{"id":50361,"date":"2025-05-07T23:54:13","date_gmt":"2025-05-07T16:54:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50361"},"modified":"2025-05-07T23:54:13","modified_gmt":"2025-05-07T16:54:13","slug":"pemdes-cilimus-gelar-musdesus-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/07\/pemdes-cilimus-gelar-musdesus-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"\u200ePemdes Cilimus Gelar Musdesus Ketahanan Pangan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Pemerintah Desa (Pemdes) Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tentang Ketahanan Pangan dan Musyawarah Desa Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Desa 2025 di Kantor Desa Cilimus, Selasa (6\/5\/2025).<\/p>\n<p>\u200eAcara ini dihadiri Kasi PMD Kecamatan Teluk Pandan Ewin Vithori, pendamping desa, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa.<\/p>\n<p>\u200eKepala Desa Nurul Listiana pada kesempatan ini menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam program Ketahanan Pangan yang merupakan program Pemerintah Pusat.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Alhamdulilah kita bisa melaksanakan Musdesus dan Musdes ini. Saat ini ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas nasional yang wajib dianggarkan melalui dana desa. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama yang kompak antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan kelompok tani agar program ini berjalan dengan baik,&#8221; ucap Kades.<\/p>\n<p>\u200eSelanjutnya, Kasi PMD Kecamatan Teluk Pandan Ewin Vithori menjelaskan kegiatan Musdes ini sesuai dengan ketentuan perundang undangan. Dia juga menjelaskan kegiatan ketahanan pangan harus dijalankan sesuai program nasional dan anggarannya disalurkan melalui Bumdes atau unit usaha milik desa,&#8221; jelas Ewin .<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Pendamping Desa irma Damayanti menjelaskan kegiatan ini mengacu pada Keputusan Menteri Desa (Kepmendes) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Ketahanan Pangan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;20% dari total dana desa harus dialokasikan untuk mendukung ketahanan pangan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan desa yang tangguh dan mandiri di bidang pangan,&#8221; ucap Irma.<\/p>\n<p>\u200ePada kegiatan Musdes ini juga disepakati pembentukan Koperasi Merah Putih. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Pemerintah Desa (Pemdes) Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tentang Ketahanan Pangan dan Musyawarah Desa Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Desa 2025 di Kantor Desa Cilimus, Selasa (6\/5\/2025). \u200eAcara ini dihadiri Kasi PMD Kecamatan Teluk Pandan Ewin Vithori, pendamping desa, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa. \u200eKepala Desa Nurul Listiana pada kesempatan ini menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam program Ketahanan Pangan yang merupakan program Pemerintah Pusat. \u200e&#8221;Alhamdulilah kita bisa melaksanakan Musdesus dan Musdes ini. Saat ini ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas nasional yang wajib dianggarkan melalui dana desa. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama yang kompak antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan kelompok tani agar program ini berjalan dengan baik,&#8221; ucap Kades. \u200eSelanjutnya, Kasi PMD Kecamatan Teluk Pandan Ewin Vithori menjelaskan kegiatan Musdes ini sesuai dengan ketentuan perundang undangan. Dia juga menjelaskan kegiatan ketahanan pangan harus dijalankan sesuai program nasional dan anggarannya disalurkan melalui Bumdes atau unit usaha milik desa,&#8221; jelas Ewin . \u200eSementara itu, Pendamping Desa irma Damayanti menjelaskan kegiatan ini mengacu pada Keputusan Menteri Desa (Kepmendes) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Ketahanan Pangan. \u200e&#8221;20% dari total dana desa harus dialokasikan untuk mendukung ketahanan pangan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50362,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-50361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50363,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50361\/revisions\/50363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}