{"id":50012,"date":"2025-04-08T19:10:42","date_gmt":"2025-04-08T12:10:42","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=50012"},"modified":"2025-04-08T19:10:42","modified_gmt":"2025-04-08T12:10:42","slug":"gubernur-lampung-ikuti-panen-raya-serentak-di-14-provinsi-secara-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/08\/gubernur-lampung-ikuti-panen-raya-serentak-di-14-provinsi-secara-nasional\/","title":{"rendered":"\u200eGubernur Lampung Ikuti Panen Raya Serentak di 14 Provinsi secara Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Tengah (LB)<\/strong>: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan jajaran Forkopimda mengikuti secara virtual panen raya padi serentak di 14 Provinsi secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7\/4\/2025).<\/p>\n<p>\u200eGubernur mendengarkan arahan dan berdialog dengan Presiden Prabowo di Lokasi Panen Raya, Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Dalam arahannya Presiden Prabowo menargetkan produksi padi bisa terealisasi paling lambat di 2026.<\/p>\n<p>\u200eDemi mendukung program Presiden itu, Gubernur Mirza memimpin langsung Panen Raya di Adipuro sebagai bukti komitmennya mendukung program pertanian Presiden Prabowo. Kehadiran gubernur menjadi representasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian.<\/p>\n<p>\u200eUsai berdialog dengan Bupati, Gubernur Mirza bersama jajaran Forkopimda melakukan panen raya padi dengan menggunakan mesin Combaine Harvester yang dilanjutkan dengan penyerahan serap gabah petani dari Gapoktan Lestari kepada Bulog Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>\u200eSelanjutnya, Gubernur membajak sawah menggunakan traktor roda empat. Pada kesempatan itu juga, Gubernur Mirza meminta Bupati beserta jajaran di daerah menjaga harga gabah tetap di harga Rp6.500\/Kg.<\/p>\n<p>\u200eMirza berharap pelaksanaan Panen Raya Padi serentak ini berjalan baik dan sukses, dan harga gabah tetap terjaga sesuai harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah.<\/p>\n<div id=\"attachment_50013\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-50013\" class=\"wp-image-50013 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250407-WA0138.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-50013\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>PANEN RAYA PADI<\/strong>. Tampak Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ikut panen raya padi di Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (7\/4\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Titip pesan kepada Bupati dan jajaran di daerah untuk bersama-sama menjaga harga gabah tetap terjaga di harga Rp6.500\/Kg. Mari bersama-sama sukseskan keinginan Bapak Presiden Prabowo untuk membuat petani tersenyum,&#8221; ujar Mirzani.<\/p>\n<p>\u200eSalah satu misi pemerintah adalah menjaga harga gabah yang dibeli oleh Bulog atau pihak lainnya tetap sesuai harga pokok penjualan yang ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram.<\/p>\n<p>\u200eDia menjelaskan upaya menjaga harga pembelian gabah sesuai dengan aturan pemerintah tersebut telah diperintahkan oleh Presiden.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Tentunya dengan kerja sama bupati dan jajaran dalam mengawasi harga pembelian gabah petani selama panen dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga produktivitas pertanian daerah,&#8221; ucap Gubernur.<\/p>\n<p>\u200eSelain itu, Gubernur Mirza menekankan pentingnya menjaga momentum panen raya ini dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, melaporkan berd\u00e0sarkan data BPS capaian produksi padi tahun 2024 mencapai 595.377 ton gabah kering giling dengan luas panen 107.705 hektar. Kemudian, target luas tambah tanam Kabupaten Lampung Tengah pada 2025 adalah 206.000 hektar dan target produksi gabah diharapkan mencapai 1 juta ton.<\/p>\n<p>\u200eArdito menyampaikan untuk lokasi Kelurahan Adipuro yang akan dilakukan panen raya yaitu seluas 326 hektar dengan produktivitas 7,2 ton per hektar, maka perkiraan total produksi padi yang ada di Kelurahan adipuro 2.347 ton gabah dengan tingkat harga jual gabah kering panen Rp.6.500 per kilogram. (kmf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan jajaran Forkopimda mengikuti secara virtual panen raya padi serentak di 14 Provinsi secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7\/4\/2025). \u200eGubernur mendengarkan arahan dan berdialog dengan Presiden Prabowo di Lokasi Panen Raya, Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Dalam arahannya Presiden Prabowo menargetkan produksi padi bisa terealisasi paling lambat di 2026. \u200eDemi mendukung program Presiden itu, Gubernur Mirza memimpin langsung Panen Raya di Adipuro sebagai bukti komitmennya mendukung program pertanian Presiden Prabowo. Kehadiran gubernur menjadi representasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional di sektor pertanian. \u200eUsai berdialog dengan Bupati, Gubernur Mirza bersama jajaran Forkopimda melakukan panen raya padi dengan menggunakan mesin Combaine Harvester yang dilanjutkan dengan penyerahan serap gabah petani dari Gapoktan Lestari kepada Bulog Provinsi Lampung. \u200eSelanjutnya, Gubernur membajak sawah menggunakan traktor roda empat. Pada kesempatan itu juga, Gubernur Mirza meminta Bupati beserta jajaran di daerah menjaga harga gabah tetap di harga Rp6.500\/Kg. \u200eMirza berharap pelaksanaan Panen Raya Padi serentak ini berjalan baik dan sukses, dan harga gabah tetap terjaga sesuai harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah. \u200e&#8221;Titip pesan kepada Bupati dan jajaran di daerah untuk bersama-sama menjaga harga gabah tetap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":50014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406,8,2],"tags":[],"class_list":["post-50012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-pemprov-lampung","category-pertanian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50012"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50012\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50015,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50012\/revisions\/50015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}