{"id":50448,"date":"2025-05-14T12:11:13","date_gmt":"2025-05-14T05:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50448"},"modified":"2025-05-14T12:14:55","modified_gmt":"2025-05-14T05:14:55","slug":"ruas-jalan-pajar-bulan-lambar-longsor-bupati-parosil-langsung-instruksikan-dinas-pu-lakukan-penanganan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/14\/ruas-jalan-pajar-bulan-lambar-longsor-bupati-parosil-langsung-instruksikan-dinas-pu-lakukan-penanganan\/","title":{"rendered":"\u200eRuas Jalan Pajar Bulan Lambar Longsor, Bupati Parosil Langsung Instruksikan Dinas PU Lakukan Penanganan  \u200e"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Barat (LB)<\/strong>: Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengambil langkah cepat menangani dampak bencana longsor di Pekon Karang Agung, Kelurahan Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Rabu (14\/5\/2025).<\/p>\n<p>\u200eLongsor terjadi akibat tingginya curah hujan pada Selasa (13\/5\/2025) sore sehingga mengakibatkan tergerusnya aliran air menuju pembuangan yang mengakibatkan putusnya salah satu ruas jalan menuju Pasar Senin di Kelurahan Pajar Bulan.<\/p>\n<p>\u200eLangkah cepat Parosil itu mendapat apresiasi dan membawa harapan bagi warga yang terdampak bencana longsor, pasalnya terdapat beberapa warga yang rumahnya di sekitar lokasi longsor sudah mengungsi untuk meminimalisasi hal yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p>\u200eDalam kunjungannya, Pak Cik &#8211;sapaan akrab Parosil&#8211; menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat dan stakeholder terkait segera mengambil langkah nyata untuk menangani bencana tanah longsor ini.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Jangan lama-lama, putuskan apa yang harus dilakukan dalam penanganan bersifat darurat, hitung kebutuhannya berapa. Bila perlu besok siang sudah bisa dilakukan penanganan,&#8221; ujar Parosil.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-50449\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250514-WA0059.jpg\" alt=\"\" width=\"903\" height=\"1200\" \/><em><strong>TINJAU LOKASI LONGSOR<\/strong>. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus langsung turun ke lokasi ruas jalan longsor di Pajar Bulan, Way Tenong dan segera melakukan penanganan, Rabu (14\/5\/2025).<\/em><\/p>\n<p>\u200e&#8221;Meskipun sifatnya penanganan darurat, minimal tidak memperlebar longsornya. Apakah nantinya bisa dilewati kendaraan atau tidak, pihak PUPR yang menghitungnya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>\u200eParosil Mabsus menegaskan kepada jajaran dalam penanganan maksimal satu minggu ke depan harus sudah berjalan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Agak cepat, tidak bisa lama-lama lagi. Pokoknya saya kasih di angka maksimal Rp 500 juta untuk penanganannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eParosil menjelaskan terkait penanganan longsor yang tadinya tidak sampai mengakibatkan putusnya ruas jalan, sebelumnya sudah diajukan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PNPB) namun masih dalam tahap proses.<\/p>\n<p>\u200eSalah satu warga Kelurahan Pajar Bulan, Abdul Rasyit, mengucapkan terima kasih kepada Parosil yang sudah menangani longsor dengan cepat. Menurutnya, kehadiran Bupati dalam bencana ini menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap warga terdampak.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Terima kasih kepada Bapak Bupati yang langsung turun memberi dukungan. Kami sangat mengapresiasi niat Bapak Bupati dalam melindungi warga dan menangani bencana longsor ini,&#8221; ujar Abdul Rasyit. (*\/san)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Barat (LB): Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengambil langkah cepat menangani dampak bencana longsor di Pekon Karang Agung, Kelurahan Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Rabu (14\/5\/2025). \u200eLongsor terjadi akibat tingginya curah hujan pada Selasa (13\/5\/2025) sore sehingga mengakibatkan tergerusnya aliran air menuju pembuangan yang mengakibatkan putusnya salah satu ruas jalan menuju Pasar Senin di Kelurahan Pajar Bulan. \u200eLangkah cepat Parosil itu mendapat apresiasi dan membawa harapan bagi warga yang terdampak bencana longsor, pasalnya terdapat beberapa warga yang rumahnya di sekitar lokasi longsor sudah mengungsi untuk meminimalisasi hal yang tidak diinginkan. \u200eDalam kunjungannya, Pak Cik &#8211;sapaan akrab Parosil&#8211; menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat dan stakeholder terkait segera mengambil langkah nyata untuk menangani bencana tanah longsor ini. \u200e&#8221;Jangan lama-lama, putuskan apa yang harus dilakukan dalam penanganan bersifat darurat, hitung kebutuhannya berapa. Bila perlu besok siang sudah bisa dilakukan penanganan,&#8221; ujar Parosil. TINJAU LOKASI LONGSOR. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus langsung turun ke lokasi ruas jalan longsor di Pajar Bulan, Way Tenong dan segera melakukan penanganan, Rabu (14\/5\/2025). \u200e&#8221;Meskipun sifatnya penanganan darurat, minimal tidak memperlebar longsornya. Apakah nantinya bisa dilewati kendaraan atau tidak, pihak PUPR yang menghitungnya,&#8221; tegasnya. \u200eParosil Mabsus menegaskan kepada jajaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194],"tags":[],"class_list":["post-50448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50451,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50448\/revisions\/50451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}