{"id":50358,"date":"2025-05-07T15:49:08","date_gmt":"2025-05-07T08:49:08","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50358"},"modified":"2025-05-07T15:49:08","modified_gmt":"2025-05-07T08:49:08","slug":"listrik-di-destinasi-wisata-sumur-putri-bandar-lampung-diputus-pln","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/05\/07\/listrik-di-destinasi-wisata-sumur-putri-bandar-lampung-diputus-pln\/","title":{"rendered":"\u200eListrik di Destinasi Wisata Sumur Putri Bandar Lampung Diputus PLN  \u200e"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>\u200eBandar Lampung (LB):<\/strong> Aliran listrik PLN di destinasi wisata milik Kota Bandar Lampung, Sumur Putri, yang berlokasi di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, diputus akibat Tunggak bayar, sehingga mengakibatkan lokasi destinasi wisata kebanggan Kota Bandar Lampung itu gelap gulita ketika malam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eMenurut informasi dari beberapa pengunjung yang kebetulan singgah serta penjaga warung di sekitar lokasi, pemutusan arus listrik tersebut sudah terjadi sekitar satu tahun terakhir dan sampai saat ini belum diperbaiki kembali.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Maaf Mas, kebetulan listrik sedang diputus sama PLN,&#8221; ucap seorang perempuan penjaga warung yang enggan menyebutkan namanya saat wartawan <em><strong>lampungbarometer.id<\/strong><\/em> hendak menumpang men-<em>charge<\/em> telepon genggam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Iya listrik lagi tidak ada, udah sekitar satu tahun ini dicabut PLN, jadi tidak ada saluran listrik lagi,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eHal senada dikatakan Suratman (42) yang mengaku sebagai bagian keamanan di destinasi wisata Sumur Putri. Dia menceritakan saluran listrik di lokasi tersebut pertama kali dipasang pemborong proyek, hingga akhirnya diputus oleh PT PLN (Persero) beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Iya kemaren itu dicabut, karena boleh dikatakan belum memasang meteran. Saluran listrik ini kan dulu dipasang jaman waktu proyek. Kalau yang nanganin siapa, lupa kita bang,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSaat dimintai tanggapan terkait informasi pemutusan arus listrik ini, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, membenarkan bahwa arus listrik di destinasi wisata Sumur Putri diputus.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Iya betul, kami sudah mengirim surat ke Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung. Coba konfirmasi langsung saja ke sana,&#8221; ucapnya singkat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eSementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, saat dihubungi melalui telepon genggam untuk dikonfirmasi terkait informasi ini, belum memberikan respon. Demikian juga pesan yang dikirim melalui aplikasi <em>WhatsApp<\/em> belum dibalas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200eMenanggapi diputusnya arus listrik di destinasi wisata Sumur Putri, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Adi Susanto, menyayangkan hal tersebut, sebab menurutnya destinasi wisata Sumur Putri merupakan destinasi wisata unggulan Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u200e&#8221;Sumur Putri itu ada di tengah kota dan punya Kotamadya Bandar Lampung, jadi sangat disayangkan kalau sampai aliran listriknya diputus. Kalau destinasi wisata di daerah mungkin tidak terlalu masalah tidak ada listrik, tapi kalau untuk destinasi wisata di tengah kota tentu sangat disayangkan. Kalau terang pengunjung masih mau datang untuk menikmati alam dan suasana, tapi kalau gelap gulita tentu pengunjung juga enggan untuk datang,&#8221; ujar Adi. (Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eBandar Lampung (LB): Aliran listrik PLN di destinasi wisata milik Kota Bandar Lampung, Sumur Putri, yang berlokasi di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, diputus akibat Tunggak bayar, sehingga mengakibatkan lokasi destinasi wisata kebanggan Kota Bandar Lampung itu gelap gulita ketika malam. \u200eMenurut informasi dari beberapa pengunjung yang kebetulan singgah serta penjaga warung di sekitar lokasi, pemutusan arus listrik tersebut sudah terjadi sekitar satu tahun terakhir dan sampai saat ini belum diperbaiki kembali. \u200e&#8221;Maaf Mas, kebetulan listrik sedang diputus sama PLN,&#8221; ucap seorang perempuan penjaga warung yang enggan menyebutkan namanya saat wartawan lampungbarometer.id hendak menumpang men-charge telepon genggam. \u200e&#8221;Iya listrik lagi tidak ada, udah sekitar satu tahun ini dicabut PLN, jadi tidak ada saluran listrik lagi,&#8221; imbuhnya. \u200eHal senada dikatakan Suratman (42) yang mengaku sebagai bagian keamanan di destinasi wisata Sumur Putri. Dia menceritakan saluran listrik di lokasi tersebut pertama kali dipasang pemborong proyek, hingga akhirnya diputus oleh PT PLN (Persero) beberapa waktu lalu. \u200e&#8221;Iya kemaren itu dicabut, karena boleh dikatakan belum memasang meteran. Saluran listrik ini kan dulu dipasang jaman waktu proyek. Kalau yang nanganin siapa, lupa kita bang,&#8221; tuturnya. \u200eSaat dimintai tanggapan terkait informasi pemutusan arus listrik ini, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50359,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-50358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50358"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50360,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50358\/revisions\/50360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50359"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}