{"id":50457,"date":"2025-05-14T22:39:22","date_gmt":"2025-05-14T15:39:22","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50457"},"modified":"2025-05-14T22:42:04","modified_gmt":"2025-05-14T15:42:04","slug":"program-ketahanan-pangan-desa-harapan-jaya-kembangkan-sayuran-ternak-kambing-dan-bibit-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/14\/program-ketahanan-pangan-desa-harapan-jaya-kembangkan-sayuran-ternak-kambing-dan-bibit-ikan\/","title":{"rendered":"\u200eProgram Ketahanan Pangan Desa Harapan Jaya Kembangkan Sayuran, Ternak Kambing Dan Bibit Ikan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Musyawarah Desa Khusus Ketahanan Pangan di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran menyepakati akan mengembangkan pertanian, peternakan, dan perikanan untuk Program Ketahanan Pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>\u200eKepala Desa Harapan Jaya Sulalit Cokro Aminoto mengatakan kesepakatan tersebut merupakan hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dilaksanakan pada Rabu, Rabu (14\/5\/2025) dan dihadiri BPD, bidan desa, pendamping desa, pendamping PKH, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, Karang Taruna dan seluruh stakeholder Desa Harapan Jaya.<\/p>\n<p>\u200eDia menjelaskan untuk ketahanan di sektor pertanian, masyarakat Desa Harapan Jaya akan menanam sayur, bibit pisang dan budi daya jamur merang. Lalu untuk peternakan, akan beternak kambing, sedangkan untuk perikanan akan membudidayakan bibit ikan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Hasil Musdesus hari ini, kita sepakat untuk Program Ketahanan Pangan kita akan bergerak di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Untuk pertanian nanti kita akan tanam sayur-sayuran dan hortikultura, bibit pisang dan jamur merang. Kalau peternakan, kita akan beternak kambing dan untuk perikanan nanti kita akan kembangkan bibit ikan,&#8221; ucap Cokro.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Semua nanti kita serahkan ke BUMDes untuk pengelolaannya, jadi masyarakat yang mengerjakan tidak cuma-cuma. Mereka harus mengembalikan uang yang mereka gunakan sehingga uang itu bisa berputar dan tidak habis,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>\u200eLebih lanjut, Cokro mengungkapkan untuk ketahanan pangan ini dikelola sepenuhnya oleh badan usaha milik desa (BUMDes) menggunakan anggaran yang berasal dari dana desa.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Sesuai Peraturannya, 20% dari total dana desa Wajid digunakan untuk Program Ketahanan Pangan. Jadi anggaran dari rekening desa itu ditransfer ke rekening BUMDes. Sekali lagi saya tegaskan untuk ketahanan pangan dikelola oleh BUMDes,&#8221; katanya. (*\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Musyawarah Desa Khusus Ketahanan Pangan di Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran menyepakati akan mengembangkan pertanian, peternakan, dan perikanan untuk Program Ketahanan Pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo. \u200eKepala Desa Harapan Jaya Sulalit Cokro Aminoto mengatakan kesepakatan tersebut merupakan hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dilaksanakan pada Rabu, Rabu (14\/5\/2025) dan dihadiri BPD, bidan desa, pendamping desa, pendamping PKH, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, Karang Taruna dan seluruh stakeholder Desa Harapan Jaya. \u200eDia menjelaskan untuk ketahanan di sektor pertanian, masyarakat Desa Harapan Jaya akan menanam sayur, bibit pisang dan budi daya jamur merang. Lalu untuk peternakan, akan beternak kambing, sedangkan untuk perikanan akan membudidayakan bibit ikan. \u200e&#8221;Hasil Musdesus hari ini, kita sepakat untuk Program Ketahanan Pangan kita akan bergerak di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Untuk pertanian nanti kita akan tanam sayur-sayuran dan hortikultura, bibit pisang dan jamur merang. Kalau peternakan, kita akan beternak kambing dan untuk perikanan nanti kita akan kembangkan bibit ikan,&#8221; ucap Cokro. \u200e&#8221;Semua nanti kita serahkan ke BUMDes untuk pengelolaannya, jadi masyarakat yang mengerjakan tidak cuma-cuma. Mereka harus mengembalikan uang yang mereka gunakan sehingga uang itu bisa berputar dan tidak habis,&#8221; ungkapnya. \u200eLebih lanjut, Cokro mengungkapkan untuk ketahanan pangan ini dikelola sepenuhnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50458,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-50457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50457"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50461,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50457\/revisions\/50461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}