{"id":50484,"date":"2025-05-15T20:12:41","date_gmt":"2025-05-15T13:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50484"},"modified":"2025-05-15T20:12:41","modified_gmt":"2025-05-15T13:12:41","slug":"percepat-penurunan-stunting-pemkab-pesawaran-perkuat-sinergi-lintas-sektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/15\/percepat-penurunan-stunting-pemkab-pesawaran-perkuat-sinergi-lintas-sektor\/","title":{"rendered":"\u200ePercepat Penurunan Stunting, Pemkab Pesawaran Perkuat Sinergi Lintas Sektor"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting lintas sektor di Balai Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (15\/5\/2025).<\/p>\n<p>\u200eKegiatan yang bertujuan menyelaraskan strategi percepatan penanganan stunting dan memastikan keterpaduan program hingga ke tingkat keluarga ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AP2KB) Pesawaran Maysuri, S.E., M.M., Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan.<\/p>\n<p>\u200eDalam sambutannya, Maysuri menekankan percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi kuat antarsektor sebab stunting bukan semata isu kesehatan, melainkan juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Komitmen Pemkab Pesawaran kuat dalam menurunkan angka stunting melalui edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eMaysuri juga berharap kegiatan ini mampu mendorong semangat bersama dalam mewujudkan generasi sehat dan unggul di masa depan.<\/p>\n<p>\u200eKabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Pesawaran, Nurleli, mengungkapkan prevalensi stunting secara nasional masih mengalami penurunan sangat lambat, yakni hanya 0,1 persen sehingga kolaborasi seluruh perangkat daerah dan stakeholder dinilai sangat penting untuk mencapai target nasional.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Trio Pranoto, memaparkan berbagai strategi intervensi spesifik dan sensitif, di antaranya pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, vitamin A untuk balita, serta makanan tambahan lokal bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis dan balita gizi kurang.<\/p>\n<p>\u200eProgram ini didanai melalui Bantuan Operasional Kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang telah dialokasikan ke 15 Puskesmas.<\/p>\n<p>\u200ePada kesempatan ini Kepala Dinas PMD, Nur Asikin, diwakili Eko Maristiyawan menekankan pentingnya optimalisasi Dana Desa tahun 2025 untuk mendukung intervensi stunting di tingkat lokal.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Penggunaan Dana Desa difokuskan pada promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan, makanan tambahan, serta infrastruktur air bersih dan sanitasi,&#8221; ucap Eko.<\/p>\n<p>\u200eRakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program berbasis data. Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga berkomitmen memanfaatkan sistem informasi digital seperti SIGA (Sistem Informasi Keluarga) dan sistem konvergensi milik Kemendagri untuk mendukung efektivitas pelaporan dan pengawasan.<\/p>\n<p>\u200eDengan sinergi lintas sektor dan pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, Pemkab Pesawaran optimis dapat menurunkan angka stunting di bawah 14 persen sesuai target nasional, serta berkontribusi dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting lintas sektor di Balai Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (15\/5\/2025). \u200eKegiatan yang bertujuan menyelaraskan strategi percepatan penanganan stunting dan memastikan keterpaduan program hingga ke tingkat keluarga ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AP2KB) Pesawaran Maysuri, S.E., M.M., Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan. \u200eDalam sambutannya, Maysuri menekankan percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi kuat antarsektor sebab stunting bukan semata isu kesehatan, melainkan juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. \u200e&#8221;Komitmen Pemkab Pesawaran kuat dalam menurunkan angka stunting melalui edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak,&#8221; ujarnya. \u200eMaysuri juga berharap kegiatan ini mampu mendorong semangat bersama dalam mewujudkan generasi sehat dan unggul di masa depan. \u200eKabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Pesawaran, Nurleli, mengungkapkan prevalensi stunting secara nasional masih mengalami penurunan sangat lambat, yakni hanya 0,1 persen sehingga kolaborasi seluruh perangkat daerah dan stakeholder dinilai sangat penting untuk mencapai target nasional. \u200eSementara itu, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Trio Pranoto, memaparkan berbagai strategi intervensi spesifik dan sensitif, di antaranya pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, vitamin A [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-50484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50486,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50484\/revisions\/50486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}