{"id":50268,"date":"2025-04-30T20:01:45","date_gmt":"2025-04-30T13:01:45","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50268"},"modified":"2025-05-02T14:08:48","modified_gmt":"2025-05-02T07:08:48","slug":"wagub-jihan-nurlela-dorong-guru-besar-berperan-aktif-dalam-pembangunan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/30\/wagub-jihan-nurlela-dorong-guru-besar-berperan-aktif-dalam-pembangunan-daerah\/","title":{"rendered":"\u200eWagub Jihan Nurlela Dorong Guru Besar Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200e\u200eBandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur \u200eLampung, Jihan Nurlela, menekankan Guru Besar memiliki makna strategis tidak hanya sebagai simbol puncak akademik, tapi juga sebagai katalisator transformasi ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kebudayaan yang relevan dengan tantangan zaman.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kenaikan jabatan fungsional menjadi Guru Besar bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab ilmiah dan juga moral yang lebih besar untuk terus menebarkan ilmu, membangun peradaban, dan mencetak generasi unggul yang siap menyongsong masa depan,&#8221; ucap Jihan Nurlela.<\/p>\n<p>\u200eHal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan 15 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (30\/04\/2025). Dia juga mengapresiasi seluruh Guru Besar yang baru dikukuhkan.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi setinggi-tingginya para Guru Besar yang baru dikukuhkan. Gelar Guru Besar bukan hanya pengakuan atas kompetensi<\/p>\n<p>\u200ekeilmuan, namun juga tanggung jawab moral untuk terus menjadi suluh peradaban, penuntun masyarakat dan penggerak kemajuan bangsa,&#8221; ujar Jihan.<\/p>\n<p>\u200eMenurut Wagub, capaian ini bukan hanya capaian akademik, tapi juga sebagai tonggak sejarah bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Bumi Ruwa Jurai.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Saat ini Pemprov Lampung tengah bergerak dinamis menuju kemajuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui visi &#8216;Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas&#8217;, kami meyakini pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi semata, melainkan harus bersama dengan penguatan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan produktif sebagaimana tertuang dalam misi kedua pembangunan daerah,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>\u200eWagub berharap, pengukuhan ini dapat menjadi stimulus baik bagi para akademisi dan mahasiswa ke depan. Melalui pengukuhan ini, Wagub berharap para Guru besar dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan inovasi untuk kemajuan Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pemerintah Provinsi Lampung sangat berharap akan ada tindak lanjut dari riset-riset yang telah dipublikasikan berupa inovasi atau berupa hilirisasi inovasi. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen akan menjadi media yang baik bagi jembatan dari inovasi-inovasi yang diciptakan para akademisi, dalam hal ini guru besar sekalian. Kami akan jembatani dengan industri-industri sehingga tercipta inovasi yang bisa mendukung pembangunan di Provinsi Lampung,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>\u200eSejalan dengan arah Pembangunan Lampung, Wagub menyampaikan integrasi ilmu keislaman dengan multidisiplin ilmu serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan menunjukkan kampus UIN Raden Intan Lampung memiliki komitmen terhadap peradaban masa depan yang tidak hanya \u200ecerdas, tapi juga beradab dan lestari.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Saya yakin, dengan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, kita bisa melahirkan ekosistem inovasi, pendidikan, dan riset yang mendorong lahirnya kebijakan publik yang berbasis ilmu, membangun masyarakat yang inklusif, serta mencetak pemimpin masa depan yang religius, ilmiah, dan berwawasan global,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>\u200eDalam kesempatan tersebut, Jihan Nurlela juga menyaksikan pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Dosen Indonesia (DPW-ADI) Periode 2024-2029 yang diketuai RektorUniversitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D.<\/p>\n<p><strong>\u200eDaftar 15 Guru Besar UIN Raden Intan Lampung yang dikukuhkan:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A., Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Mohammad Muhassin, S.S., \u200eM.Hum, Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Inggris;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Imam Syafe&#8217;l, M.Ag., Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. H. Andi Thahir, S.Psi., M.A., Ed.D, Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi Pendidikan;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Agus Jatmiko, M.Pd., Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pendidikan;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Safari, S.Ag., M.Sos.I., Guru Besar Bidang Ilmu Historiografi Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Ahmad Isnaeni, S.Ag., M.A., Guru Besar Bidang Ilmu Living Hadist;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Bukhori Abdul Shomad, S.Ag., M.A., Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir Sosial;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Jamal Fakhri, M.Ag., Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Pendidikan Agama Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Hj. Linda Firdawaty, S.Ag., M.H., Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Gender dalam Hukum Keluarga Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Jayusman, S.Ag., M.Ag, Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam di Indonesia;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Hj. Nurnazli, S.H, S.Ag, M.H, Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Modern Hukum Keluarga Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Maimun, S.H., M.A., Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag., Guru \u200eBesar Bidang Ilmu Sosiologi Dakwah;<\/li>\n<li>\u200eProf. Dr. Fitri Yanti, M.A., Guru Besar \u200eBidang Ilmu Komunikasi. (kmf)<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200eBandar Lampung (LB): Wakil Gubernur \u200eLampung, Jihan Nurlela, menekankan Guru Besar memiliki makna strategis tidak hanya sebagai simbol puncak akademik, tapi juga sebagai katalisator transformasi ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kebudayaan yang relevan dengan tantangan zaman. \u200e&#8221;Kenaikan jabatan fungsional menjadi Guru Besar bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab ilmiah dan juga moral yang lebih besar untuk terus menebarkan ilmu, membangun peradaban, dan mencetak generasi unggul yang siap menyongsong masa depan,&#8221; ucap Jihan Nurlela. \u200eHal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan 15 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (30\/04\/2025). Dia juga mengapresiasi seluruh Guru Besar yang baru dikukuhkan. \u200e&#8221;Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi setinggi-tingginya para Guru Besar yang baru dikukuhkan. Gelar Guru Besar bukan hanya pengakuan atas kompetensi \u200ekeilmuan, namun juga tanggung jawab moral untuk terus menjadi suluh peradaban, penuntun masyarakat dan penggerak kemajuan bangsa,&#8221; ujar Jihan. \u200eMenurut Wagub, capaian ini bukan hanya capaian akademik, tapi juga sebagai tonggak sejarah bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Bumi Ruwa Jurai. \u200e&#8221;Saat ini Pemprov Lampung tengah bergerak dinamis menuju kemajuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui visi &#8216;Bersama Lampung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-50268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50270,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50268\/revisions\/50270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}