{"id":49990,"date":"2025-04-05T19:24:14","date_gmt":"2025-04-05T12:24:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=49990"},"modified":"2025-04-05T19:24:14","modified_gmt":"2025-04-05T12:24:14","slug":"pemudik-keluhkan-ruas-jalan-mesuji-timur-yang-sudah-bertahun-tahun-parah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2025\/04\/05\/pemudik-keluhkan-ruas-jalan-mesuji-timur-yang-sudah-bertahun-tahun-parah\/","title":{"rendered":"\u200ePemudik Keluhkan Ruas Jalan Mesuji Timur yang Sudah Bertahun-Tahun Parah  \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e<strong>Mesuji (LB):<\/strong> Pemudik mengeluhkan ruas jalan utama Desa Tanjung Mas Jaya dan Desa Tanjung Mas Mulia, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung yang menghubungkan kedua desa dengan wilayah luar; Kota Terpadu Mandiri\/KTM dan lain-lain yang sudah bertahun-tahun kondisinya parah.<\/p>\n<p>\u200eSalah satu pemudik, Anton Kurniawan, mengatakan kondisi jalan yang berbatu dan berlubang cukup parah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan pengendara. Selain itu, kondisi ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kondisi jalan seperti ini sudah bertahun-tahun. Masih mending ini sudah dibantu, sebelumnya ini jalan tanah yang tidak bisa dilewati pengendara jika hujan turun. Semoga Pemerintah Kabupaten Mesuji dengan Bupatinya yang baru bisa memberi perhatian terhadap kondisi jalan ini. Apalagi daerah ini penduduknya cukup ramai dan sumber daya pertaniannya cukup besar,&#8221; ucap CEO Media Lampung Barometer ini.<\/p>\n<div id=\"attachment_49992\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-49992\" class=\"wp-image-49992 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_20250403_131109_227.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_20250403_131109_227.jpg 1200w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_20250403_131109_227-320x240.jpg 320w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_20250403_131109_227-600x450.jpg 600w, https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_20250403_131109_227-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><p id=\"caption-attachment-49992\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>JALAN BERLUBANG<\/strong>. Ini salah satu kondisi ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Tanjung Mas Jaya, Mesuji Timur, dengan daerah luar. (Foto: lampungbarometer.id)<\/em><\/p><\/div>\n<p>\u200e&#8221;Jika kondisi jalan seperti ini dibiarkan maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tapi juga Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu, dibutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mesuji,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>\u200ePemudik lainnya, Alhuda, juga mengeluhkan hal yang sama. Pemudik asal Kabupaten Pesawaran ini mengungkapkan kondisi jalan yang parah ini membuat perjalanan terganggu dan menjadi tidak nyaman.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Kalau jalannya begini, banyak lubang dan batu-batu dengan ukuran cukup besar menonjol di tengah badan jalan, jelas perjalanan jadi terganggu dan merasa tidak nyaman,&#8221; ucap ayah dua anak yang berprofesi sebagai ASN ini.<\/p>\n<p>\u200eDia juga mengatakan mudik merupakan rutinitas tahunan keluarganya. &#8220;Kita sudah sering pulang mudik, tapi kualitas jalannya tidak banyak berubah. Mudah-mudahan Bupati yang baru bisa membangun jalan ini jadi lebih bagus dan mulus,&#8221; ucapnya. (Rian)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eMesuji (LB): Pemudik mengeluhkan ruas jalan utama Desa Tanjung Mas Jaya dan Desa Tanjung Mas Mulia, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung yang menghubungkan kedua desa dengan wilayah luar; Kota Terpadu Mandiri\/KTM dan lain-lain yang sudah bertahun-tahun kondisinya parah. \u200eSalah satu pemudik, Anton Kurniawan, mengatakan kondisi jalan yang berbatu dan berlubang cukup parah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan pengendara. Selain itu, kondisi ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama. \u200e&#8221;Kondisi jalan seperti ini sudah bertahun-tahun. Masih mending ini sudah dibantu, sebelumnya ini jalan tanah yang tidak bisa dilewati pengendara jika hujan turun. Semoga Pemerintah Kabupaten Mesuji dengan Bupatinya yang baru bisa memberi perhatian terhadap kondisi jalan ini. Apalagi daerah ini penduduknya cukup ramai dan sumber daya pertaniannya cukup besar,&#8221; ucap CEO Media Lampung Barometer ini. \u200e&#8221;Jika kondisi jalan seperti ini dibiarkan maka yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tapi juga Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu, dibutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mesuji,&#8221; imbuhnya. \u200ePemudik lainnya, Alhuda, juga mengeluhkan hal yang sama. Pemudik asal Kabupaten Pesawaran ini mengungkapkan kondisi jalan yang parah ini membuat perjalanan terganggu dan menjadi tidak nyaman. \u200e&#8221;Kalau jalannya begini, banyak lubang dan batu-batu dengan ukuran cukup besar menonjol di tengah badan jalan, jelas perjalanan jadi terganggu dan merasa tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49991,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[343],"tags":[],"class_list":["post-49990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-mesuji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49990"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49993,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49990\/revisions\/49993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}