{"id":49997,"date":"2025-04-06T19:05:43","date_gmt":"2025-04-06T12:05:43","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49997"},"modified":"2025-04-06T19:05:43","modified_gmt":"2025-04-06T12:05:43","slug":"layau-bupati-lambar-parosil-mabsus-nyawer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/06\/layau-bupati-lambar-parosil-mabsus-nyawer\/","title":{"rendered":"\u200e&#8217;Layau&#8217;, Bupati Lambar Parosil Mabsus Nyawer"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u200eLampung Barat (LB)<\/strong>: Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mampu memukau masyarakat dan Sekura melalui Lagu Lampung <em>&#8220;Layau&#8221;<\/em> yang dinyanyikannya pada perhelatan Seni Budaya Pesta Sekura Cakak Buah memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Taman Kota Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Minggu (6\/4\/2025).<\/p>\n<p>\u200ePesta Seni Budaya Sekura merupakan seni tradisi masyarakat Kabupaten Lampung Barat yang diadakan untuk memeriahkan Lebaran Idul Fitri, dan biasanya dilaksanakan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.<\/p>\n<p>\u200eDengan menyanyikan Lagu Lampung <em>&#8220;Layau&#8221;<\/em>, Parosil mampu menghipnosis penonton yang memadati lokasi\u00a0 dan hanyut dalam irama lagu Lampung yang dia nyanyikan. Tampak ratusan warga dan Sekura berjoget gembira menikmati lantunan lagu yang didendangkan Bupati.<\/p>\n<p>\u200eTak lupa, Parosil juga menaburkan uang kertas <em>menyawer<\/em> para Sekura, yang membuat suasana semakin meriah. Menurut Parosil, pesta panjat pinang di Lampung Barat berbeda dengan pesta panjat pinang yang ada di daerah lain.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pesta panjat pinang di Lampung Barat identik dengan Sekura. Peserta pesta panjat pinang adalah Sekura yang menutupi wajah dan bagian tubuh dengan berbagai kostum dan gaya,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>\u200eParosil berharap Seni Budaya Sekura yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Lampung Barat terus dipertahankan.<\/p>\n<div id=\"attachment_49998\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-49998\" class=\"wp-image-49998 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250406-WA0181.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-49998\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>NYAWER<\/strong>. Tampak Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus nyawer Sekura saat Pesta Sekura Cakak Buah (panjat pinang) memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Taman Kota, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (6\/4\/2025).<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Jadikan seni budaya warisan leluhur Bumi Sekala Beghak ini sebagai upaya menarik wisatawan dari luar daerah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eMenurut Parosil, dengan Seni Budaya Sekura dalam kurun beberapa tahun ini pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, Lampung Barat viral sampai ke mancanegara. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat Lampung Barat agar tidak merusak marwah dari Seni Budaya warisan leluhur tersebut.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Yang orang tau di Lampung Barat pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri adalah Sekuranya, mari sama-sama kita melestarikan dan menjaga marwah salah satu Seni Budaya kebanggan kita ini. Jangan sampai orang yang jauh-jauh hendak berkunjung menyaksikan pertunjukan Sekura justru mendapatkan hal negatif seperti mendapat intimidasi di minta-minta duitnya, bersikap arogan dan anarkis,&#8221; ucap Parosil.<\/p>\n<p>\u200ePada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lampung Barat.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Pemkab Lampung Barat saya mengucapkan <em>minal aidin walfaizin<\/em> mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita diberi kesehatan dan umur panjang agar dapat merayakan kemenangan di tahun mendatang,&#8221; pungkasnya. (*\/Sandori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLampung Barat (LB): Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mampu memukau masyarakat dan Sekura melalui Lagu Lampung &#8220;Layau&#8221; yang dinyanyikannya pada perhelatan Seni Budaya Pesta Sekura Cakak Buah memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Taman Kota Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Minggu (6\/4\/2025). \u200ePesta Seni Budaya Sekura merupakan seni tradisi masyarakat Kabupaten Lampung Barat yang diadakan untuk memeriahkan Lebaran Idul Fitri, dan biasanya dilaksanakan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. \u200eDengan menyanyikan Lagu Lampung &#8220;Layau&#8221;, Parosil mampu menghipnosis penonton yang memadati lokasi\u00a0 dan hanyut dalam irama lagu Lampung yang dia nyanyikan. Tampak ratusan warga dan Sekura berjoget gembira menikmati lantunan lagu yang didendangkan Bupati. \u200eTak lupa, Parosil juga menaburkan uang kertas menyawer para Sekura, yang membuat suasana semakin meriah. Menurut Parosil, pesta panjat pinang di Lampung Barat berbeda dengan pesta panjat pinang yang ada di daerah lain. \u200e&#8221;Pesta panjat pinang di Lampung Barat identik dengan Sekura. Peserta pesta panjat pinang adalah Sekura yang menutupi wajah dan bagian tubuh dengan berbagai kostum dan gaya,&#8221; terangnya. \u200eParosil berharap Seni Budaya Sekura yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Lampung Barat terus dipertahankan. \u200e&#8221;Jadikan seni budaya warisan leluhur Bumi Sekala Beghak ini sebagai upaya menarik wisatawan dari luar daerah,&#8221; ujarnya. \u200eMenurut Parosil, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49999,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[194,15],"tags":[],"class_list":["post-49997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lampung-barat","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50000,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49997\/revisions\/50000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}