{"id":50715,"date":"2025-03-20T09:29:23","date_gmt":"2025-03-20T02:29:23","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50715"},"modified":"2025-05-27T20:33:17","modified_gmt":"2025-05-27T13:33:17","slug":"kebut-perbaikan-jalan-rusak-gubernur-mirza-temui-menteri-pupr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/03\/20\/kebut-perbaikan-jalan-rusak-gubernur-mirza-temui-menteri-pupr\/","title":{"rendered":"\u200eKebut Perbaikan Jalan Rusak, Gubernur Mirza Temui Menteri PUPR \u200e \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eJakarta (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bertemu Menteri PUPR Dody Hanggodo di Jakarta, Rabu (19\/3\/2025) untuk membahas perbaikan jalan rusak di Provinsi Lampung serta meminta dukungan lanjutan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan infrastruktur jalan nasional, provinsi, dan kabupaten\/kota.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya dan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, sebelumnya (Desember 2024) telah menyampaikan aspirasi masyarakat soal jalan rusak, irigasi, dan pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan. Hari ini kami pastikan hal itu terus dikawal agar segera diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat,\u201d tegas Rahmat Mirzani Djausal.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan sinergisitas yang kuat dengan Pemerintah Pusat adalah kunci percepatan pembangunan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDi hari yang sama, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin langsung acara ground breaking pembangunan jalan di ruas Bandar Jaya\u2013Simpang Mandala, Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah seoanjang 1.250 meter dan lebar 6 meter yang akan menggunakan rigid beton.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePembangunan ini adalah bagian dari komitmen Mirza-Jihan menghadirkan infrastruktur yang layak dan merata di seluruh Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung saat ini juga mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dalam Program Tepat Hasil Cepat (PTHC). Dalam sepekan terakhir, pengerjaan sejumlah ruas prioritas telah dimulai, seperti Ruas Kalirejo; Ruas Kotabumi\u2013Bandar Abung, Lampung Utara; dan Ruas Jabung\u2013Simpang Maringgai, Lampung Timur.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eGubernur dan Wakil Gubernur terus turun ke lapangan memastikan semua pekerjaan berjalan tepat waktu. \u201cKami ingin perbaikan jalan ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini tanggung jawab kami,\u201d ujar Gubernur Mirza. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eJakarta (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bertemu Menteri PUPR Dody Hanggodo di Jakarta, Rabu (19\/3\/2025) untuk membahas perbaikan jalan rusak di Provinsi Lampung serta meminta dukungan lanjutan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan infrastruktur jalan nasional, provinsi, dan kabupaten\/kota. \u200e \u200e\u201cSaya dan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, sebelumnya (Desember 2024) telah menyampaikan aspirasi masyarakat soal jalan rusak, irigasi, dan pembangunan Kota Baru di Lampung Selatan. Hari ini kami pastikan hal itu terus dikawal agar segera diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat,\u201d tegas Rahmat Mirzani Djausal. \u200e \u200eIa menambahkan sinergisitas yang kuat dengan Pemerintah Pusat adalah kunci percepatan pembangunan. \u200e \u200eDi hari yang sama, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin langsung acara ground breaking pembangunan jalan di ruas Bandar Jaya\u2013Simpang Mandala, Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah seoanjang 1.250 meter dan lebar 6 meter yang akan menggunakan rigid beton. \u200e \u200ePembangunan ini adalah bagian dari komitmen Mirza-Jihan menghadirkan infrastruktur yang layak dan merata di seluruh Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung saat ini juga mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dalam Program Tepat Hasil Cepat (PTHC). Dalam sepekan terakhir, pengerjaan sejumlah ruas prioritas telah dimulai, seperti Ruas Kalirejo; Ruas Kotabumi\u2013Bandar Abung, Lampung Utara; dan Ruas Jabung\u2013Simpang Maringgai, Lampung Timur. \u200e [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-50715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50715"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50717,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50715\/revisions\/50717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}