{"id":50985,"date":"2025-06-20T18:57:24","date_gmt":"2025-06-20T11:57:24","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50985"},"modified":"2025-06-20T18:57:24","modified_gmt":"2025-06-20T11:57:24","slug":"10-tahun-jalan-desa-dibiarkan-rusak-warga-dusun-3b-sabah-balau-seperti-anak-tiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/20\/10-tahun-jalan-desa-dibiarkan-rusak-warga-dusun-3b-sabah-balau-seperti-anak-tiri\/","title":{"rendered":"10 Tahun Jalan Desa Dibiarkan Rusak, Warga Dusun 3B Sabah Balau Seperti Anak Tiri"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Selatan (LB)<\/strong>: Warga Jalan Perjuangan 2, Dusun 3B, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan ruas jalan desa yang kebih 10 tahun rusak.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah satu warga, Untung (58), mengatakan ruas jalan desa sepanjang sekitar 1 kilometer yang melintasi deoan rumahnya itu, terakhir kali diperbaiki sekitar 10 tahun silam.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Sudah lama jalan ini tidak dibangun, pernah diperbaiki di zaman pemerintahan Kepala Desa Pak Karnen. Kami berharap jalan ini cepat diperbaiki karena memang sudah sangat lama tidak diperbaiki. Kalau dibiarkan begini, takut nanti makan korban,&#8221; tutur Untung, Jumat (20\/6\/20205).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWarga lainnya, Maya (45), saat ditemui wartawan lampungbarometer.id juga mengungkapkan keluhan tentang kerusakan jalan desa tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Setelah menang pemilihan, Pak Bupati Radityo Egi Pratama pernah datang untuk mengecek dan mengukur jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,&#8221; ungkap Maya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMaya berharap Pemerintah Desa Sabah Balau memberikan perhatian terhadap ruas jalan tersebut. Selain dia juga meminta pengembang perumahan yang sedang melakukan pembangunan perumahan yang melintasi jalan tersebut untuk berkontribusi terhadap pembangunan Jalan Perjuangan 2.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga mengungkapkan sebagian Jalan Perjuangan 2 sudah diperbaiki oleh pihak pengembang perumahan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Setau saya, Jalan Perjuangan 2 ini sebagian yang sudah diaspal, itu pihak perumahan yang mengerjakan, bukan dari Pemerintah Desa Sabah Balau. Harusnya untuk jalan yang belum tersentuh perbaikan ini harusnya pihak pengembangnya juga berkolaborasi dengan pemerintah Desa untuk segera memperbaikinya juga,&#8221; pungkasnya. (rian\/herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Selatan (LB): Warga Jalan Perjuangan 2, Dusun 3B, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan ruas jalan desa yang kebih 10 tahun rusak. \u200e \u200eSalah satu warga, Untung (58), mengatakan ruas jalan desa sepanjang sekitar 1 kilometer yang melintasi deoan rumahnya itu, terakhir kali diperbaiki sekitar 10 tahun silam. \u200e \u200e&#8221;Sudah lama jalan ini tidak dibangun, pernah diperbaiki di zaman pemerintahan Kepala Desa Pak Karnen. Kami berharap jalan ini cepat diperbaiki karena memang sudah sangat lama tidak diperbaiki. Kalau dibiarkan begini, takut nanti makan korban,&#8221; tutur Untung, Jumat (20\/6\/20205). \u200e \u200eWarga lainnya, Maya (45), saat ditemui wartawan lampungbarometer.id juga mengungkapkan keluhan tentang kerusakan jalan desa tersebut. \u200e \u200e&#8221;Setelah menang pemilihan, Pak Bupati Radityo Egi Pratama pernah datang untuk mengecek dan mengukur jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,&#8221; ungkap Maya. \u200e \u200eMaya berharap Pemerintah Desa Sabah Balau memberikan perhatian terhadap ruas jalan tersebut. Selain dia juga meminta pengembang perumahan yang sedang melakukan pembangunan perumahan yang melintasi jalan tersebut untuk berkontribusi terhadap pembangunan Jalan Perjuangan 2. \u200e \u200eDia juga mengungkapkan sebagian Jalan Perjuangan 2 sudah diperbaiki oleh pihak pengembang perumahan. \u200e \u200e&#8221;Setau saya, Jalan Perjuangan 2 ini sebagian yang sudah diaspal, itu pihak perumahan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[114],"tags":[],"class_list":["post-50985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-selatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50987,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50985\/revisions\/50987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}