{"id":49994,"date":"2025-04-06T18:04:18","date_gmt":"2025-04-06T11:04:18","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49994"},"modified":"2025-04-06T18:04:18","modified_gmt":"2025-04-06T11:04:18","slug":"pemkab-pesawaran-alokasikan-ribuan-ton-pupuk-bersubsidi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/06\/pemkab-pesawaran-alokasikan-ribuan-ton-pupuk-bersubsidi\/","title":{"rendered":"Pemkab Pesawaran Alokasikan Ribuan Ton Pupuk Bersubsidi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesawaran (LB)<\/strong>: Alokasi pupuk Urea bersubsidi di Kabupaten Pesawaran 14.299 ton, dan hingga Februari 2025 baru terserap 1.804,1 ton (12,62 persen).<\/p>\n<p>\u200eMenurut Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pesawaran, Joni Arizoni, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Daerah.<\/p>\n<p>\u200eJoni menyampaikan Kabupaten Pesawaran memiliki luas lahan persawahan 13.304 Ha, dan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 8.452 Ha. Dengan luas lahan tersebut, ucapnya, petani di Pesawaran tidak kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, karena selalu tersedia di kios.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Selama ini pupuk yang didistribusikan kepada petani di Pesawaran sesuai kebutuhan dan alokasi pupuk yang diusulkan berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), sampai Februari 2025 pupuk secara rinci telah distribusi kepada petani di Pesawaran,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pupuk Urea alokasinya 14.299 ton. Sampai Bulan Februari 2025 serapannya 1.804,1 ton (12,62 persen), sedangkan NPK Fonska dengan alokasi 15.050 ton, sampai Februari 2025 terserap 1.692,17 ton atau (11,24 persen),&#8221; bebernya Minggu (6\/4\/2025).<\/p>\n<p>\u200eSementara itu, lanjutnya, pupuk NPK Formula alokasi 3.896 ton dan hingga Februari 2025 serapannya adalan 53,439 ton atau (1,37 persen). Kemudian Pupuk Organik, alokasi 1916 ton dengan serapan sampai dengan Februari 2025 adalah 0,45 persen,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>\u200eDia menegaskan hingga saat ini petani yang sudah masuk dalam kelompok tani tidak ada yang kesulitan menebus pupuk subsidi karena selalu tersedia.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kita terus berupaya agar para petani menjadi sejahtera dengan mendapatkan harga komoditas pertanian yang tinggi dan peningkatan produktifitas,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>\u200eDia menjelaskan sejak Kabupaten Pesawaran berdiri selalu ada bantuan benih dan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang diberikan kepada petani melalui Dana Tugas Pembantuan, APBD, dan APBN pra-panen dan pascapanen.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Pemkab juga memberikan dukungan dengan membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi,&#8221; pungkasnya. (*\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesawaran (LB): Alokasi pupuk Urea bersubsidi di Kabupaten Pesawaran 14.299 ton, dan hingga Februari 2025 baru terserap 1.804,1 ton (12,62 persen). \u200eMenurut Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pesawaran, Joni Arizoni, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Daerah. \u200eJoni menyampaikan Kabupaten Pesawaran memiliki luas lahan persawahan 13.304 Ha, dan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 8.452 Ha. Dengan luas lahan tersebut, ucapnya, petani di Pesawaran tidak kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, karena selalu tersedia di kios. \u200e&#8221;Selama ini pupuk yang didistribusikan kepada petani di Pesawaran sesuai kebutuhan dan alokasi pupuk yang diusulkan berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), sampai Februari 2025 pupuk secara rinci telah distribusi kepada petani di Pesawaran,&#8221; ungkapnya. \u200e&#8221;Pupuk Urea alokasinya 14.299 ton. Sampai Bulan Februari 2025 serapannya 1.804,1 ton (12,62 persen), sedangkan NPK Fonska dengan alokasi 15.050 ton, sampai Februari 2025 terserap 1.692,17 ton atau (11,24 persen),&#8221; bebernya Minggu (6\/4\/2025). \u200eSementara itu, lanjutnya, pupuk NPK Formula alokasi 3.896 ton dan hingga Februari 2025 serapannya adalan 53,439 ton atau (1,37 persen). Kemudian Pupuk Organik, alokasi 1916 ton dengan serapan sampai dengan Februari 2025 adalah 0,45 persen,&#8221; ucapnya. \u200eDia menegaskan hingga saat ini petani yang sudah masuk dalam kelompok tani tidak ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,132],"tags":[],"class_list":["post-49994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pertanian","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49994"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49996,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49994\/revisions\/49996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}