{"id":50503,"date":"2025-05-17T14:26:57","date_gmt":"2025-05-17T07:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50503"},"modified":"2025-05-17T14:26:57","modified_gmt":"2025-05-17T07:26:57","slug":"pemkab-tuba-pt-gif-jajaki-skema-kpbu-pembiayaan-infrastruktur-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/17\/pemkab-tuba-pt-gif-jajaki-skema-kpbu-pembiayaan-infrastruktur-publik\/","title":{"rendered":"Pemkab Tuba &#8211; PT GIF Jajaki Skema KPBU Pembiayaan Infrastruktur Publik"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>\u200eTulang Bawang (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan PT Globalasia Infrastruktur Fund (GIF) \u200emenjajaki implementasi skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi inovatif pembiayaan infrastruktur publik dalam pertemuan di Ruang Rapat Sekretariat Kabupaten Tulang Bawang, Jumat (16\/5\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSkema KPBU dinilai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah yang selama ini sangat bergantung pada transfer dana Pemerintah Pusat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah atas nama Bupati Tulang Bawang, Qudratul, dan dihadiri perwakilan PT GIF, G. Raditya Wardana. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Bupati Qudratul dan Chairman PT GIF, Witjaksono, di Jakarta.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e\u201cKami optimistis skema KPBU ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Tulang Bawang. Respons positif dari PT GIF membuka peluang besar bagi kemajuan daerah kami,\u201d ujar Sekretaris Daerah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta tim ahli yang terdiri dari Dr. Edarwan, S.E., M.Si., Ir. Taufik Hidayat, M.E., M.M., dan Ir. Chrisna Putra, M.E.P.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam diskusi, dibahas beberapa proyek strategis daerah yang direncanakan dikerjasamakan melalui skema KPBU, meliputi pembangunan kawasan wisata Cakat Raya, revitalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem pengelolaan sampah modern, pendirian pabrik penggilingan padi modern (rice milling unit\/RMU), pembangunan Pasar Unit 2, pendirian pelabuhan, serta optimalisasi bidang usaha BUMD Tulang Bawang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Para inisiator KPBU di Lampung\u2014Dr. Edarwan, Ir. Taufik Hidayat, dan Ir. Chrisna Putra\u2014menegaskan KPBU membawa berbagai manfaat penting bagi daerah di antaranya fleksibilitas pendanaan yang tidak bergantung sepenuhnya APBD, peningkatan kualitas infrastruktur berkat kolaborasi teknologi dan inovasi dari sektor swasta, serta efisiensi pengelolaan proyek yang dapat mengurangi risiko keterlambatan dan pembengkakan biaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Skema ini diyakini mendorong terciptanya lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah melalui infrastruktur yang memadai, memperbaiki pelayanan publik seperti akses terhadap air bersih dan listrik, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">PT GIF memberi tanggapan positif atas seluruh usulan proyek yang diajukan. Pihak perusahaan meminta Pemkab Tulang Bawang segera menyusun dan menyerahkan ringkasan eksekutif (executive summary) dari masing-masing proyek sebagai dasar kajian lebih lanjut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSkema KPBU diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 sebagai dasar hukum kerja sama antara pemerintah dan badan usaha. Dalam konteks kondisi fiskal daerah yang masih sangat bergantung pada pusat, KPBU menjadi alternatif pembiayaan yang menjanjikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e\u200eImplementasi KPBU di Tulang Bawang diharapkan menjadi role model bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Lampung, yang secara umum menghadapi tantangan serupa dalam pembangunan infrastruktur. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eTulang Bawang (LB): Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan PT Globalasia Infrastruktur Fund (GIF) \u200emenjajaki implementasi skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi inovatif pembiayaan infrastruktur publik dalam pertemuan di Ruang Rapat Sekretariat Kabupaten Tulang Bawang, Jumat (16\/5\/2025). \u200eSkema KPBU dinilai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah yang selama ini sangat bergantung pada transfer dana Pemerintah Pusat. Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah atas nama Bupati Tulang Bawang, Qudratul, dan dihadiri perwakilan PT GIF, G. Raditya Wardana. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Bupati Qudratul dan Chairman PT GIF, Witjaksono, di Jakarta. \u200e\u201cKami optimistis skema KPBU ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Tulang Bawang. Respons positif dari PT GIF membuka peluang besar bagi kemajuan daerah kami,\u201d ujar Sekretaris Daerah. Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta tim ahli yang terdiri dari Dr. Edarwan, S.E., M.Si., Ir. Taufik Hidayat, M.E., M.M., dan Ir. Chrisna Putra, M.E.P. Dalam diskusi, dibahas beberapa proyek strategis daerah yang direncanakan dikerjasamakan melalui skema KPBU, meliputi pembangunan kawasan wisata Cakat Raya, revitalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem pengelolaan sampah modern, pendirian pabrik penggilingan padi modern (rice milling unit\/RMU), pembangunan Pasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50504,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[202],"tags":[],"class_list":["post-50503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-tulang-bawang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50505,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50503\/revisions\/50505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}