{"id":50977,"date":"2025-06-20T13:46:14","date_gmt":"2025-06-20T06:46:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50977"},"modified":"2025-06-20T13:46:14","modified_gmt":"2025-06-20T06:46:14","slug":"resmi-dilantik-marindo-kurniawan-cetak-sejarah-sekda-provinsi-lampung-termuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/20\/resmi-dilantik-marindo-kurniawan-cetak-sejarah-sekda-provinsi-lampung-termuda\/","title":{"rendered":"Resmi Dilantik, Marindo Kurniawan Cetak Sejarah Sekda Provinsi Lampung Termuda"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung usai dilantik Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (20\/6\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLahir di Menggala, Tulang Bawang pada 6 Desember 1980, Marindo Kurniawan tercatat sebagai Sekda Provinsi Lampung termuda yang pernah menjabat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMarindo Kurniawan dilantik sebagai Sekretaris Daerah berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Nomor: 100\/TPA Tahun 2025, tertanggal 4 Juni 2025. Ia menggantikan posisi definitif Sekda setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian sejak awal tahun.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam sambutannya, Gubernur menyebut pelantikan ini bukan sekadar prosesi formal, melainkan awal dari kerja keras yang menuntut integritas, kepemimpinan, dan kecepatan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penuh makna. Jabatan Sekda adalah puncak pengabdian dalam sistem birokrasi daerah,\u201d ujar Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur menekankan peran Sekda tidak sebatas administratif. Sekda, kata dia, adalah motor penggerak mesin birokrasi, jembatan strategis antarpemerintah daerah, serta penghubung penting dengan pemerintah pusat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSekda adalah orkestra penggerak roda pemerintahan. Ia harus menjadi teladan, menjadi panutan bagi sekitar 19 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung,\u201d kata dia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMarindo Kurniawan sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Lampung. Di bawah kepemimpinannya, Bappeda dinilai berhasil mengintegrasikan perencanaan pembangunan daerah dengan isu-isu strategis nasional seperti pengentasan kemiskinan, reformasi birokrasi, dan pembangunan berkelanjutan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur berharap pengalaman dan visi muda Marindo dapat membawa perubahan nyata. Ia menekankan, tantangan yang dihadapi Pemprov Lampung tidak bisa diselesaikan dengan pola lama, apalagi pendekatan coba-coba.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cWaktu kita terbatas. Permasalahan rakyat tidak bisa ditangani dengan cara lama. Kita butuh kecepatan, ketepatan, dan keberanian untuk melakukan terobosan,\u201d tegas Gubernur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa juga menitipkan harapan besar kepada Marindo untuk turut mendorong percepatan program pembangunan prioritas, penguatan pelayanan publik, serta efisiensi anggaran di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cLima tahun ke depan kita sepakat untuk mengejar ketertinggalan. Dan tugas itu dimulai sekarang, dari ruang kerja Sekda,\u201d ucap Gubernur. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung usai dilantik Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (20\/6\/2025). \u200e \u200eLahir di Menggala, Tulang Bawang pada 6 Desember 1980, Marindo Kurniawan tercatat sebagai Sekda Provinsi Lampung termuda yang pernah menjabat. \u200e \u200eMarindo Kurniawan dilantik sebagai Sekretaris Daerah berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Nomor: 100\/TPA Tahun 2025, tertanggal 4 Juni 2025. Ia menggantikan posisi definitif Sekda setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian sejak awal tahun. \u200e \u200eDalam sambutannya, Gubernur menyebut pelantikan ini bukan sekadar prosesi formal, melainkan awal dari kerja keras yang menuntut integritas, kepemimpinan, dan kecepatan. \u200e \u200e\u201cPelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penuh makna. Jabatan Sekda adalah puncak pengabdian dalam sistem birokrasi daerah,\u201d ujar Gubernur. \u200e \u200eGubernur menekankan peran Sekda tidak sebatas administratif. Sekda, kata dia, adalah motor penggerak mesin birokrasi, jembatan strategis antarpemerintah daerah, serta penghubung penting dengan pemerintah pusat. \u200e \u200e\u201cSekda adalah orkestra penggerak roda pemerintahan. Ia harus menjadi teladan, menjadi panutan bagi sekitar 19 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung,\u201d kata dia. \u200e \u200eMarindo Kurniawan sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Lampung. Di bawah kepemimpinannya, Bappeda dinilai berhasil mengintegrasikan perencanaan pembangunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-50977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50977"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50979,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50977\/revisions\/50979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}