{"id":50963,"date":"2025-06-19T13:07:01","date_gmt":"2025-06-19T06:07:01","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50963"},"modified":"2025-06-19T13:07:01","modified_gmt":"2025-06-19T06:07:01","slug":"pastikan-pengembang-penuhi-janji-perbaikan-camat-pantau-jalan-rusak-di-dusun-menanti-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/19\/pastikan-pengembang-penuhi-janji-perbaikan-camat-pantau-jalan-rusak-di-dusun-menanti-kasih\/","title":{"rendered":"\u200ePastikan Pengembang Penuhi Janji Perbaikan, Camat Pantau Jalan Rusak di Dusun Menanti Kasih \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Setelah aksi protes warga Dusun Menanti Kasih, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, menyikapi kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat proyek Perumahan Citra Mahkota Indah (CMI), Camat Gedong Tataan, Darlis, bersama perangkat Desa Bernung turun memantau proses perbaikan, Kamis (19\/6\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam kunjungannya, Darlis menjelaskan jalan yang rusak tersebut sebenarnya bukan jalan umum desa, tapi merupakan aset milik pengembang CMI. Darlis menegaskan pihak pengembang telah berkomitmen memperbaiki jalan rusak tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Saya telah memverifikasi jalan ini memang tanggung jawab CMI. Mereka berjanji akan melakukan penambalan dengan material sirtu atau sabes hari ini. Kami memastikan ini dituntaskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman antara warga, desa, dan pengembang,&#8221; ujar Darlis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDarlis juga menyatakan akan mengecek ulang perizinan proyek CMI di data kecamatan meskipun meyakini seluruh dokumen sudah lengkap sejak era kepemimpinan camat sebelumnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Proyek ini sudah berjalan dan berpenghuni. Insya Allah izinnya sudah ada,&#8221; tambahnya .<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHingga berita ini dirilis, pihak PT Citra Mahkota Indah (CMI) belum memberi pernyataan resmi terkait rencana jangka panjang perbaikan infrastruktur sekitar proyek. Warga berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi pengembang dan pemerintah untuk lebih memperhatikan hak masyarakat. (jmsi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Setelah aksi protes warga Dusun Menanti Kasih, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, menyikapi kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat proyek Perumahan Citra Mahkota Indah (CMI), Camat Gedong Tataan, Darlis, bersama perangkat Desa Bernung turun memantau proses perbaikan, Kamis (19\/6\/2025). \u200e \u200eDalam kunjungannya, Darlis menjelaskan jalan yang rusak tersebut sebenarnya bukan jalan umum desa, tapi merupakan aset milik pengembang CMI. Darlis menegaskan pihak pengembang telah berkomitmen memperbaiki jalan rusak tersebut. \u200e \u200e&#8221;Saya telah memverifikasi jalan ini memang tanggung jawab CMI. Mereka berjanji akan melakukan penambalan dengan material sirtu atau sabes hari ini. Kami memastikan ini dituntaskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman antara warga, desa, dan pengembang,&#8221; ujar Darlis. \u200e \u200eDarlis juga menyatakan akan mengecek ulang perizinan proyek CMI di data kecamatan meskipun meyakini seluruh dokumen sudah lengkap sejak era kepemimpinan camat sebelumnya. \u200e \u200e&#8221;Proyek ini sudah berjalan dan berpenghuni. Insya Allah izinnya sudah ada,&#8221; tambahnya . \u200e \u200eHingga berita ini dirilis, pihak PT Citra Mahkota Indah (CMI) belum memberi pernyataan resmi terkait rencana jangka panjang perbaikan infrastruktur sekitar proyek. Warga berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi pengembang dan pemerintah untuk lebih memperhatikan hak masyarakat. (jmsi)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50964,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-50963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50965,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50963\/revisions\/50965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50964"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}