":"2025-06-21T23:47:18","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50998"},"modified":"2025-06-22T06:47:18","modified_gmt":"2025-06-21T23:47:18","slug":"buka-pesenggiri-culture-event-2025-wamen-kebudayaan-kagumi-wastra-dan-alam-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/22\/buka-pesenggiri-culture-event-2025-wamen-kebudayaan-kagumi-wastra-dan-alam-lampung\/","title":{"rendered":"Buka Pesenggiri Culture Event 2025, Wamen Kebudayaan Kagumi Wastra dan Alam Lampung"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza secara resmi membuka pagelaran Pesenggiri Culture Event 2025 di Taman Kencana Lampung Marriot, Kabupaten Pesawaran, Jumat (20\/6\/25).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWamen Kebudayaan Giring dan Gubernur Mirza berharap event ini menjadi etalase terdepan bagi kemajuan kebudayaan Indonesia yang merepresentasikan karakteristik budaya Lampung yang terbuka (inklusif).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGiring juga mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dan berharap menginspirasi para seniman untuk berkarya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHari ini saya lihat begitu indahnya wastra-wastra dan alam yang ada di Lampung yang menginspirasi para seniman untuk berkarya. Ini adalah bagian dari anak-anak muda berkontribusi untuk melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan itu adalah hulunya dan pariwisata itu hilirnya maka jika kebudayaan tidak dilestarikan dan dikembangkan, pariwisata di daerah tersebut tidak akan kemana-mana,\u201d ujar Giring.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Mirza berharap even Pesenggiri Culture Event 2025 dapat menjadi semangat dan motivasi bagi seluruh stakeholder yang ada untuk membuat acara acara serupa dengan output untuk mendatangkan para wisatawan lokal maupun mancanegara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cIni merupakan langkah nyata bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni budaya, melainkan sangat erat kaitan dan kolaborasinya dengan sektor-sektor wisata sehingga menjadi wadah penunjang pemberdayaan pelaku UMKM yang ada disekitarnya,\u201d tutur Mirza.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menambahkan penyelenggaraan acara tersebut merupakan sebuah bentuk pentas keberagaman seni kebudayaan yang ada di Lampung dan mencerminkan karakteristik masyarakat Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan banyaknya keberagaman budaya Lampung saat ini menunjukkan bahwasanya karakteristik masyarakat Lampung ini terbuka, jadi kita ingin menjaga hal tersebut dengan mewujudkan Lampung yang terbuka, kita ingin Lampung maju, kita ingin masyarakat kita selalu inklusif terhadap perkembangan zaman,\u201d pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eEven Pesenggiri Festival 2025 digelar pada 20\u201321 Juni 2025. Festival ini terinspirasi dari falsafah hidup masyarakat Lampung &#8220;Pi\u2019il Pesenggiri&#8221;. Perjalanan festival ini dikembangkan melalui proses mentoring, dialog, dan kurasi bersama budayawan Anshori Djausal, hingga akhirnya menjadi bentuk seni yang inovatif dan inklusif yang menampilkan kolaborasi lintas sektor untuk mengenalkan budaya Lampung ke publik lokal maupun mancanegara.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePesenggiri sendiri merupakan falsafah masyarakat Lampung yang mengandung nilai harga diri, keberanian, dan kehormatan. Nilai ini menjadi dasar dalam menghadirkan festival sebagai ruang ekspresi yang menjunjung identitas dan keberagaman budaya Lampung, sekaligus menjadi bentuk nasionalisme masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza secara resmi membuka pagelaran Pesenggiri Culture Event 2025 di Taman Kencana Lampung Marriot, Kabupaten Pesawaran, Jumat (20\/6\/25). \u200e \u200eWamen Kebudayaan Giring dan Gubernur Mirza berharap event ini menjadi etalase terdepan bagi kemajuan kebudayaan Indonesia yang merepresentasikan karakteristik budaya Lampung yang terbuka (inklusif). \u200e \u200eGiring juga mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dan berharap menginspirasi para seniman untuk berkarya. \u200e \u200e\u201cHari ini saya lihat begitu indahnya wastra-wastra dan alam yang ada di Lampung yang menginspirasi para seniman untuk berkarya. Ini adalah bagian dari anak-anak muda berkontribusi untuk melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan. Kebudayaan itu adalah hulunya dan pariwisata itu hilirnya maka jika kebudayaan tidak dilestarikan dan dikembangkan, pariwisata di daerah tersebut tidak akan kemana-mana,\u201d ujar Giring. \u200e \u200eSementara itu, Mirza berharap even Pesenggiri Culture Event 2025 dapat menjadi semangat dan motivasi bagi seluruh stakeholder yang ada untuk membuat acara acara serupa dengan output untuk mendatangkan para wisatawan lokal maupun mancanegara. \u200e \u200e\u201cIni merupakan langkah nyata bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni budaya, melainkan sangat erat kaitan dan kolaborasinya dengan sektor-sektor wisata sehingga menjadi wadah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50999,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,7,132],"tags":[],"class_list":["post-50998","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pariwisata","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50998"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51000,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50998\/revisions\/51000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}