{"id":50832,"date":"2025-06-02T19:59:57","date_gmt":"2025-06-02T12:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50832"},"modified":"2025-06-02T19:59:57","modified_gmt":"2025-06-02T12:59:57","slug":"korem-043-gatam-tegaskan-pancasila-sebagai-jiwa-prajurit-dan-pns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/02\/korem-043-gatam-tegaskan-pancasila-sebagai-jiwa-prajurit-dan-pns\/","title":{"rendered":"\u200eKorem 043\/Gatam Tegaskan Pancasila Sebagai Jiwa Prajurit dan PNS \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, melainkan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDemikian disampaikan Kasi Intel Korem 043\/Gatam Kolonel Inf. Harizoni Pulungan, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara Makorem 043\/Gatam, Jl. Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Senin (2\/6\/2025), dengan komandan upacara Mayor Cba Suyatno.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDia juga menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai prioritas utama sebab tanpa arah yang jelas maka ideologi akan mudah goyah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila bisa menimbulkan ketimpangan, dan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<div id=\"attachment_50834\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-50834\" class=\"wp-image-50834 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG-20250602-WA0222.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"801\" \/><p id=\"caption-attachment-50834\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PERINGATAN HARI PANCASILA.<\/strong> Prajurit Korem 043\/Gatam saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2\/6\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200eSelanjutnya dia menyampaikan di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, Pancasila menghadapi ancaman nyata dari ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi. Oleh karena itu, pembangunan bangsa harus senantiasa berakar pada nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, kebijakan, ucapan, dan tindakan sebagai cerminan semangat Pancasila,\u201d tegasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita ingin Indonesia dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tapi juga karena keluhuran budi dan kebijaksanaan rakyatnya,&#8221; ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Peringatan ini bentuk nyata nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pengabdian para prajurit dan PNS Korem 043\/Gatam,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eUpacara ini dihadiri komandan dan kepala satuan dinas jawatan (Dan\/Ka Satdisjan) jajaran Korem 043\/Gatam serta Dandenpom II\/3 Lampung, Mayor CPM Haru Prabowo. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, melainkan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. \u200e \u200eDemikian disampaikan Kasi Intel Korem 043\/Gatam Kolonel Inf. Harizoni Pulungan, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di lapangan upacara Makorem 043\/Gatam, Jl. Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, Senin (2\/6\/2025), dengan komandan upacara Mayor Cba Suyatno. \u200e \u200eDia juga menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai prioritas utama sebab tanpa arah yang jelas maka ideologi akan mudah goyah. \u200e \u200e\u201cKemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila bisa menimbulkan ketimpangan, dan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,\u201d ungkapnya. \u200eSelanjutnya dia menyampaikan di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, Pancasila menghadapi ancaman nyata dari ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi. Oleh karena itu, pembangunan bangsa harus senantiasa berakar pada nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. \u200e \u200e\u201cMari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, kebijakan, ucapan, dan tindakan sebagai cerminan semangat Pancasila,\u201d tegasnya. \u200e [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,346],"tags":[],"class_list":["post-50832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bela-negara","category-korem-043-garuda-hitam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50835,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50832\/revisions\/50835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}