{"id":50821,"date":"2025-06-02T12:41:12","date_gmt":"2025-06-02T05:41:12","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50821"},"modified":"2025-06-02T12:42:34","modified_gmt":"2025-06-02T05:42:34","slug":"peringati-hari-pancasila-bupati-dendi-kebhinekaan-kekuatan-untuk-bersatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/06\/02\/peringati-hari-pancasila-bupati-dendi-kebhinekaan-kekuatan-untuk-bersatu\/","title":{"rendered":"\u200ePeringati Hari Pancasila, Bupati Dendi: Kebhinekaan Kekuatan untuk Bersatu"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>\u200ePesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 dengan Tema &#8220;Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya&#8221;, di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (2\/6\/2025).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMembacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Pembina Upacara yang juga Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya mengenang sejarah, melainkan bentuk peneguhan kembali komitmen terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Indonesia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPancasila adalah rumah besar bagi keberagaman. Ia menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dari berbagai suku, agama, ras, dan bahasa. Kebinekaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk bersatu,\u201d demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Dendi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam konteks pembangunan nasional, BPIP menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila melalui Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045, di antaranya penanaman nilai Pancasila dalam dunia pendidikan, praktik pelayanan publik yang adil dan berpihak kepada rakyat, pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti UMKM dan koperasi, serta membangun kesadaran digital berlandaskan etika dan nilai kebangsaan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPancasila harus menjadi panduan dalam setiap interaksi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Kita harus melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,\u201d ucapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eBPIP juga terus mendorong berbagai program strategis seperti pelatihan bagi ASN, penguatan kurikulum pendidikan, serta pembinaan ideologi lintas sektor agar nilai-nilai Pancasila tidak sekadar dihafalkan, tetapi dihidupi dalam tindakan nyata.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMelalui momentum ini, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momen refleksi dan penguatan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai jiwa pembangunan nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita ingin Indonesia maju secara teknologi dan moral, sejahtera dalam keadilan sosial, serta dihormati dunia karena kebijaksanaan rakyatnya. Tidak ada jalan lain menuju Indonesia Raya kecuali dengan memastikan Pancasila tetap hidup dalam setiap denyut nadi kehidupan berbangsa dan bernegara,\u201d pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHadir dalam upacara ini Wakil Bupati Marzuki, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, pejabat administrator dan pengawas, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, Ketua DWP, seluruh ASN (PNS dan P3K), serta staf THLS di lingkungan Pemkab Pesawaran. (*\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200ePesawaran (LB): Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 dengan Tema &#8220;Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya&#8221;, di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (2\/6\/2025). \u200e \u200eMembacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Pembina Upacara yang juga Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya mengenang sejarah, melainkan bentuk peneguhan kembali komitmen terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Indonesia. \u200e \u200e\u201cPancasila adalah rumah besar bagi keberagaman. Ia menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dari berbagai suku, agama, ras, dan bahasa. Kebinekaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk bersatu,\u201d demikian kutipan sambutan yang dibacakan Bupati Dendi. \u200e \u200eDalam konteks pembangunan nasional, BPIP menekankan pentingnya memperkokoh ideologi Pancasila melalui Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045, di antaranya penanaman nilai Pancasila dalam dunia pendidikan, praktik pelayanan publik yang adil dan berpihak kepada rakyat, pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti UMKM dan koperasi, serta membangun kesadaran digital berlandaskan etika dan nilai kebangsaan. \u200e \u200e\u201cPancasila harus menjadi panduan dalam setiap interaksi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Kita harus melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,\u201d ucapnya. \u200e \u200eBPIP juga terus mendorong berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50822,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,132],"tags":[],"class_list":["post-50821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bela-negara","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50821"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50824,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50821\/revisions\/50824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}