{"id":50082,"date":"2025-04-16T21:05:17","date_gmt":"2025-04-16T14:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50082"},"modified":"2025-04-16T21:11:04","modified_gmt":"2025-04-16T14:11:04","slug":"singgung-ipm-lampung-rendah-kadis-pendidikan-akan-copot-kepsek-yang-punya-ranking-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/16\/singgung-ipm-lampung-rendah-kadis-pendidikan-akan-copot-kepsek-yang-punya-ranking-buruk\/","title":{"rendered":"\u200eSinggung IPM Lampung Rendah, Kadis Pendidikan Akan Copot Kepsek yang Punya Ranking Buruk"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Barat (LB)<\/strong>: Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Americo, S.STP., M.H. mengaku prihatin dengan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung yang terendah se-Sumatera.<\/p>\n<p>\u200eOleh sebab itu, dia menegaskan sesuai instruksi Gubernur, dirinya meminta seluruh jajaran\u00a0 Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung sampai di tingkatan terendah untuk mendukung kebijakan ini.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kita semua harus prihatin, Indeks Pembangunan Manusia kita pada 2024 73,13, dan merupakan paling rendah se-Sumatera,&#8221; ujar Thomas dalam sambutannya pada acara Perpisahan SMAN 1 Liwa di GOR Aji Saka, Liwa, Lampung Barat, Rabu (16\/4\/2025), yang dihadiri para kepala sekolah SMA negeri di Lampung.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kita punya pekerjaan rumah yang besar; IPM kita terendah Se-Sumatera, kemudian persentase siswa yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMA hanya 64 persen, rata-rata sekolah anak-anak kita juga hanya sampai kelas 2 SMP, dan yang lulus SNMPTN hanya 7,4 persen. Ke depan kita akan upayakan tiga program ini,&#8221; kata Thomas.<\/p>\n<p>\u200eSelanjutnya, dia juga menyampaikan untuk menjaga kualitas, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung akan menetapkan beberapa sekolah unggulan dengan menyediakan kelas prioritas dan kelas khusus.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kami akan tetapkan beberapa sekolah unggul di Provinsi Lampung yang berada di setiap kabupaten, kelas X ada kelas prioritas dan kelas XII harus ada kelas khusus,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>\u200eDia juga mengatakan tugas guru adalah mewujudkan mimpi siswa. Oleh karena itu, sekolah harus memahami seberapa besar kompetensi yang dimiliki siswa.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Sekolah harus tahu seberapa besar kompetensi yang dimiliki siswanya. Jangan siswa punya cita-cita tinggi, tapi sebenarnya kompetensinya tidak sampai. Tugas guru adalah mewujudkan mimpi siswa. Mereka sekolah karena ingin meraih mimpinya,&#8221; ujar Kadis.<\/p>\n<p>\u200eLebih lanjut Thomas Americo mengatakan sebagai bentuk keadilan dan pemerataan, pihaknya akan membuka Kelas Khusus untuk anak-anak yang ada di wilayah 3 T.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Akan ada kelas khusus untuk anak-anak yang ada di wilayah 3 T yang akan dibiayai melalui APBD. Mereka setelah lulus, mereka akan diterima secara khusus di Unila dan Itera. Untuk Unila sudah fiks,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>\u200eThomas juga mengungkapkan peran kepala sekolah sangat penting untuk membawa pendidikan di Lampung maju. Karena itu, dia menegaskan akan melakukan audit kinerja kepala sekolah.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Saya ingin pendidikan kita maju atas\u00a0 dukungan kita semua. Untuk itu, harus ada audit kinerja kepala sekolah. Kita buat perankingan sampai lima di setiap daerah. Yang rankingnya paling buncit, kepseknya kita copot,&#8221; tegasnya. (AK)<\/p>\n<p>\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Barat (LB): Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Americo, S.STP., M.H. mengaku prihatin dengan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung yang terendah se-Sumatera. \u200eOleh sebab itu, dia menegaskan sesuai instruksi Gubernur, dirinya meminta seluruh jajaran\u00a0 Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung sampai di tingkatan terendah untuk mendukung kebijakan ini. \u200e&#8221;Kita semua harus prihatin, Indeks Pembangunan Manusia kita pada 2024 73,13, dan merupakan paling rendah se-Sumatera,&#8221; ujar Thomas dalam sambutannya pada acara Perpisahan SMAN 1 Liwa di GOR Aji Saka, Liwa, Lampung Barat, Rabu (16\/4\/2025), yang dihadiri para kepala sekolah SMA negeri di Lampung. \u200e&#8221;Kita punya pekerjaan rumah yang besar; IPM kita terendah Se-Sumatera, kemudian persentase siswa yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMA hanya 64 persen, rata-rata sekolah anak-anak kita juga hanya sampai kelas 2 SMP, dan yang lulus SNMPTN hanya 7,4 persen. Ke depan kita akan upayakan tiga program ini,&#8221; kata Thomas. \u200eSelanjutnya, dia juga menyampaikan untuk menjaga kualitas, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung akan menetapkan beberapa sekolah unggulan dengan menyediakan kelas prioritas dan kelas khusus. \u200e&#8221;Kami akan tetapkan beberapa sekolah unggul di Provinsi Lampung yang berada di setiap kabupaten, kelas X ada kelas prioritas dan kelas XII harus ada kelas khusus,&#8221; imbuhnya. \u200eDia juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-50082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50082"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50088,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082\/revisions\/50088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}