{"id":50845,"date":"2025-06-04T00:05:04","date_gmt":"2025-06-03T17:05:04","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50845"},"modified":"2025-06-04T00:05:04","modified_gmt":"2025-06-03T17:05:04","slug":"dkl-gandeng-komunitas-tapis-kopi-dan-buku-helat-siniar-bareng-lian-gouw-asal-california","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/04\/dkl-gandeng-komunitas-tapis-kopi-dan-buku-helat-siniar-bareng-lian-gouw-asal-california\/","title":{"rendered":"\u200eDKL Gandeng Komunitas Tapis Kopi dan Buku Helat Siniar Bareng Lian Gouw Asal California"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Dewan Kesenian Lampung menaja acara Siniar (podcast) dengan menggandeng Komunitas Tapis, Kopi dan Buku dengan menghadirkan Lian Gouw (Penulis &amp; Founder Dalang Publishing), Iwan Nurdaya Djafar (Budayawan), Jauza Imani (Penulis) dan Iin Zakaria (Koordinator Komunitas Tapis, Kopi dan Buku).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSiniar yang mengusung tajuk: \u201dPenggunaan Bahasa Indonesia dalam Karya Sastra sebagai Wujud Kecintaan terhadap Tanah Air\u201d akan dihelat di Gedung Dewan Kesenian Lmapung, Kompleks GOR Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (4\/6\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenurut Iin Zakaria dan Jauza Imani dari Komunitas Tapis, Kopi dan Buku, Lian Gouw, yang berprofesi penulis dan founder penerbit Dalang Publishing yang berdomisili di San Mateo, California, Amerika Serikat, bakal berkunjung ke Provinsi Lampung pada 3-6 Juni 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKedatangannya ke Kota Bandar Lampung dalam rangka perjalanan Keliling Tanah Air, selain ke Sulawesi dan Kalimantan. Lian memberi kesempatan yang sama hadir ke tempat semua penulis pemenang buku \u201cTapak Tilas\u201d, buku kumpulan cerpen Dalang yang menghimpun 44 cerpenis Indonesia dalam dua bahasa, melalui lamannya sepanjang 10 tahun perjalanan Dalang Publishing,\u201d ujar Nung, panggilan karib Jauza Imani.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIin Zakaria menambahkan salah satu penulis Lampung yang berkesempatan menulis di laman Dalang adalah Jauza Imani. Jauza menulis cerpen berjudul \u201cKain Tapis Mak Unyan\u201d, mengisahkan tentang kain tapis buatan Mak Unyan semasa gadis yang diketahui hilang saat Mak Unyan meninggal dunia dan akan digunakan untuk menutupi jenazahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSituasi itu, lanjut Iin, tentu saja meninggalkan sedikit kegaduhan karena kain tapis merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi pembuatnya (muli Lampung), selain digunakan di hari pernikahan, upacara adat Lampung, juga dianggap sebagai salah satu bentuk penghargaan terakhir untuk menutup jenazah pembuatnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cCerita pendek ini akan tampil di laman Dalang mulai 15 Juli 2025 mendatang,\u201d ungkap Iin yang dikenal sebagai pegiat film dan penyair.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIin Zakaria menambahkan kehadiran Lian Gouw ini bakal diterima Ketua Dewan Kesenian Lampung, Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., Sekretaris Umum Bagus S. Pribadi, serta beberapa pengurus dari Komite Sastra DKL, Akademi Lampung, dan Sastrawan Iwan Nurdaya Djafar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSelain beramah tamah dan pemberian cendera mata akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Siniar (podcast) di Dewan Kesenian Lampung dengan narasumber Lian Gouw, Iwan Nurdaya Djafar, dan Jauza Imani, \u201d ujar Iin.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Sekretari DKL Bagus S. Pribadi mengapresiasi kegiatan langka ini. Menurutnya, DKL menggelar kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas literasi Tapis, Kopi, dan Buku dengan koordinator Iin Zakaria sekaligus selaku pengarah acara dalam siniar ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSelain berkunjung ke Dewan Kesenian Lampung, Lian Gouw akan menyambangi Museum Negeri Lampung dan Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam, serta berencana melihat gunung Krakatau sebelum kembali ke California,\u201d pungkas Bagus. (Christian Saputro)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Dewan Kesenian Lampung menaja acara Siniar (podcast) dengan menggandeng Komunitas Tapis, Kopi dan Buku dengan menghadirkan Lian Gouw (Penulis &amp; Founder Dalang Publishing), Iwan Nurdaya Djafar (Budayawan), Jauza Imani (Penulis) dan Iin Zakaria (Koordinator Komunitas Tapis, Kopi dan Buku). \u200e \u200eSiniar yang mengusung tajuk: \u201dPenggunaan Bahasa Indonesia dalam Karya Sastra sebagai Wujud Kecintaan terhadap Tanah Air\u201d akan dihelat di Gedung Dewan Kesenian Lmapung, Kompleks GOR Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (4\/6\/2025). \u200e \u200eMenurut Iin Zakaria dan Jauza Imani dari Komunitas Tapis, Kopi dan Buku, Lian Gouw, yang berprofesi penulis dan founder penerbit Dalang Publishing yang berdomisili di San Mateo, California, Amerika Serikat, bakal berkunjung ke Provinsi Lampung pada 3-6 Juni 2025. \u200e \u200e\u201cKedatangannya ke Kota Bandar Lampung dalam rangka perjalanan Keliling Tanah Air, selain ke Sulawesi dan Kalimantan. Lian memberi kesempatan yang sama hadir ke tempat semua penulis pemenang buku \u201cTapak Tilas\u201d, buku kumpulan cerpen Dalang yang menghimpun 44 cerpenis Indonesia dalam dua bahasa, melalui lamannya sepanjang 10 tahun perjalanan Dalang Publishing,\u201d ujar Nung, panggilan karib Jauza Imani. \u200e \u200eIin Zakaria menambahkan salah satu penulis Lampung yang berkesempatan menulis di laman Dalang adalah Jauza Imani. Jauza menulis cerpen berjudul \u201cKain Tapis Mak Unyan\u201d, mengisahkan tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50846,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,15],"tags":[],"class_list":["post-50845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50847,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50845\/revisions\/50847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}