{"id":50397,"date":"2025-05-11T10:26:52","date_gmt":"2025-05-11T03:26:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50397"},"modified":"2025-05-11T10:41:58","modified_gmt":"2025-05-11T03:41:58","slug":"jembatan-sukajaya-desa-bernung-diduga-sengaja-dibakar-warga-minta-aparat-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/11\/jembatan-sukajaya-desa-bernung-diduga-sengaja-dibakar-warga-minta-aparat-turun-tangan\/","title":{"rendered":"\u200eJembatan Sukajaya Desa Bernung Diduga Sengaja Dibakar, Warga Minta Aparat Turun Tangan"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Warga Dusun Sukajaya, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, digegerkan peristiwa kebakaran jembatan, Minggu (11\/5\/2025) pagi.<\/p>\n<p>\u200eKejadian ini membuat geger warga karena jembatan tersebut sangat vital sebagai akses warga menuju sawah dan tempat pemakaman umum.<\/p>\n<p>\u200eMenurut Soh, salah satu warga, kejadian bermula ketika istrinya mendengar suara mirip bambu terbakar diikuti kepulan asap. Penasaran, ia melihat ke arah sumber asap dan terkejut mendapati jembatan dalam keadaan terbakar.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pagi-pagi istri saya dengar suara seperti bambu terbakar, terus ada asap tebal. Pas dilihat ke bawah, ternyata jembatan kebakar,&#8221; ujar Soh di lokasi kejadian, Minggu (11\/5\/2025).<\/p>\n<p>\u200eSugani, warga lainnya yang biasa melintasi jembatan tersebut mengaku heran dengan peristiwa ini. &#8220;Kok bisa jembatan kebakar ya? Ini kan bukan benda yang mudah terbakar,&#8221; ucapnya heran.<\/p>\n<p>\u200eMenanggapi terbakarnya jembatan ini, sejumlah warga menduga ada oknum yang sengaja membakar jembatan tersebut dengan tujuan tertentu. Warga berharap aparat berwenang turun tangan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan di balik peristiwa ini.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Ini mah kayaknya ada yang sengaja bakar. Jembatan kan jarang kebakar sendiri. Aparat berwenang diharapkan turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini,&#8221; ucap Udin. (juki)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200ePesawaran (LB): Warga Dusun Sukajaya, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, digegerkan peristiwa kebakaran jembatan, Minggu (11\/5\/2025) pagi. \u200eKejadian ini membuat geger warga karena jembatan tersebut sangat vital sebagai akses warga menuju sawah dan tempat pemakaman umum. \u200eMenurut Soh, salah satu warga, kejadian bermula ketika istrinya mendengar suara mirip bambu terbakar diikuti kepulan asap. Penasaran, ia melihat ke arah sumber asap dan terkejut mendapati jembatan dalam keadaan terbakar. \u200e&#8221;Pagi-pagi istri saya dengar suara seperti bambu terbakar, terus ada asap tebal. Pas dilihat ke bawah, ternyata jembatan kebakar,&#8221; ujar Soh di lokasi kejadian, Minggu (11\/5\/2025). \u200eSugani, warga lainnya yang biasa melintasi jembatan tersebut mengaku heran dengan peristiwa ini. &#8220;Kok bisa jembatan kebakar ya? Ini kan bukan benda yang mudah terbakar,&#8221; ucapnya heran. \u200eMenanggapi terbakarnya jembatan ini, sejumlah warga menduga ada oknum yang sengaja membakar jembatan tersebut dengan tujuan tertentu. Warga berharap aparat berwenang turun tangan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan di balik peristiwa ini. \u200e&#8221;Ini mah kayaknya ada yang sengaja bakar. Jembatan kan jarang kebakar sendiri. Aparat berwenang diharapkan turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini,&#8221; ucap Udin. (juki)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-50397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50397"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50404,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50397\/revisions\/50404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}