{"id":50724,"date":"2025-03-18T20:53:14","date_gmt":"2025-03-18T13:53:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50724"},"modified":"2025-05-27T20:56:20","modified_gmt":"2025-05-27T13:56:20","slug":"wan-abdurachman-dianugerahi-gelar-pahlawan-daerah-oleh-gubernur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/18\/wan-abdurachman-dianugerahi-gelar-pahlawan-daerah-oleh-gubernur\/","title":{"rendered":"Wan Abdurachman Dianugerahi Gelar Pahlawan Daerah Oleh Gubernur \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menganugerahkan gelar Pahlawan Daerah kepada Wan Abdurachman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenganugerahan gelar tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Lampung Nomor: G\/185\/V.07\/HK\/2025, tanggal 17 Maret 2025, tentang Pemberian Penghargaan Daerah Lampung Berupa Pahlawan Daerah Lampung kepada Wan Abdurachman.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGelar Pahlawan Daerah diberikan kepada ahli waris Wan Abdurachman dan diserahkan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Memperingati HUT Ke-61 Provinsi Lampung, Selasa 18 Maret 2025.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si, saat ditemui dilokasi acara penganugerahan menjelaskan, dianugerahinya Wan Abdurachman sebagai Pahlawan Daerah, merupakan bentuk apresiasi Gubernur Mirza, atas jasa-jasa putera terbaik Lampung di bidang politik.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNama Wan Abdurahman diusulkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung pada Oktober 2024 ke Dinas Sosial Provinsi melalui Bidang Pemberdayaan Sosial, Seksi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan Sosial dan Restorasi Sosial (K2KRS), yang juga sebagai Sekretariat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelanjutnya dinsos meneruskan ke TP2GD untuk diteliti dan verifikasi, atas usulan tersebut. Hasilnya, berdasarkan kajian ilmiah, dan akademik, TP2GD menyatakan memenuhi syarat dan layak untuk di usulkan menjadi pahlawan Daerah. Selanjutnya pada tanggal 24 Februari 2025, diadakan FGD bersama Dewan Gelar Daerah (DGD) Provinsi Lampung, di Aula KH. Ahmad Hanafiah Dinas Sosial Provinsi Lampung, yang dihadiri pengusul, ahli waris, dan OPD terkait.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam FGD tersebut, DGD Provinsi Lampung memverifikasi dan meneliti secara mendalam, usulan gelar pahlawan daerah atas nama Wan Abdurahman. Hasilnya, memberikan rekomendasi kepada gubernur Lampung, sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan wan Abdurrahman menjadi pahlawan Daerah Lampung. Dengan demikian, jelas bahwa Pahlawan Daerah lahir dari kajian akademik dan ditetapkan secara politik oleh Gubernur Provinsi Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eLalu, siapakah Wan Abdurachman? Bagaimana kontribusinya bagi perjuangan bangsa Indonesia di tingkat daerah dan nasional? berikut ulasannya:<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWan Abdurachman adalah sosok yang memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Lampung serta meletakkan dasar-dasar pembangunan di provinsi ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePerjalanan sejarah pembentukan Provinsi Lampung yang secara resmi terpisah dari Provinsi Sumatera Selatan pada 18 Maret 1964 tidaklah mudah. Para pejuang Lampung, termasuk Wan Abdurachman, telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan bahkan nyawa untuk merealisasikan impian masyarakat Lampung agar memiliki wilayah administratif sendiri.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSetelah kemerdekaan, langkah-langkah awal menuju pembentukan Provinsi Lampung membutuhkan keberanian dan strategi, serta kemampuan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam lingkup pemerintahan pusat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSebagai tokoh masyarakat dan pemimpin yang dihormati, Wan Abdurachman tidak hanya berperan dalam pembentukan Provinsi Lampung, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di daerah ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKontribusinya menjadikan Lampung sebagai provinsi yang mandiri dan memiliki identitas kuat di tengah-tengah perubahan dan perkembangan nasional. Komitmen dan kepeduliannya terhadap kemajuan Lampung dapat dilihat melalui perannya dalam berbagai kegiatan pemerintahan, sosial, dan budaya yang dampaknya masih terasa hingga hari ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenyadari pentingnya apresiasi terhadap jasa para tokoh yang berjasa, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) mengadakan verifikasi terhadap calon Pahlawan Daerah pada bulan Oktober 2024.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eVerifikasi ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur Lampung No. 26 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Gelar Daerah Kepada Pahlawan Daerah dan Tokoh Daerah Provinsi Lampung, dengan menggunakan metode historis, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan keabsahan dan kelayakan setiap tokoh yang diusulkan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan latar belakang ini, usulan untuk mengangkat Wan Abdurachman sebagai Pahlawan Daerah Provinsi Lampung, diharapkan menjadi pengingat dan inspirasi bagi generasi sekarang untuk menghargai jasa para pendahulu yang telah mengorbankan segala upaya demi kemajuan Lampung.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePenganugerahan gelar Pahlawan Daerah ini diharapkan dapat memperkuat identitas lokal, menumbuhkan rasa kebanggaan masyarakat Lampung, dan mendorong semangat nasionalisme di tengah masyarakat. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200eBandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menganugerahkan gelar Pahlawan Daerah kepada Wan Abdurachman. \u200e \u200ePenganugerahan gelar tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Lampung Nomor: G\/185\/V.07\/HK\/2025, tanggal 17 Maret 2025, tentang Pemberian Penghargaan Daerah Lampung Berupa Pahlawan Daerah Lampung kepada Wan Abdurachman. \u200e \u200eGelar Pahlawan Daerah diberikan kepada ahli waris Wan Abdurachman dan diserahkan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Memperingati HUT Ke-61 Provinsi Lampung, Selasa 18 Maret 2025. \u200e \u200eKepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si, saat ditemui dilokasi acara penganugerahan menjelaskan, dianugerahinya Wan Abdurachman sebagai Pahlawan Daerah, merupakan bentuk apresiasi Gubernur Mirza, atas jasa-jasa putera terbaik Lampung di bidang politik. \u200e \u200eNama Wan Abdurahman diusulkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung pada Oktober 2024 ke Dinas Sosial Provinsi melalui Bidang Pemberdayaan Sosial, Seksi Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan Sosial dan Restorasi Sosial (K2KRS), yang juga sebagai Sekretariat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Lampung. \u200e \u200eSelanjutnya dinsos meneruskan ke TP2GD untuk diteliti dan verifikasi, atas usulan tersebut. Hasilnya, berdasarkan kajian ilmiah, dan akademik, TP2GD menyatakan memenuhi syarat dan layak untuk di usulkan menjadi pahlawan Daerah. Selanjutnya pada tanggal 24 Februari 2025, diadakan FGD bersama Dewan Gelar Daerah (DGD) Provinsi Lampung, di Aula [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50725,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-50724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50726,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50724\/revisions\/50726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}